Silabus Pekan Workshop Nasional Jurnalisme Sastrawi Pers Mahasiswa

Pada 1973 Tom Wolfe menerbitkan buku The New Journalism. Dunia jurnalisme Amerika Serikat gempar. Sebuah gerakan muncul. Ia mengawinkan disiplin yang paling keras dalam jurnalisme dengan daya pikat karya sastra. Ibarat novel tapi faktual. Ibarat novel ia mencerahkan. Suratkabar-suratkabar Amerika banyak memakai elemen-elemennya ketika kecepatan televisi memaksa mereka tampil dengan laporan-laporan yang lebih dalam dan lebih memikat daya baca.

Kini gerakan itu diperkenalkan di Indonesia. Belajar menulis dengan dalam sekaligus memikat. Dunia suratkabar Indonesia, cepat atau lambat, akan lebih banyak menerangkan ketimbang sekedar menurunkan laporan hardnews. Dunia suratkabar Indonesia takkan mampu melayani publik dengan baik bila ia tak bisa tampil lebih dalam dari apa yang dilaporkan televisi atau internet.

Waktu:
7 Februari – 12 Februari 2005

Tempat:
Hotel Dibya Puri, Semarang, Jawa Tengah

Instruktur:
Linda Christanty, bekerja di Common Ground, Jakarta. Sebelumnya, editor kebudayaan majalah Pantau, meraih penghargaan sebagai penulis muda berbakat dari Kompas pada tahun 1990-an, meraih Khatulistiwa Award untuk buku kumpulan cerpennya Kuda Terbang Mario Pinto tahun 2004.

Agus Sopian, wakil ketua Yayasan Pantau. Sebelumnya koordinator reportase majalah Pantau, pernah bekerja antara lain untuk Pelita, Harian Ekonomi Neraca, Bandung Pos, Java, melakukan perjalanan jurnalisme ke pusat-pusat bisnis di Singapura, Bangkok dan Filipina pada 1996, mengikuti Seapa Course on Investigative Reporting, Kuala Lumpur pada 2002.

Panitia Pelaksana dan Fasilitator:
LPM Hayamwuruk, Fakultas Sastra Universitas Diponegoro, Jalan Hayam Wuruk No. 4 Semarang. Kontak: Muhamad Sulhanudin. Email hawepos_online@yahoo.com Telepon 081802422603
Peserta:
Peserta adalah 30 pengelola pers kampus se-Indonesia, yang diseleksi berdasarkan permohonan belajar, karya tulis dan persyaratan administratif. Peserta bersedia mengerjakan tugas-tugas di kelas dan pekerjaan rumah mulai membaca, meliput sampai menulis. Selama waktu kegiatan, peserta akan berkonsentrasi pada kursus. Untuk memudahkan pengembangan aspek kognitif, dalam beberapa sesi mereka akan mengikuti kelas-kelas paralel.

Biaya:
Seluruh peserta yang lolos seleksi diberi beasiswa yang disponsori oleh lembaga penyantun Tifa Foundation, Jakarta. Nilai beasiswa adalah sebesar Rp 500 ribu per peserta, yang digunakan untuk administrasi kursus, modul-modul kursus, biaya akomodasi dan transportasi selama berada di tempat kegiatan.

Silabus:

Bacaan yang digunakan selama kursus adalah teks bahasa Indonesia yang meliputi:
Sembilan Elemen Jurnalisme oleh Bill Kovach dan Tom Rosenstiel terbitan Yayasan Pantau, Jakarta, 2003, bagian IV tentang “Jurnalisme Verifikasi”● “Sembilan Elemen Jurnalisme” resensi oleh Andreas Harsono ● “Cermin Jakarta Cermin New York” oleh Andreas Harsono ● “Indonesia Kilometer Nol” oleh Andreas Harsono ● “Dari Sungai Thames ke Sungai Ciliwung” oleh Andreas Harsono ● “Hikayat Kebo” oleh Linda Christanty ● “Kuda Terbang Maria Pinto” oleh Linda Christanty ● “Taufik bin Abdul Halim” oleh Agus Sopian ● “Tikungan Terakhir” oleh Agus Sopian ● “Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft” oleh Chik Rini ● “Kejarlah Daku Kau Kusekolahkan” oleh Alfian Hamzah ● “Kegusaran Tom Wolf” oleh Septiawan Santana K ● “Sebuah Kehormatan” oleh Jimmy Breslin. Modul kursus dalam bentuk power point meliputi: Manajemen Liputan oleh Agus Sopian ● Sistem Pencarian Informasi Bagian I & II oleh Agus Sopian ● “Jurnalisme Sastrawi” oleh Andreas Harsono. Audio visual dalam bentuk film features berbahasa Inggris dengan teks terjemahan Indonesia meliputi: Kandahar ● Ronin ● Black Hawk Down.

SESI 1 Senin 7 Februari 2005 Pukul 19.00-22.00 — Malam perkenalan dan diskusi bersama Sasongko Tedjo, Wisnu T. Anggoro, Novel Ali, dan Agus Maladi Irianto (moderator). Tema diskusi “Kebijakan Redaksi Suara Merdeka” dengan sub bahasan kemungkinan-kemungkinan diterapkannya genre jurnalisme sastrawi (literary journalism) dan berita berkedalaman (indeph reporting) sebagai salah satu kekuatan kompetitif dalam persaingan media massa di Indonesia. [Fasilitator]

SESI 2 Selasa, 8 Februari 2005 Pukul 08.00-10.00 — Kelas bersama. Pembukaan: perkenalan, membicarakan silabus, tutorial tentang jurnalisme dasar serta elemen jurnalisme dari Committee of Concerned Journalists, pemakaian byline dan pagar api. [Agus Sopian dan Linda Christanty].

SESI 3 Selasa, 8 Februari 2005 Pukul 10.15-12.15 — Kelas bersama. Diskusi tentang jurnalisme sastrawi, gerakannya di dunia; prinsip-prinsip dasar, kriteria, dan struktur penulisan. [Agus Sopian dan Linda Christanty]

SESI 4 Selasa, 8 Februari 2005 pukul 13.30-15.30 — Kelas bersama. Menonton film Ronin dan latihan membuat struktur kronologis. Hasil latihan dituangkan dalam kertas kerja minimum 600 kata atau satu setengah halaman folio bergaris, yang diserahkan selambat-lambatnya pukul 19.00 pada panitia.

SESI 5 Rabu, 9 Februari 2005 pukul 08.00-10.00 — Kelas paralel. Ruangan Linda Christanty: Diskusi tentang Immersion Reporting dengan bacaan “Sebuah Kehormatan” oleh Jimmy Breslin dan “Kegusaran Tom Wolf” oleh Septiawan Santana K. Ruangan Agus Sopian: Diskusi tentang reportase mendalam dengan modul “Manajemen Liputan” oleh Agus Sopian dan bacaan “Taufik bin Abdul Halim” oleh Agus Sopian.

SESI 6 Rabu, 9 Februari 2005 pukul 10.15-12.15 — Kelas paralel. Ruangan Linda Christanty: Diskusi pencarian informasi dan observasi lapangan dengan bacaan “Hikayat Kebo” oleh Linda Christanty. Ruangan Agus Sopian: Diskusi tentang riset dan database reportase melalui pencarian informasi dengan modul “Sistem Pencarian Informasi Bagian I & II” oleh Agus Sopian dan “Dari Sungai Thames ke Sungai Ciliwung” oleh Andreas Harsono.

SESI 7 Rabu, 9 Februari 2005 pukul 13.30-15.30 — Kelas bersama. Menonton film Kandahar dan latihan mengamati saat menonton film. Hasil pengamatan dituangkan dalam kertas kerja minimum 600 kata atau satu setengah halaman folio bergaris, yang diserahkan selambat-lambatnya pukul 19.00 pada panitia. [Fasilitator].

SESI 8 Kamis, 10 Februari 2005 pukul 08.00-10.00 — Kelas paralel. Ruangan Linda Christanty: Diskusi karya jurnalisme sastrawi dengan bacaan “Cermin Jakarta Cermin New York” oleh Andreas Harsono; modul “Jurnalisme Sastrawi” oleh Andreas Harsono; cerita fiksi “Kuda Terbang Mario Pinto” oleh Linda Christanty. Ruangan Agus Sopian: Diskusi karya jurnalisme sastrawi dengan bacaan “Cermin Jakarta Cermin New York” oleh Andreas Harsono; modul “Jurnalisme Sastrawi” oleh Andreas Harsono; cerita fiksi “Kuda Terbang Mario Pinto” oleh Linda Christanty.

SESI 9 Kamis, 10 Februari 2005 pukul 10.15-12.15 — Kelas bersama. Membandingkan tiga karya berbeda dalam satu obyek liputan, dengan bacaan “Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft” oleh Chik Rini; “Kejarlah Daku Kau Kusekolahkan” oleh Alfian Hamzah dan “Republik Indonesia Kilometer Nol” oleh Andreas Harsono. [Agus Sopian dan Linda Christanty]

SESI 10 Kamis, 10 Februari 2005 pukul 13.30-15.30 — Kelas bersama. Menonton film “Black Hawk Down” dan latihan membuat sinopsis atau plot outline. Hasil latihan dituangkan dalam kertas kerja minimum 600 kata atau satu setengah halaman folio bergaris, yang diserahkan selambat-lambatnya pukul 19.00 pada panitia. [Fasilitator].

SESI 11 Jum’at, 11 Februari 2005 pukul 08.00-10.00 — Kelas bersama. Persiapan untuk reportase lapangan ke Kota Tua di Semarang, pembagian tim reportase, sistem koordinasi reportase, penyerahan secara simbolis sertifikat kursus. [Agus Sopian, Linda Christanty dan Fasilitator]

SESI 12 Jum’at, 11 Februari 2005 pukul 11.00-17.00 — Reportase lapangan ke Kota Tua di Semarang. Hasil reportase selambat-lambatnya diserahkan seminggu setelah kegiatan usai dan dikirim langsung ke instruktur via email. Reportase terpilih ditayangkan di blog milik Yayasan Pantau (http://www.pantau-foundation.blogspot.com/) dan reportase terbaik ditawarkan ke salah satu media mainstream. [Fasilitator]

SESI 13 Jum’at, 11 Februari 2005 pukul 19.00-21.00 — Malam keakraban dan diskusi bebas bersama Triyanto Triwikromo, penyerahan sertifikat secara langsung, penyelesaian administrasi peserta untuk kepulangan ke masing-masing daerah. [Fasilitator]

4 thoughts on “Silabus Pekan Workshop Nasional Jurnalisme Sastrawi Pers Mahasiswa

  1. Selamat untuk Hayamwuruk! It’s been a great week…
    Gua tunggu mailing list-nya ya! Kalo ke Bandung bilang2 gua, awas loe kalo nggak!

  2. That’s a great story. Waiting for more. Cisco meetme Europe marketing firm guestbook email Blonde bobs Gitzo camcorders Marijuana teens naked wiped ass sexy bubbel butts surprise 50th wedding anniversary invitations Shaved hairless orgy banging black ladies ass Amerie’s ass 2006 davidson f250 ford harley nikki jackson model Hamster dance death Hair loss in cats butt fuck first time guys Marketingnaughty school girls adult dvds spring break videos Food form supplements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top