Jurusan Sejarah Menggapai Hati Massa

Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra Undip, tahun 2004, mempunyai 154 calon peminat. Dalam daftar peminatan program studi, termasuk pada tataran rendah. Bagaimana komentar Drs. Singgih Trisulistyono, M. Hum, selaku Ketua Jurusan Sejarah. Berikut wawancara Endah Kurniawati dan Tari Apriliya dari kru magang Hawe Pos dengan pak Singgih. Wawancara dilakukan pada hari Jumat, 15 Juli 2005, pukul 09.30 WIB di ruang sidang.

Bagaimana komentar Anda mengenai peminat pada Jurusan Sejarah yang rendah?
Memang rendah, tapi apakah sudah ada sebuah sinyalemen atau bukti-bukti?

Data yang kami peroleh, peminat di Jurusan Sejarah pada tahun 2004, 154 orang. Menurut Anda, jumlah tersebut tinggi atau rendah?
Peminat dengan jumlah 154 memang rendah, tapi sepertinya untuk tahun 2005 ini, jumlah peminatnya meningkat. Tapi kalau saya tidak salah lihat, kemarin. Karena saat ini belum ada laporan yang menunjukkan angka yang pasti. Tapi kalau dibandingkan dengan tahun-tahun terakhir, jumlah peminatnya lebih meningkat dibanding ketika tahun saya (1980-an). Pendaftar sekarang jauh lebih banyak. Tapi untuk jumlah mahasiswanya, memang lebih banyak pada tahun saya.

Menurut Anda, apa penyebabnya?
Penyebab yang pertama adalah karena perubahan cara pikir masyarakat yang sekarang lebih economic oriented. Mungkin bila kita sudah ada perbaikan ekonomi, masyarakat akan kembali rindu pada hal-hal yang berbau non ekonomi (tidak economi oriented, Red). Masyarakat Barat lebih banyak yang berminat pada Sejarah, karena mereka memiliki waktu lebih untuk memikirkan bidang lain di luar masalah ekonomi. Bangsa kita jangankan mikir bidang-bidang lain, mikir ekonomi saja sudah mumet.
Faktor yang kedua adalah sepertinya sekarang sudah menjadi sebuah trend terjadinya penurunan minat dari calon mahasiswa baru. Khususnya minat mereka di bidang sosial, apalagi Sejarah. Hal ini tidak lepas dari perkembangan situasi negara sendiri terutama segi ekonomi. Banyak stockholder (pemegang saham) menganggap bahwa Jurusan Ilmu Sosial atau Sastra kurang marketable dari pasaran tenaga kerja.
Yang ketiga adalah karena kesadaran sejarah dari masyarakat atau generasi muda yang barangkali perlu mendapat perhatian yang lebih khusus sehingga peminat sejarah nantinya bisa bertambah.

Kesadaran sejarah dari masyarakat? Kenapa demikian?
Persoalannya adalah kesalahan persepsi siswa terhadap sejarah. Persepsi yang menganggap sejarah itu dongeng. Untuk itu perlu adanya usaha untuk merubah persepsi tersebut. Kita berusaha membuat mereka tertarik untuk mengkaji dan kita berikan masukan-masukan. Sehingga mereka seolah-olah tertantang dan mengubah pandangan mereka. Selama ini mereka dicekoki terhadap versi sejarah yang tunggal atau resmi. Sebenarnya sejarah bersifat terbuka yang memberikan kebebasan untuk berpendapat sejauh ada bukti yang benar.

Cukup puaskah Jurusan Sejarah dengan jumlah peminat yang hanya sekitar 150-an?
Untuk jumlah mahasiswa di Jurusan Sejarah, itu sudah ada kuota, yaitu 45 orang. Kalau kuotanya tidak tercapai, tidak terlalu masalah. Karena jumlah mahasiswa yang ada juga tidak kurang dari separuh kuota yang ditetapkan. Hanya saja akan ada semacam penilaian dari pusat. Kalau dianggap tidak ada peminat karena jumlah mahasiswanya satu atau sangat sedikit, maka jurusan ini akan ditutup. Tapi kenyataannya kan tidak. Mahasiswa yang kuliah di Jurusan Sejarah jumlahnya masih lumayan walaupun tidak memenuhi kuota. Tapi, sebenarnya waktu pendaftaran yang diterima ada 45 orang. Hanya saja, saat pendaftaran ulang ada beberapa anak yang tidak mendaftar ulang. Mungkin karena mereka lebih memilih jurusan lain.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai Jurusan Sejarah yang hanya dijadikan batu loncatan?
Tidak menjadi masalah. Mungkin karena adanya asumsi kuliah di jurusan lain yang katanya lebih marketable lebih menjanjikan. Tapi menurut saya, tidak menjamin karena banyak sarjana yang kini jadi pengangguran. Tergantung pribadi kita. Kita harus siapkan diri sejak awal. Di mana pun kita kuliah, asal betul-betul serius dan menghasilkan sesuatu yang optimal. Saya kira akan membawa jaminan yang lebih baik untuk masa depan. Karena jika kita serius dan dari segi kemampuan kita bisa total, maka kita akan mendapatkan sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu nilai juga harus bagus karena nilai bagus juga menjadi stimulan dan merupakan poin khusus dalam mencari pekerjaan. Kita harus manfaatkan waktu luang untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat khususnya bermanfaat untuk masa depan. Karena keterampilan tidak hanya didapat dari ruang kuliah.

Usaha apa yang telah dilakukan Jurusan Sejarah untuk menaikkan minat calon mahasiswa baru?
Jurusan sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan sosialisasi pada masyarakat, khususnya ke SMA-SMA. Kita melakukan sosialisasi ke daerah-daerah seperti Kudus, Jepara, Banjarnegara, dan Brebes. Salah satu cara yang masih mungkin untuk kita tempuh adalah jurusan meminta para mahasiswa, khususnya mahasiswa daerah-daerah untuk menyampaikan leaflet ke sekolahnya yang dulu. Selain itu kita juga mengadakan kerja sama dengan guru sejarah yang tergabung dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Sejarah. MGMP juga menjadi sarana untuk menarik minat calon mahasiswa baru agar tertarik dengan Jurusan Sejarah. Melalui MGMP Sejarah diharapkan bisa memberikan informasi kepada siswa untuk masuk ke Fakultas Sastra Sejarah UNDIP.

Setelah itu, cara untuk membuat mereka tertarik dengan Sejarah, bagaimana?
Jurusan Sejarah sudah mengambil langkah strategis dengan mencanangkan program atau target tertentu. Salah satunya berusaha menjadikan Jurusan Sejarah UNDIP menjadi salah satu jurusan ternama di Asia Pasifik pada tahun 2018 dengan pemfokusan pada Sejarah Maritim.

Kenapa harus Sejarah Maritim?
Karena dari pihak Universitas sudah diberi arahan agar setiap program studi memiliki pengutamaan. Dan jurusan kemudian mengutamakan pada Sejarah Maritim, dengan alasan negara Indonesia adalah negara maritim dan potensi kelautan Indonesia sekarang ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Adakah usaha lain, misal dari dalam Jurusan Sejarahnya sendiri?
Usaha yang kita lakukan dari segi pendidikan, dengan meningkatkan kualitas civitas akademika. Misalnya, dosen didorong untuk kuliah lagi dan dibiayai. Dana untuk membiayai kuliah, kita dapatkan dengan cara mencari sponsor beasiswa.
Beasiswa biasanya ada yang dari dalam negeri, misalnya dari Depdiknas. Dan dari luar negeri, yaitu dengan mengadakan kerjasama antara pemerintah Indonesia, Belanda, Jepang. Kita juga mengadakan pembaruan kurikulum. Selain itu, kita juga mengadakan program khusus dalam rangka peningkatan kualitas mahasiswa misalnya dengan program SP4.

Program SP4 itu seperti apa?
SP4, saya lupa kepanjangannya apa. Tapi program SP4 itu dalam rangka peningkatan kualitas. Kita mengadakan penambahan koleksi buku perpustakaan, dan juga kita mencoba untuk menerbitkan buku pegangan kuliah untuk dosen dan mahasiswa.
Fokus dari kegiatan SP4 itu sendiri lebih fokus pada peningkatan kualitas dosen, penambahan materi-materi kuliah, perbaikan metode belajar lewat pelatihan, serta meningkatkan sarana-sarana yang menunjang proses pembelajaran, misalnya perpustakaan dan sarana internet.

Mengenai prestasi, apa saja yang pernah diraih?
Kita pernah mengikuti Program Semique, dan Program B dari Dikti. Dan kita lolos sampai tahap Visitasi dari Dikti. Saya kira itu prestasi yang membanggakan karena dari UNDIP yang lolos untuk mengikuti kompetisi ini hanya dua program studi yaitu Sejarah dan Kedokteran. Tapi kedokteran sudah gagal ditahap awal dan kita bisa lolos sampai tahap Visitasi.

Bagaimana dengan prestasi mahasiswa Sejarah?
Prestasi yang diraih mahasiswa misalnya prestasi Rabit Jihan. Kalau tidak salah, sekarang dia semester tujuh. Dia mengikuti seleksi mahasiswa berprestasi tingkat universitas, dan seingat saya, dia mendapat peringkat dua atau tiga. Proposal yang diajukannya, mengambil tentang “Pengembangan Usaha di Karimun Jawa”. Prestasi ini menunjukkan bahwa kita tidak perlu minder.

Sebenarnya, lulusan Sejarah nantinya disiapkan menjadi apa?
Mencetak atau mendidik calon-calon sejarawan yang mampu meneliti dan menulis sejarah sesuai fakta. Untuk yang pendidikan, diharapkan mereka lebih pada cara untuk mengajarkan sejarah. Sedangkan kita (keilmuan, Red) itu diarahkan untuk bisa meneliti dan menulis sejarah. Menulis sejarah yang tidak terbatas pada lokalisasi tertentu, misalnya sejarah daerah, kota atau kabupaten. Tapi kalau bisa, juga menulis sejarah dunia. Penulisan sejarah itu terbuka. Tidak ada kata selesainya dan selalu ada revisi yang selalu membuka kemungkinan untuk diadakan penulisan lebih lanjut.

Baru-baru ini, Mira Lesmana dari Miles Production meluncurkan film dengan tema Sejarah yaitu Soe Hok Gie. Bagaimana komentar Anda?
Nah, itu sebenarnya juga bisa dijadikan peluang untuk mahasiswa Jurusan Sejarah, yaitu dengan menulis skenario. Karena ketika seorang Sejarawan, membuat film dengan tema sejarah, maka penulisannya didasari oleh fakta yang kuat untuk membuat cerita tersebut. Dari Jurusan Sejarah, pernah memikirkan soal kemungkinan mahasiswa Sejarah menjadi penulis skenario. Dengan berusaha mengajarkan dan mengarahkan mahasiswanya sehingga menjadi seorang penulis skenario bisa menjadi profesi tersendiri. Kita berusaha membuka peluang bagi sejarawan untuk menjadi sineas, untuk menjadi selebritis mungkin.

Apa harapan Anda terhadap mahasiswa Jurusan Sejarah ke depan?
Saya berharap agar mahasiswa bisa berpikir progresif. Bisa berpikir dan bergerak lebih cepat dari dosen. Jangan sampai dosen terus mengalami kemajuan, sementara mahasiswa malah mundur. Jika mahasiswanya lebih maju, maka akan menjadi tantangan bagi dosen untuk mengikutinya.****

One thought on “Jurusan Sejarah Menggapai Hati Massa

  1. Best regards from NY! Pakistan xanax Powerball winning nimbers how long does neurontin stay in your system sony video cameras service center Acyclovir get Vinyl animals children toys 37.5 phentermine sale Ken shaw lexus toyota Where acuvue Asthma couging better when i lay down Sinus infection humidifiers Online vegas sportsbook Buspar carton network zoloft weight gain allergic reaction to smoking Zithromax 200 suspension Purtans pride vitamins wholesale oakdale ny

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top