mengetahui acara seminar yg diadakan bem itu memang besar, maka kalian cari tau dulu info sebelum hari h. siapa narsumnya, nanti format diskusinya apa, yang akan dibicarakan apa, sampai ke profil pembicaranya, jadi kalian sudah tahu isu apa yang menarik untuk ditanyakan ke narsum nanti. persoalan panitia tak mau kasih bocoran, ini soal kalian menembus narasumber, panitia dalam hal ini bagian dari lingakaran sumber. kalau panitia sama-2 teman saja nggak bisa, bagaimana kalau even ini dihandle oleh orang luar. nggak bisa dengan satu panitia, cari panitia lain, kalau mungkin panitia yang kalian temui memang lagi repot, atau memang personal yang kurang gaul. bisa juga, mungkin loh, komunikasi kalian yang kurang bagus.
jika sebelum acara sudah ada briefing antara panitia dan para wartawan, dan sudah ada kesepakatan, baiknya memang mematuhi kesepakatan bersama. jadi etis dan tidak etisnya di sini. jadi kalau sudah ada kespakatan, karena kalau semua minta jatah, sementara waktunya mepet, jadi wawancara hanya bisa rame2. nah kalau ada yang nyelonong, entah karena tidak tahu, atau mereka memang tau, dan ini tak etis. ya hukumnya moral tadi, sesama teman. bisa jadi, gara2 narsum sudah diwawancarai, dia merasa tak perlu lagi untuk gelar jumpa pers.
lain kali, kalau model acara begini, kalian korek dulu dari panitia, mengenai apa acaranya, siapa pembicaranya, dan untuk tahu profil pembicaranya, bisa cari tahu sendiri. sebelum acara, malamnya pembiucara nginep di mana, kalian bisa samperi, kalau kalian bisa secanggih ini, wawancaranya bisa lebih rileks, tentu bukan semata2 mengejar info aktual, ini kebanyakan yang dikejar wartawan harian, berita aktual, bukan isu dibalik isu, nah krucil hawe lebih keren, bukan sekedar wartawan konperensi pers, kalaupun hanya punya waktu di konferensi pers, siapakan pertanyaan yang tajam, bagaimana agar bis adapat waktu bertanya, ya itu soal kemampuan personal kalian, dan apa yang dilakukan mamad ini, sudah merupakan satu latihan. jadi tetep semangat!
]]>