Menyoal Sepeda Kampus


Oleh : Citra Pertiwi*
Reporter : Syarifudin, Umi Lutfiyah, Choerul Anam
Awal tahun 2012, terdapat sejumlah sepeda yang menempati lantai 1 Gedung FIB. Sebanyak 25 buah sepeda berwarna biru dan putih dengan nomor identitas dibelakang tempat duduknya itu juga tertempel lambang sebuah perusahaan bank di beberapa bagiannya. Sejak ditempatkan dibawah tangga lantai 1, belum ada sosialisasi dari birokrasi kampus berkenaan fungsi pengadaannya. Oleh karena itu, Hayamwuruk melakukan penelusuran lebih lanjut.
Tanda tanya awal yang muncul adalah mengenai asal sepeda. Dilihat dari lambang yang tertera di sepeda, disinyalir sepeda merupakan hibah dari salah satu perusahaan bank. Berdasar keterangan dari Hendrarti selaku PD II, sepeda yang dibagikan pada fakultas berasal dari UNDIP. Perihal penghibah sepeda, ia tidak mengetahui. “Universitas dapat bantuan, darimana saya nggak tahu, terus dibagikan ke fakultas. Tiap-tiap fakultas ada 25.”
Senada dengan PD II, Wahyudi sebagai Ketua UMPA (Umum dan Pengelolaan Aset) yang ditemui Hayamwuruk (13/03/12) mengatakan bahwa sepeda tersebut berasal dari UNDIP, mengenai pihak yang memberikan bantuan, Ia juga belum mengetahui.
Mujid Farihul Amin selaku PD III yang ditemui Hayamwuruk (14/0312) mengatakan bahwa salah satu sumber hibah sepeda berasal dari Bank Mandiri. “Dari Bank Mandiri, yang saya tahu waktu itu dari sana. Kalau dari bank lain saya tidak tahu,” jelasnya.
Menjawab kesimpangsiuran kabar yang beredar di kalangan mahasiswa mengenai program yang akan dilaksanakan berkenaan sepeda tersebut. Narasumber yang kami temui, baik PD II, PD III, dan Kepala UMPA memberikan keterangan yang kurang lebih sama. Bahwa untuk saat ini, adanya sepeda tersebut untuk mendukung kegiatan setiap hari Jumat yang telah dicanangkan UNDIP sebagai kegiatan olahraga; senam bersama dan bersepeda.
Lebih lanjut, PD II mengatakan bahwa sepeda tersebut dapat dipakai oleh dosen yang akan mengajar ke fakultas lain. Sedangkan untuk mahasiswa, apabila ada kegiatan yang diprakarsai secara komunal dan membutuhkan sepeda dapat meminjam melalui birokrasi kampus. Syaratnya harus terorganisir dan ada pihak yang bertanggung jawab. Wahyudi menerangkan, mahasiswa juga dapat meminjam sepeda pada hari Jumat pagi untuk mengikuti kegiatan olahraga.
Beberapa mahasiswa mengaku belum mengetahui prihal sepeda hibah tersebut bisa dipinjam. Dari wawancara yang dilakukan Hayamwuruk ke beberapa mahasiswa FIB, mereka belum mengetahui prosedur penggunaannya bagi mahasiswa. Amelia, mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2011 mengakui kurangnya sosialisasi berkenaan dengan sepeda tersebut. Namun, Amelia menganggap program sepeda santai setiap hari Jumat sangat bagus. Menurutnya, dengan bersepeda santai, mahasiswa FIB akan lebih sehat dan mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor. Ia menambahkan, lebih baik jika jumlah sepeda ditambah, mengingat jumlah mahasiswa FIB yang banyak.
Sependapat dengan Amelia, menurut Adhi (Sastra Indonesia 2011), sebagai mahasiswa Ia merasa bangga karena kampusnya telah memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengkampanyekan gerakan go green. Tapi Ia kurang setuju jika kegiatan ini hanya dilakukan setiap hari Jumat, alangkah baiknya jika sepeda tersebut bisa digunakan mahasiswa sebagai sarana transportasi tambahan.
Berkenaan dengan penempatan sepeda di lantai 1, tepatnya dibawah tangga. Adhi dan Amelia mengatakan bahwa hal itu agak mengganggu dan mengurangi keindahan tampilan lantai 1 FIB. Mereka menyarankan agar sepeda tersebut dibuatkan tempat khusus. Menanggapi hal hal ini, Mujid mengatakan bahwa tahun ini akan dibuatkan tempat tersendiri. Wahyudi menambahkan, apabila sudah ada ruang tersendiri, maka sepeda itu akan dipindahkan.***
**Penulis dan reporter merupakan peserta Magang LPM Hayamwuruk 2011. Reportase ini sebelumnya diterbitkan di Hawe Buletin4/Maret/2012 Edisi Magang.

One thought on “Menyoal Sepeda Kampus

Leave a Reply to Ju Um Ha Cancel reply

Your email address will not be published.

Back To Top