Semangat Awal di Magang Dasar 2013

https://pbs.twimg.com/media/BcTJSPACMAAn-2f.jpg 
Oleh
Lilin Subiyanti
*


Sabtu
(21/12) pagi, pintu masuk gedung A Fakultas Ilmu Budaya (FIB) sebelah selatan
terpasang kertas HVS ukuraan A4 yang bertuliskan “Magang Dasar Hayamwuruk 2013 Ruang
A.3.10”. Selain di pintu, kertas dengan tulisan yang sama juga terpasang di
tangga. Setelah mengikuti arah yang telah ditunjukkan pada kertas, tibalah di
sebuah ruang, yaitu A.3.10. Di depan ruang tersebut terdapat meja tempat
registrasi para calon magang Hayamwuruk 2013. Sedangkan di dalam ruangan
telah dipersiapkan segala macam perlengkapan untuk kelangsungan acara, seperti
beberapa kursi, meja, microphone, dan
LCD proyektor. MMT yang disorot melalui LCD proyektor merupakan background dari
judul acara, yaitu Magang Dasar Hayamwuruk 2013.
Magang
dasar Hayamwuruk merupakan salah satu langkah awal untuk masuk menjadi
pengelola Hayamwuruk. Oleh karena itu, progam magang dasar ini wajib diikuti
oleh calon magang untuk mengikuti tahap magang selanjutnya. Sebagaimana yang
tertuang dalam surat kontrak magang dasar Hayamwuruk, bahwa calon magang yang
mengikuti program ini secara otomatis telah menjadi anggota magang Hayamwuruk. Adapun acara magang ini diselenggarakan oleh Divisi Penelitian dan
Pengembangan (Litbang)  yang dipimpin oleh Annisa Intan Pratiwi. Sebelum
acara magang dasar ini diselenggarakan, setiap minggunya diadakan pertemuan rutin
para calon magang  yang juga dibawah asuhan Divisi Litbang .
Acara
yang diselenggrakan selama dua hari (21-22 Desember 2013) ini berjalan
dengan lancar. Pada hari pertama acara dimulai pukul 07.30 WIB dan pada hari
kedua dimulai pukul 08.30 WIB. Setiap peserta yang datang wajib melakukan
registrasi dengan melakukan tanda tangan pada daftar yang telah disediakan oleh
panitia. Sambil menunggu kedatangan para peserta, acara segera dibuka oleh dua
orang pembawa acara dari pengelola Hayamwuruk, yaitu Ayu Mumpuni dan Hendra Frianna.
Setelah
acara dibuka oleh pembawa acara, beberapa sambutan pun menjadi sesi awal
acara magang dasar Hayamwuruk. Adapun sambutan tersebut disampaikan oleh Indah Zumrotun
selaku ketua panitia  acara, Citra Pertiwi R. selaku Pemimpin Umum LPM
Hayamwuruk, dan sambutan terakhir yaitu dari Mujid Farihul Amin selaku
Pembantu Dekan III (PD III) FIB Undip. Dalam pidato sambutannya, Lelaki yang akrab disapa Pak Mujid ini sangat
apresiatif terhadap penyelenggaraan acara magang dasar Hayamwuruk. Meskipun
tanpa bantuan dana dari fakultas, tetapi acara ini tetap berjalan sesuai dengan
rencana.
Jargon
“Langkah Awal Menjadi Jurnalis” selalu diucapkan tiap pergantian sesi acara
pun turut menambah antusiasme serta menambah ramai acara. Jargon tersebut juga
dibarengi dengan jargon lain, “Refleksi Budaya dan Intelektualitas Mahasiswa”
yang merupakan jargon dari Hayamwuruk. Kedua jargon tersebut telah menjadi andalan
di kalangan anggota Hayamwuruk yang selalu di ucapkan secara kompak dan
semangat. Selain itu, di sela-sela acara terdapat ice breaking yang dipandu oleh para panitia
acara magang dasar. Permainan ini juga turut menambah semangat untuk para calon
magang maupun panitia. Baik jargon maupun ice
breaking
, keduanya bertujuan untuk mengurangi rasa jenuh, bosan, dan kantuk
setelah sesi materi jurnalistik.
Materi Dasar
Materi
jurnalistik disampaikan oleh pengelola maupun alumni Hayamwuruk yang telah
berpengalaman di bidang jurnalistik. Materi ini merupakan materi dasar yang
perlu diketahui oleh para calon anggota magang. Sedangkan untuk materi
jurnalistik lainnya akan disampaikan pada saat pertemuan rutin mingguan. Hal
ini dikarenakan banyaknya materi, praktik, dan penugasan yang tidak mungkin
dilakukan dalam waktu singkat. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa
pelatihan jurnalistik ini membutuhkan proses dan praktik langsung ke lapangan.
Pada
hari pertama diisi dengan materi dasar-dasar jurnalistik yang disampaikan oleh
Hasna Faudilla, yang merupakan pengelola Hayamwuruk tahun 2012/2013. Materi
dasar-dasar jurnalistik membahas tentang jenis-jenis berita, jenis produk
jurnalistik, sembilan elemen berita, dan lain-lain. Materi ini disampaikan
secara komunikasif, yaitu dengan melibatkan peserta dalam memberikan penjelasan
setiap poin materi.
Materi
kedua diisi oleh lelaki yang kerap disapa Kang Haye,  yang merupakan alumni Hayamwuruk. Beliau menyampaikan materi tentang
sikap-sikap kewartawanan. Kehadirannya memang sempat membuat tegang para calon
magang dasar, yaitu dengan menantang peserta untuk mengajukan pertanyaan
padahal materi belum disampaikan. Dan setelah beberapa peserta mengajukan
pertanyaan, beliau segera memberikan kritik dan motivasi bahwa seorang wartawan
harus mampu menyampaikan pertanyaan dengan kalimat tanya yang baik.
            Sedangkan materi ketiga diisi dengan
materi editing yang disampaikan oleh
Novia Rochmawati dari divisi Redaksi.  Materi terakhir di hari pertama ini sangat menarik dan tidak
membosankan. Hal ini dilihat dari keaktifan para peserta dalam menanggapi
pertanyaan dari pemateri. Materi ini termasuk materi dasar yang penting bagi
seorang jurnalis. Setelah materi selesai, mahasiswa semester lima tersebebut menantang para
peserta calon magang dasar untuk melakukan editing
secara bersama terhadap artikel berjudul “Tentang Pemira dan Antusiasme
Mahasiswa” oleh Diah Wahyu Asih.
            Materi tidak hanya selesai di materi
editing, malainkan masih dilanjutkan
pada hari kedua acara magang dasar Hayamwuruk 2013. Adapun materi pertama di
hari kedua ini membahas tentang layout
yang disampaikan oleh Iqbal Firmansyah. Materi tentang layout ini disampaikan secara
langsung kepada peserta dengan membagikan beberapa lembar fotokopian. Sehingga
materi yang ada dapat disimpan oleh calon magang dasar. Praktik membuat layout juga langsung dilakukan, yaitu
menggunakan bantuan aplikasi Adobe In
Design
. Meskipun hanya diperlihatkan melalui LCD proyektor, setidaknya peserta
magang dasar sedikit mengetahui tentang tata cara membuat layout sebuah majalah maupun buletin.
            Materi kedua diisi dengan materi
kajian budaya massa dan kehayamwurukan
yang disampaikan oleh alumni Hayamwuruk yang sering disapa Kang Aulia. Dalam menjelaskan materi,
beliau juga menyampaikan berbagai pengalaman dan pengetahuan kepada para
peserta. Oleh karenanya tidak heran jika banyak yang bertanya tentang kajian
budaya.
            Sedangkan materi ketiga sekaligus
materi terakhir disampaikan oleh Budi Maryono dengan judul materi ‘Menulis
Kreatif.’ Judul ini sangat serasi dengan latar belakang Pak Budi yang merupakan
seorang penulis fiksi. Beliau ini telah menulis banyak fiksi salah satunya yaitu tentang teenlit yang diterbitkan oleh Gramedia.
Dalam menyampaikan materi beliau lebih banyak memberikan trik-trik menulis secara kreatif. Selain itu beliau juga banyak
memberikan review singkat terhadap
beberapa karyanya yang diakses langsung melalui internet dengan alamat
http://www.ikibukuku.blogspot.com.
            Sebelum acara magang dasar ini
ditutup, para peserta calon magang diwajibkan melakukan tanda tangan kontrak di
selembar kertas yang telah disediakan oleh panitia. Setelah dibacakan beberapa
ketentuan tentang kontrak magang dasar oleh Pemimpin Litbang yaitu Annisa Intan
Pratiwi, maka calon magang telah sah ditetapkan sebagai anggota magang Hayamwuruk 2013. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan foto bersama antara
anggota magang dan pengelola Hayamwuruk.

***

*) Penulis adalah anggota Magang Hayamwuruk 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top