Korupsi Masih Jadi Persoalan Elitis

Suasana di hadapan panggung mulai ramai setelah grup
musik Timiki Endonesia melantunkan lagu ketiga: Pitik Makan Tahu. Lagu tersebut
merupakan lagu terakhir yang dibawakan sebelum MC membuka acara diskusi
bertajuk “Seni Lawan Korupsi” di Taman Menteri Supeno (Taman KB), Semarang, Sabtu
malam (12/3). Acara tersebut terselenggara berkat kerjasama Pusat Telaah dan
Informasi Regional (Pattiro) dengan Dewan Kesenian Semarang (Dekase).
Diskusi yang dimoderatori oleh Daniel Hakikie (Sekretaris
Dekase) itu, menghadirkan Wawan Sujatmiko (Transparansi Internasional Indonesia), Budi Setiyono (Akademisi Undip) dan Rahmulyo Wibowo (Komisioner Komisi Informasi Provinsi). Namun, sebelum Daniel dan para pembicara
menaiki panggung, film “Anak Kandung Reformasi” terlebih dahulu diputar oleh
panitia.
Menurut Rahmulyo Wibowo, saat ini, korupsi masih dipandang sebagai
persoalan yang elitis dan eksklusif di Indonesia. Itulah sebabnya, partisipasi masyarakat terhadap
permasalahan korupsi terbilang rendah. Hal ini, seperti yang disampaikan Wawan Sujatmiko, menunjukkan bahwa Indeks
Persepsi korupsi (IPK) Indonesia yang masih berada di bawah rata-rata IPK
negara-negara di kawasan ASEAN. “Corupption Perception Index kita tidak
pernah beranjak dari angka 30, terakhir, kita naik Cuma 2 poin dari 34 menjadi
36” jelasnya.
Sependapat dengannya, Budi Setiyono mencontohkan bahwa jika di
Korea Selatan, kemajuan upaya pemberantasan korupsi terjadi sangat cepat berkat partisipasi
aktif dari masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). “Rakyat korsel
lebih fokus ketika memerangi korupsi, mereka mengidentifikasi spot-spot yang
paling urgent untuk ditangani, lalu kemudian LSM yang menagani bergerak secara
khusus untuk menangani persoalan itu“ kata akademisi yang juga Pembantu Rektor
III Undip tersebut. 
 
Sayangnya, karena keterbatasan waktu, diskusi hanya berjalan
selama kurang dari satu jam dan tak ada sesi tanya jawab. Setelah Daniel mengakhiri
diskusi, acara dikembalikan kepada MC dan ditutup dengan pemutaran film “Asa
Di Kekait Daye” lalu penampilan grup musik asal Semarang, Kandidat.


(Hendra Friana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top