Pemira Ilpus Minim Partisipasi

Suasana Orasi Calon Ketua HMJ Ilmu Perpustakaan
Sore hari (8/3), suasana kampus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Tembalang masih ramai.
Menjelang pukul 16.00 WIB terlihat beberapa mahasiswa mulai menyiapkan deretan
kursi dan sound system
di Joglo FIB. Di tempat tersebut akan digelar Orasi calon ketua HMJ (Himpunan
Mahasiswa Jurusan) Ilmu Perpustakaan 2016.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Pemira (Pemilihan Raya) HMJ Ilmu Perpustakaan untuk
mendapatkan ketua HMJ yang baru, menggantikan Raki Faisal Anas, ketua HMJ Ilmu
Perpustakaan yang telah demisioner. 
Diakui oleh Anas, sapaan akrabnya, bahwa Pemira tergolong terlambat sebab kepengurusannya telah selesai sejak
Januari 2016 lalu.
Masa liburan menjadai salah satu kendala dalam pelaksanaan Pemira. Ia mengatakan
kebanyakan anggota telah lebih dulu pulang sebelum Komite Pemilihan Raya (KPR)
terbentuk. Karenanya, Pemira Ilpus baru bisa digelar Maret ini. 
Orasi baru dimulai ketika jarum jam sudah melewati angka empat.
Suasana pun masih sepi peminat. Terhitung hanya belasan mahasiswa Ilmu
Perpustakaan yang duduk mendekat di Joglo, ketika acara dibuka oleh MC (Master
of Ceremony
).
Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan, Rukiyah, menyinggung ihwal minimnya partisipasi
mahasiswa dalam acara tersebut saat memberikan sambutan.
Menanggapi sepinya peminat, Ketua KPR, Widia
Nursetyaningsih berpendapat, bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi lewat
media sosial dan mengajak Komting (Komando Tingkat) masing-masing angkatan
untuk bekerjasama.
“Ya mungkin karena hari ini Selasa
dan besok libur, jadi mungkin udah pada pulang”,
ujarnya. Selain itu, sedikitnya jumlah anggota KPR juga dianggap
sebagai penyebab turunyya antusiasme terhadap Pemira.
Setelah sambutan, kedua calon ketua
menyampaikan visi misi mereka, lalu dilanjutkan dengan pertanyaan dari para
panelis: Anas, Rukiyah dan Ika yang menyusul kemudian. Selain panelis,
pertanyaan juga terlontar dari mahasiswa yang ikut menyaksikan jalannya acara. Bagus,
mahasiswa Ilpus 2014, menanyakan perihal penyampaian visi misi kedua calon yang
terkesan sama sehingga menganggap terselenggaranya Pemira adalah supaya tidak
aklamasi. Tapi anggapan tersebut ditampik oleh kedua calon. Selain itu, isu
Telminas (Temu Ilmiah Mahasiswa Nasional) juga menjadi isu yang dibicarakan
selama orasi berlangsung.
Meski terkendala banyak hal, HMJ Ilmu Perpustakaan tahun ini mampu melaksanakan Pemira. Hal yang berbeda dari tahun sebelumnya ketika
Anas terpilih secara aklamasi.
 “Jadi waktu saya jadi ketua itu dipilih
aklamasi. Jadi saya pengennya sekarang tuh jangan aklamasi lah, biar
kelihatan ada sistem demokrasinya di Ilpus (Ilmu Perpustakaan, red.)” terang
Anas.

KPR sempat terpaksa memperpanjang waktu pendaftaran
selama dua hari, karena pada tenggat waktu yang telah ditentukan, belum ada
satu pun mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang mendaftar. Baru pada H-1 penutupan,
tiga calon sekaligus mendaftar. Tapi salah satu calon gugur dalam seleksi
berkas dan menyisakan Anisa Russitawati Abdillah dan Adi Nugroho sebagai calon
tetap. 
Ditemui usai acara, Anisa ingin mengajak semua mahasiswa Ilmu
Perpustakaan untuk melek terhadap organisasi dan memaksimalkan program kerja
yang sudah ada, serta memperbaiki timeline kegiatan HMJ Ilmu
Perpustakaan agar tak saling berbenturan. Sementara itu, Adi yang juga ditemui
secara terpisah mengungkapkan bahwa dirinya lebih fokus pada minat bakat dari
mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan bagaimana mewadahi serta mengembangkannya.
(Fakhrun Nisa/Faidah Ummu S/Arifin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top