Punya Gedung Baru, Fib Adakan Lagi Wisuda Fakultas

Jumlah mobil di halaman parkir Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip terlihat
lebih banyak dari hari-hari biasanya, Selasa siang (26/4). Hal tersebut berkaitan dengan wisuda yang
sedang diselenggarakan di Gedung Serbaguna FIB. Wisuda
fakultas yang ke-142 itu bisa dibilang cukup asing, karena sudah setahun lebih
FIB meniadakan wisuda fakultas. Sebelumnya, perayaan wisuda bagi wisudawan dan
wisudawati FIB hanya dilaksanakan dalam rangkaian wisuda universitas.

Diadakannya kembali wisuda fakultas ini menimbulkan
banyak pertanyaan di benak mahasiswa. Untuk mengatasi rasa penasaran tim
Hayamwuruk telah melakukan wawancara dengan Dekan FIB, Redyanto Noor, seusai
acara. Menurutnya, kegiatan ini diselenggarakan atas keinginan bersama,
sehingga sebagai Dekan, Redyanto membuat kebijakan untuk mengadakan kembali
wisuda fakultas. Keresahan Redyanto juga menjadi bahan pertimbangan lain untuk
membuat kebijakan tersebut. Redyanto bercerita bahwa sebagai orang tua, dirinya
pernah datang ke wisuda universitas dan tidak mendapatkan tempat di dalam
karena keterbatasan ruang. “Makanya saya menganggap kalau ini perlu diadakan
lagi untuk menghormati orang tua. Paling tidak orang tua pernah datang ke
tempat anaknya belajar, ke FIB, tempat kuliahnya begini, kumuh, biar mereka
tahu”, tuturnya.

Dalam penyelenggaraan wisuda fakultas ini, pihak FIB
berusaha untuk tidak terlalu membebani mahasiswa dan orang tua. Upaya yang
telah dilakukan adalah dengan mengatur jadwal wisuda yang dijadikan satu hari
dengan wisuda universitas. Diharapkan bahwa orang tua yang datang jauh dari
luar kota tidak perlu sampai menginap dan mengeluarkan biaya lebih. “Kalau
berbeda hari dengan universitas maka orang tua harus menginap ya to?
Semalam dua malam gitu to? Itu memberatkan dari segi keuangan. Itu juga
orang tua harus meninggalkan pekerjaan, daerah asalnya. Kalau begini kan sehari
selesai, dateng pagi-pagi, sore mungkin sudah bisa pulang”, tambah
Redyanto.

Sebanyak 126 mahasiswa FIB dari berbagai jurusan dan program
studi mengikuti wisuda fakultas. Untuk mengikuti wisuda fakultas ini, setiap
wisudawan dan wisudawati harus membayar sebesar Rp 100.000,-. Jumlah ini
termasuk lebih murah dibanding wisuda fakultas sebelumnya yang digelar di
hotel. Biaya yang dibayar oleh wisudawan/wati digunakan untuk konsumsi, sewa
kursi dan lainnya. Hal ini dilakukan karena agenda wisuda fakultas tidak masuk
dalam anggaran fakultas dan tidak mendapat dana dari rektorat.

Selesai acara, area corp circle dipenuhi oleh
wisudawan/wati untuk berfoto bersama keluarga dan kerabat. Mereka terlihat
lebih leluasa untuk foto dibanding ketika di Gedung Soedarto, tempat
pelaksanaan wisuda universitas. Pasalnya, banyak penjaja bunga dan makanan yang
mengokupasi lahan di area halaman Gedung Soedarto yang membuat ruang gerak
terbatas.
Galuh Eka Maharani, salah satu wisudawati angkatan 2011
beranggapan bahwa wisuda fakultas yang digelar kali ini memudahkan mahasiswa
karena digelar di fakultas. “Wisuda fakultas ini memuaskan kok. Walaupun
menurut pendapat saya dan temen-temen tuh kurang mateng, tapi setelah tadi
pelaksanaan, luar biasa”, lanjutnya. Ibunda Galuh, Retno Ningsih yang berasal
dari Pekalongan juga turut mengungkapkan kebahagiaannya kepada tim Hayamwuruk.
“Iya bahagia banget sudah bisa membawa anak saya menjadi sarjana”, ujarnya.

Wisudawan lainnya, Budi Susanto juga turut memberikan
tanggapan, “Satu tahun kemarin nggak ada, sekarang ada, ya lumayan. Kalau di
sini kan lebih mangkas biaya, gedungnya juga baru, jadi kan ngerasain yang
pertama”. Diakui Budi, bahwa wisuda fakultas kali ini dirasa kurang persiapan.
Beberapa konten acara dihilangkan, seperti penyerahan ijazah kepada
wisudawan/wati.

Redyanto menjelaskan bahwa penyerahan ijazah tidak
dilakukan di atas panggung karena dianggap menguras waktu banyak dan
dikhawatirkan mahasiswa akan terlambat untuk wisuda univesitas. Wisuda fakultas
berlangsung pendek dan singkat.
Keinginan untuk menampilkan kesenian Gambang Semarang
dan serangkaian tarian
juga tidak
di
realisasikan, karena waktu yang tidak mencukupi. Beberapa kekurangan juga tampak dalam penyelenggaraan
wisuda fakultas kali ini. Background yang terpasang misalnya, tidak
mencantumkan kata ‘Wisudawati’, tetapi hanya ‘Wisudawan’. “
Karena
ini baru pertama kali sehingga ada banyak kekurangan, termasuk background tadi.
Nanti akan dievaluasi dan harus ada pembenahan-pembenahan
”, terang Redyanto.

Wisuda fakultas akan
digelar sebanyak empat kali dalam setahun, yakni pada bulan Januari, April,
Juli, dan Oktober. Agenda ini akan mengikuti jadwal wisuda universitas. 
(HW/Fakhrun Nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top