Dua Calon Ketua BEM Undip Berasal dari Senat Mahasiswa

dua pasang calon Ketua-Wakil Ketua BEM Undip

Tak lama lagi
mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) akan melangsungkan pesta demokrasi;
Pemilihan Raya (Pemira). Berbagai tahapan telah dilakukan oleh Panitia Pemilihan
(Panlih) Undip guna mempersiapkan terselenggaranya pesta demokrasi tersebut.
Salah satunya adalah pembukaan pendaftaraan calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM) yang dilaksanakan pada tanggal 7 hingga 14 Oktober 2016 lalu.

Hingga sore 14 Okteber
kemarin, tercatat sudah terdapat dua pasang calon yang mengajukan diri menjadi
calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip tahun 2017. Mereka adalah pasangan Jadug
Trimulyo-Aang Munawar dan M. Dzakki– M. Arif Rachman.

Baik Jadug dan
Dzakki memiliki alasan tersendiri dalam pencalonan ketua BEM ini. Ketika diwawancarai
Hayamwuruk, Jadug yang merupakan mahasiswa jurusan Hubungan Internasional,
hanya menjawab singkat. “Karena saya punya gagasan” itulah jawaban yang
melatarbelakanginya mencalonkan diri. Sedangkan Dzakki memiliki jawaban yang berbeda.
“Kita sama-sama sadar bahwa Undip ini demokrasinya sudah mulai mengikis, maka
saya sendiri berusaha turut serta dalam pesta demokrasi ini” terang Dzakki.

            Sedangkan
ketika ditanya mengenai alasan menggandeng wakil yang mereka ajukan, keduanya
memiliki alasan yang sama, yaitu memiliki pemikiran dan ide yang sejalan.
“Karena cocok aja dalam banyak hal”
kata Jadug. Sama halnya ketika mereka dimintai pendapat mengenai BEM tahun 2016.
Keduanya juga menjawab bahwa programnya sudah baik, hanya saja ada beberapa hal
yang harus ditingkatkan. Namun, Dzakki memiliki jawaban tambahan. “Saya pribadi
sedikit kecewa dengan acara Fun Day Night
ketika dibatalkan, ada stand-stand yang dirugikan, namun yang lebih saya
herankan adalah penetapan tanggal pelaksanaannya yang dirasa kurang sesuai
dengan kondisi kampus” tuturnya.


            Dzakki
yang cenderung terbuka menyatakan bahwa ia dan wakilnya mengusung visi dengan
tema kerakyatan dengan misinya adalah BEM Undip yang mengedepankan pergerakan
serentak berasaskan gotong royong. Sedangkan Jadug yang terkesan tertutup hanya
menjawab “Panjang, nanti baru boleh kalau lolos verifikasi”. Begitupun ketika
ditanya mengenai inovasi-inovasi yang akan dilakukan ketika terpilih menjadi
ketua bem, Jadug lagi-lagi menjawab dengan singkat “Itu nanti di grand design, mbak”.


            Perlu
diketahui pula bahwa Jadug dan Dzakki sebelumnya merupakan ketua Senat
Mahasiswa FISIP dan Wakil Ketua Senat Mahasiswa FH. Ketika ditanya alasan
beralih dari bidang legislatif menjadi eksekutif, salah satu dari mereka, yaitu
Jadug menjawab bahwa ruang lingkup untuk memberi kebermanfaatan umum lebih
besar di bidang eksekutif.
            Kita
tidak bisa menebak apakah Jadug atau Dzakki yang nantinya berhak menduduki
jabatan ketua BEM Undip tahun 2017. Terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang
mereka miliki, tentunya salah satu dari merekayang terpilih akan mengemban harapan
seluruh mahasiswa Undip. Besar harapan warga Undip agar pemimpin, ketua bem,
yang mampu menyelaraskan aspek-aspek kehidupan di Undip.  
(HW/Dwi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top