PPMI DK Semarang Selenggarakan Muskot ke-XVIII



Tak seperti biasanya, pagi itu (10/12) Aula Kampus
II Univeritas Wahid Hasyim (Unwahas) dipenuhi oleh puluhan aktivis
Pers Mahasiswa
(Pers Mahasiswa). Mereka, awak Persma itu, datang dari
sekitar Semarang dan Salatiga untuk menghadiri Musyawarah Kota PPMI (Perhimpunan
Pers Mahasiswa Indonesia) Dewan Kota Semarang, yang diselenggarakan oleh LPM
(Lembaga Pers Mahasiswa) Menteng. Pemilihan Unnwahas dan LPM Menteneng sebagai
tuan rumah penyelenggaraan Muskot ke-XVIII itu disepakati dalam acara diskusi dan
buka puasa bersama PPMI DK Semarang, 13 Juni silam. 

Mengusung tema “Konsolidasi
Gerakan; Meneguhkan Semangat Juang Pers Mahasiswa, kegiatan dibuka oleh Plt.
Rektor
Unwahas, Dr. H. Mudzakir Ali, MA.
Dalam
sambutannya,
ia sempat mengatakan bahwa Pers Mahasiswa
harus memberitakan hal-hal yang bagus dari kampus. Dengan demikian, citra
kampus akan bagus juga di mata masyarakat luas. Selain itu, ia juga berharap
pers mahasiswa akan bermitra dengan pihak universitas, agar dapat bersama-sama
memajukan universitas.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan
diskusi dan
peluncuran
Buletin promenteng bertajuk Gedung PKM vs Independensi Mahasiswa. Diskusi dipimpin oleh Abdul Arif, dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan
Fahmi
Ashshidiq
, Sekjend
PPMI DK Semarang
. Selain
diskusi, agenda lain dalam Muskot adalah laporan pertanggungjawaban pengurus
PPMI
DK Semarang periode
2015/2016
, serta
pemilihan Sekjend baru untuk kepengurusan yang selanjutnya.
 Pembacaan
Laporan Pertanggungjawaban
dimulai dari Sekretaris Jendral, Koordinator Biro Umum dan dilanjut berturut-turut oleh BPK
Litbang, Advokasi, Ja
ringan Kerja, dan Media.

Meski ada sebagian program kerja yang tidak terlaksana atau
belum terlaksana dengan baik, tapi para peserta yang hadir memutuskan untuk
menerima laporan pertanggungjawaban pengurus PPMI periode 2015/2016
tersebut. Hal itu lantaran peserta memaklumi kondisi PPMI
DK Semarang yang baru saja bangkit dari ke
vakuman selama
hampir lebih dua tahun.

Selain itu, dibahas pula rancangan program
kerja
yang dibagi ke dalam tiga komisi: A, B
dan C. Rancangan tersebut nantinya akan diusulkan di Musyawarah Kerja Kota yang
akan diselenggarakan setelah terpilihnya Sekjend Dewan Kota yang baru.

Komisi
A
, yang membahas tentang keorganisasian, mengusulkan untuk adanya program door to door (kunjungan yang dilakukan
ke setiap universitas), forum Pimpinan Umum
(PU),
safari agenda LPM, inventarisasi, iuran yang dilakukan setiap tahun dengan
besaran Rp 100.000,00, serta penguatan LPM di masing-masing universitas.

Komisi
B, yang me
mbahas
advokasi
dan media,
mengusulkan dua program kerja
 untuk advokasi dan satu program untuk media. Untuk
advokasi, diusulkan adanya diskusi bulanan yang salah satunya akan disisipi oleh
simulasi advokasi oleh PPMI, dan program advokasi bagi Persma yang aturannya
mengacu pada PPMI nasional. Sementara
, untuk Media, program yang diusulkan adalah
optimalisasi website PPMI dengan dibantu oleh LPM-LPM yang tergabung dalam PPMI
DK Semarang.

Sedangkan
komisi C, sebagai bidang yang
membahas
masalah kaderisasi dan jaringan kerja
,
mengusulkan beberapa program kerja, antara lain
: komunikasi yang lebih intens ke tiap-tiap LPM,
camp/makrab jurnalistik, diskusi angkringan,
optimalisasi grup, pengadaan materi PPMI di setiap PJTD yang diadakan oleh LPM,
pembagian wilayah, serta delegasi untuk pengurus PPMI yang ditentukan oleh P
emimpin Umum tiap LPM(HW/ Qonita)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top