60 Tahun Undip: Revitalisasi Pembangunan Infrastruktur Undip dalam Menyambut Tantangan Global


Selasa pagi
(17/10),
stadion Uiversitas Diponegoro (Undip) nampak ramai
dengan ribuan mahasiswa baru yang mengenakan pakaian putih hitam. Mereka berbondong-bondong
memasuki lapangan stadion untuk ikut meramaikan upacara dalam rangka
Dies
Natalis
Undip ke-60.

Upacara ini dihadiri oleh ribuan tamu undangan. Diantaranya, mahasiswa baru Undip,yang diundang secara resmi dengan embel-embel ODM jilid
2.
Ada juga mahasiswa-mahasiswa dari Perguruan Tinggi lain di Semarang. Antara lain, beberapa
mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Semarang (USM),
Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus),
dan beberapa Perguruan Tinggi lain, yang notabenenya adalah mahasiswa-mahasiswa
penerima Bidikmisi.

Sholikhah, salah satu
tamu undangan dari UIN Walisongo menjelaskan, “Dari UIN ada 20 mahasiswa
yang diundang. Semuanya mahasiswa Bidikmisi. Sepuluh orang dari angkatan saya,
angkatan 2015, dan sisanya adik tingkat saya, angkatan 2016
,
tuturnya.

Dies
Natalis
kali ini adalah salah satu acara istimewa di Undip,
karena
turutmenghadirkanPresidenke 7 Indonesia,
Ir. H. JokoWidodo
(Jokowi) untuk memberikan orasi. Ada juga beberapa
orang dari kabinet kerja Jokowi, seperti Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan
Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir dan wakil ketua DPR RI, Ir. Taufik Kurniawan,
yang keduanya juga merupakan alumni Undip . Selain itu, nampak pula 
GubernurJawa Tengah,
H. GanjarPranowo, SH, M.IP
duduk di antara para tamu undangan.

Untuk menyambut
kedatangan Jokowi
, banyak hal yang dilakukan oleh
pihak Undip untuk membuat Undip terlihat lebih indah dan tertata. Diantaranya
dengan
penataan taman sepanjang jalan menuju ke stadion, perbaikan lampu di dekat Rusunawa, dan pemasangan kembali rak buku berbentuk burung garuda di stadion.

Pada pagi hari sebelum
upacara, juga disediakan beberapa armada bus untuk mengangantarkan mahasiswa ke
stadion. Selain keindahan, kemanan saat upacara juga menjadi suatu hal yang
wajib. P
enyediaan metal detector digalakkan dalam mewujudkan keamanan acara.

Dalam orasinya, Jokowi mengemukakan perihal harapannya, agar
universitas-universitas di
Indonesia
untuk
menjadi garda terdepan dalam transisi zaman yang semakin canggih.

Dalam hal ini, Universitas diminta melakukan antisipasi terhadap perubahan lanskap ekonomi, politik maupun infrastruktur secara global yang mengalir begitu cepat. Jika antisipasi tidak dilakukan, maka Indonesia akan mengalami culture shock dengan perubahan global yang selalu
terjadi
.

Universitas tidak boleh stagnan dalam berproses.
Namun,harus berani
dalam mendongkrak perubahan sistem offline menjadi online.Universitas
juga sudah harus
memikirkan tantangan globalisasi berbasiartificial intelligent,”
ujar orang nomor satu
di Indonesia itu.

Dalam Dies Natalis ke 60 ini, Undip
mengusung tema”Menuju Undip Sebagai Universitas 500 Besar Di Dunia: Riset
Untuk Rakyat”. Pada kesempatan ini pula, Undip memperlihatkan kepada
presiden mengenai hasil riset dari dosen peneliti dan mahasiswa Undip.
Hasil-hasil riset yang berupa alat tersebut adalah alat untuk mengawetkan beras
dan sayuran atau hasil panen, D’ozon dan alat untuk mengawetkan hasil laut,
teknologi asap cair.

Yos juga mengungkapkan,bahwa Undip akan terus bekerja keras, ikut mendorong peningkatan nama baik bangsa Indonesia di
matadunia. Melalui
lulusan
yang berkualitas
serta menghasilkan produk dan kebijakan yang akan membawa bangsa Indonesia
menjadibangsa yang produktif, inovatif, maju, dan modern.

Selaras dengan
pernyataan Undip adalah kampus rakyat, Yos juga mengatakan, j
ika adamahasiswa yang tidak mampu membayar dan meneruskan semesternya karena terpaut oleh beban ekonomi yang berat.
Maka, diperbolehkan banding UKT
sesuai dengan golongannya.

Meskipun terkesan
singkat, namun acara upacara Dies Natalis Undip ke 60 ini cukup berkesan di
mata para tamu undangan. Setelah beberapa sambutan dari Rektor dan dilanjutkan
dengan orasi ilmiah oleh Presiden Joko Widodo, acara ini ditutup dengan
pembacaan doa.

“Acaranya bagus,
cukup memuaskan, ada pak Jokowi datang ke sini, snacknya juga memadai. Ya,
walaupun tempatnya becek begini, tapi bagus kok
, ” ujar Suryo Bintoro,
mahasiswa baru jurusan Akutansi, Sekokah Vokasi (SV).

Sementara itu, ketua
panitia Dies Natalis ke 60 ini, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr.
Suharnomo berharap, dengan kedatangan Presiden Joko Widodo dapat memberikan
motivasi dan dorongan bagi
para mahasiswa dan
dosen untuk dapat mengembangkan lagi inovasi dan karya yang
diciptakan. Sehingga hasil riset yang sudah
dilakukan oleh mereka tidak sia-sia begitu saja, tapi bisa benar-benar
terealisasikan dan agar nantinya dapat berguna bagi masyarakat.

(HW/Erna, Qonita)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top