Aab-Ibad Unggul di Penghitungan Suara Pemira 2017

Dokumentasi gambar : Official Account Line Pemira Undip 2017

Masa pemilihan
Presiden dan Wakil Presiden BEM Undip masa jabatan 2018 telah usai.
Penghitungan suara pun juga telah dilakukan. Menurut quick count atau
hasil penghitungan sementara, 
Abdurrohman H (Aab) – Ibadurrahman (Ibad) lah yang menang melawan Jonris P Nainggolan (Jonris) – Usman Andriyanto (Usman) hampir di duabelas fakultas di Undip.


Dengan mengusung
jargon ‘Simfoni Karya Undip’, Aab-Ibad unggul dengan suara sebanyak 8.377 dari
delapan fakultas. Yaitu, Fakultas Teknik (FT), Fakultas Kesehatan Masyarakat
(FKM), Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas
Psikologi (FPsi), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB),
serta Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP). Sedangkan Jonris-Usman harus
puas hanya dengan 7.285 suara dan unggul di empat fakultas yang tersisa.
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), serta di Sekolah Vokasi (SV).

Meskipun sempat
terkendala masalah saat penghitungan suara, namun hal-hal itu tidak mempengaruhi
kemenangan Abad-Ibad dalam pemira kali ini. Kendala-kendala tersebut,
diantaranya adalah DPT (Daftar Pemilih Tetap) dari FEB yang jumlahnya lebih
banyak dari surat suara yang telah dihitung.

Selain itu, ada juga
surat suara dari pemilihan ketua BEM SV yang tercampur dengan surat suara untuk
pemilihan Presiden dan Wakil Presiden BEM Undip di TPS (Tempat Pemungutan
Suara) 19, FSM.

“Sebenarnya
secara keseluruhan, acara berlangsung cukup lancar. Tapi masih ada kekurangan
saat pencoblosan. Misalnya, kayak di FEB, jumlah DPT nya tidak sesuai
dengan jumlah surat suaranya. Hal itu sebenarnya masih janggal, sih.”
Ujar Fakkar Dafin Naufan, ketua Pantia Pengawasan (Panwas)  
Pemilihan
Umum Raya (Pemira)
Undip 2017.


Menanggapi perihal
kemenangan ini, Aab-Ibad mengatakan bahwa pemira ini adalah pembelajaran bagi
mereka, pun bagi lawan mereka, Jonris-Usman. Bahwa politik itu tidak selalu
‘kotor’.

Pergolakan yang
terjadi di dunia politik juga tidak sepantasnya untuk dijadikan perpecahan
antara satu orang dengan orang lain. Berada di dunia politik memang mengh
aruskan bagi para
pelakunya untuk dapat mengambil keputusan dengan bijak dan memikirkannya dengan
matang terlebih dulu.

Pasangan
bernomor urut dua ini mengatakan, hal pertama yang akan mereka lakukan saat
periode awal kepemimpinan adalah bertemu dengan para pimpinan fakultas yang
telah terpilih
dengan tujuan
memberikan selamat
secara langung bagi
pemimpin-pemimin baru.
“Itu
untuk yang pertama bis
a
memberikan ucapan selamat secara lisan langsung. Kedua, memberikan penghargaan
pada mereka. Karena dalam misi kita, budaya apresiasi secara personal itu
penting
, tuturnya.

Selain
itu ada juga program unggulan yang telah mereka canangkan, seperti Undip
Information Center, kamp
ung simfoni, dan simfoni
green hab
bit.

Kemenangan Abad-Ibad
dalam pemungutan suara memang belum diresmikan, karena masih ada masa banding yang
akan dilakukan hingga
Kamis (23/11) nanti. Namun,
Taqiyuddin Ja’far, ketua panlih 2017 ini berharap untuk Presiden dan Wakil
Presiden BEM Undip yang terpilih dapat menata kembali tujuan dan niatnya.
Sehingga, saat sudah disahkan nanti, mereka dapat langsung bergerak, berkarya,
memfasilitasi, serta mengayomi seluruh mahasiswa.
Reporter : Ulil, Arun, Erna, Habib,
Iftaqul, Qonita
Penulis : Qonita

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top