Panlih Undip Sempat Kehilangan Banner dan Berkas

Dokumentasi gambar: Official Acount Line Pemira Undip 2017

Panitia Pemilihan (Panlih) Pemilihan Umum Raya (Pemira) Undip mengaku kehilangan
berkas dan banner kampanye yang biasa
digunakan dalam setiap roadshow
kampanye ke fakultas-fakultas. Ketua Panlih Pemira Undip 2017, Taqiyuddin
Ja’far, menjelaskan bahwa kehilangan tersebut terjadi usai kampanye di Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Jumat, (3/11).

Lebih lanjut, Taqiyuddin menuturkan berkas Panlih yang hilang berisi
fotokopi grand desain organisasi Pasangan
calon (Paslon) BEM Undip 2018 dan esai calon Majelis Wali Amanat (MWA). “Seinget
saya, saya serahkan ke anggota (Panlih) dan kurang ingat siapa,” ucap
Taqiyuddin di Student Center, Kamis,
(16/11).

Menurut Taqiyuddin, penyebab kehilangan tersebut belum diketahui secara
pasti. Terdapat dua kemungkinan penyebab kejadian tersebut; tertinggal setelah
kampanye di FPIK berlangsung atau ketika Sekretariat Panlih dalam keadaan tidak
terkunci.

“Saya juga belum bisa memastikan itu ketika setelah kampanye di FPIK
kita tinggal, atau memang sudah kita letakkan di sekre. Tapi memang
probabilitasnya kemungkinannya  dua itu sih, antara kita lalai meninggalkan
sekre dalam keadaan tidak terkunci (ketika ditinggal sebentar)  dimana disitu ada berkas-berkasnya, atau  tidak kebawa ketika di FPIK,” tambahnya.

Kehilangan banner tersebut
baru disadari Panlih ketika kampanye di Fakultas Sains dan Matematika (FSM) dilaksanakan,
Senin (6/11). Setelah menyadari kejadian tersebut, Panlih memutuskan untuk membuat
banner baru. “Banner-nya belum ketemu, ini sangat baru, di kampanye selanjutnya
(FSM) kita cetak (banner baru),”
tuturnya.

Sementara itu Fakar Dafin Naufan, ketua Panitia Pengawas (Panwas) Pemira
Undip 2017, mengaku hanya mengetahui sedikit kejadian Panlih yang sempat
mengalami kehilangan berkas dan banner.
“Saya tidak terlalu paham masalahnya, tapi tiba-tiba ketika hari berikutnya itu
sudah ketemu jadi saya pikir hal itu sudah selesai. Tapi yang untuk grand desain itu saya tidak terlalu follow up, “ tuturnya di Student Center, Kamis, (16/11).

Ahmad Izzudin, ketua Senat Undip, mengaku sudah mengetahui perihal kehilangan
banner yang dialami Panlih sejak
kampanye di FPIK. Selain itu, Panlih dan Panwas juga telah mengkomunikasikannya
kepada Senat Undip. Namun, ia tidak mengetahui penyebab kehilangan tersebut secara
pasti.

“Soal banner itu hilang di
FPIK yang saya tahu. Terus selanjutnya itu tidak dipakai dan baru dipakai hari
esoknya.  Kalau soal (penyebab) hilang
saya tidak tahu pasti gitu ya, entah itu sabotase atau memang kealpaan dari
penyelenggara,” ucapnya di Sekretariat Senat Undip, Student Center, Senin (20/11/2017).

Ketika ditanya perihal kehilangan tersebut, semua pasangan calon BEM
Undip 2018 mengaku mengetahui kejadian tersebut.  Pasangan calon
(paslon) nomor  urut 1, Johnris Nainggolan (Jonris)–Usman
 Andriyanto (Usman),
mengatakan masih belum mengetahui alasan
hilangnya berkas dan banner Panlih,
namun mereka tetap memakluminya. “Awal itu kalau dari aku pribadi masih
memaklumi banner dan berkas hilang di
FPIK,  tapi alasan hilangnya masih belum
jelas,” ucapnya,


Sedangkan Paslon calon nomor urut 2, Abdurrohman
H. (Aab)-Ibadurrahman (Ibad), menuturkan,
“Kalau aku itu karena kurang perhatian mungkin sama banner-nya jadi lupa ditaruh dimana. Habis
itu ketinggalan kan mereka kan roadshow
ke fakultas-fakultas, tentunya setiap orang pun juga punya kesibukan masing-masing.
Mungkin PJ (Penanggung Jawab) untuk banner-nya
itu masih ada kegiatan-kegiatan yang mengharuskan dia kurang fokus,” ujarnya.

Reporter : Ulil, Arun, Erna, Habib,
Iftaqul, Qonita
Penulis : Ulil
Editor : Dwi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top