Program Studi Ilmu Perpustakaan Akan Miliki Laboratorium


Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) merencanakan Program Studi Ilmu Perpustakaan akan memiliki laboratorium sendiri di tahun 2018. Laboratorium tersebut nantinya akan ditempatkan di Gedung Laboratoritum Bahasa Terpadu.  
Wakil Dekan 2 FIB, Suharyo, mengungkapkan pembangunan tersebut merupakan  salah satu program dari pihak universitas di tahun 2018 yakni berupa penguatan laboratorium.

“Kenapa itu dilakukan? Karena laboratorium yang ada di Undip itu dianggap dalam tanda kutip barang-barang museum, karena sudah terlalu lama (disimpan), maka fokus universitas kebijakannnya penguatan laboratorium,” ujarnya saat ditemui Hayamwuruk diruangannya, Selasa (12/12/2017). 

Suharyo mengatakan bahwa sebelumnya FIB telah menerima peralatan laboratorium untuk program studi Sastra Inggris di tahun 2017.

“Ini Lab (Laboratorium program studi) Bahasa Inggris tahun ini (sudah) ada program dari universitas, itu Lab (Laboratorium) bahasa Dek, (sudah) ada peralatannya, nah dan Anda mungkin sudah melihat di Gedung Lab (Laboratorium) bahasa terpadu sudah mulai ada di datangkan alat-alat untuk Lab,” tuturnya.

Alasan pembuatan laboratorium tersebut, ujar Suharyo, untuk meningkatkan nilai  akreditasi program studi dan kualitas pembelajaran. 

Ia juga mengungkapkan, ke depan FIB akan mengusahakan setiap program studi untuk memiliki laboratorium. Namun, ia belum bisa memastikan kapan wacana tersebut akan direalisasikan.

“Itu kan namaya (Gedung) Lab. Bahasa Terpadu, kedepannya nanti Prodi Indonesia, Sejarah, Ilpus, Jepang dan seterusnya, semua disitu jadi terkonsentrasi, hanya lagi-lagi kalau soal uang, itu kami belum tau kapan bisanya, karena banyak faktor bisa atau tidak (dibangun)”, tuturnya.
Masykur Hidayatullah, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Perpustakaan  2017, mengaku merasa senang Program Studi Ilmu Perpustakaan akan memiliki laboratorium sendiri yang tentunya akan mempermudah ketika ada praktikum dalam mata kuliah.



“Seneng lah, jadi ada tempat kita praktik langsung, ngga cuman dapat teori doang. Karena ada beberapa mata kuliah yang emang perlu praktik, kayak preservasi dan konservasi bahan pustaka itu, “ ujarnya  yang dihubungi via aplikasi chatting, Rabu, (27/12).


Reporter : Ulil, Habib, Alif (Magang), Vina (Kontirbutor)
Penulis : Ulil
Editor : Dwi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top