Khoirul Anam: Bagi Warga Desa Saya, Pendidikan Bukan Hal yang Penting

Dok. Hayamwuruk

Khoirul
Anam, mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas
Diponegoro (Undip) menceritakan tentang rendahnya kesadaran akan pendidikan di
wilayah asalnya, Desa Babakan, Kawunganten, Cilacap. Hal tersebut ia sampaikan
pada acara diskusi bertemakan “Revolusi Pendidikan Siapa yang Harus Memulai?”
yang diselenggarakan oleh Aliansi Suara Undip (ASU) di pendopo Student Center Undip, Senin (19/03/18).

“Di
desa saya hanya ada 1 orang yang di perguruan tinggi, yaitu saya, hanya saya. Dalam
pandangan orang-orang di sekitar saya (di desa, red), pendidikan bukanlah sebuah tujuan lagi. Anak-anak di desa
saya tidak mempunyai pandangan ingin mencapai pendidikan yang tinggi. Bagi
teman-teman saya, pendidikan adalah hal yang sulit dijangkau. Jadi, karena
seperti itu akhirnya mindset
orang-orang desa itu pendidikan bukanlah hal yang penting lagi.” Ujar Khoirul.

Khoirul
juga menambahkan bahwa sebelum pengawalan pada isu pendidikan yang dapat
dinikmati oleh semua kalangan, sebaiknya dilakukan penyadaran kepada masyarakat
desa tentang pentingnya pendidikan.

“Dengan
adanya diskusi ini, mungkin hal yang penting adalah menyadarkan kepada masyarakat
desa bahwa pentingnya pendidikan. Abis itu baru ke langkah yang kedua tentang
akses pendidikan itu agar dapat dikonsumsi oleh semua kalangan,” Imbuhnya.

Hal
tersebut senada dengan Syahdan, inisiator acara yang merupakan mahasiswa Universitas
Gajah Mada. Ia juga mengatakan betapa pentingnya mengubah pola pikir masyarakat
mengenai esensi pendidikan.

“Pola
pikir masyarakat yang diubah. Dari keilmuan untuk keilmuan, dari keilmuan untuk
birokrat, itu berubah. Keilmuan untuk rakyat. Revolusi yang diciptakan mahasiswa
bukan hanya menurunkan presiden, menurunkan semuanya, mengubah undang-undang,
membatalkan undang-undang, tapi mengubah pola pikir kita. Ini saatnya yang
tepat bagi kita. Kita harus mengubah pola pikir masyarakat,” ujarnya.

Di
akhir acara, diskusi ini menghasilkan beberapa tema besar yang akan dikawal ke
depannya. Yang pertama, mengenai biaya pendidikan, meliputi: hutang negara,
sumber dana, Uang Kuliah Tunggal (UKT), Student
Loan
, Cleaning Service, dan
beasiswa. Yang kedua, adalah kurikulum, meliputi: Ujian Nasional (UN), Ujian
Akhir Sekolah (UAS), dan Kurikulum Tingkat Satuan   Pendidikan (KTSP) 2013. Yang terakhir,
mengenai sistem dan paradigma pendidikan, meliputi: Perguruan Tinggi Negeri
Berbadan Hukum (PTN-BH), seleksi PTN-BH, demokrasi kampus, dan data sosial
Badan Pusat Statistik (BPS).
Reporter:
Dwi & Ina
Editor:
Arifah

2 thoughts on “Khoirul Anam: Bagi Warga Desa Saya, Pendidikan Bukan Hal yang Penting

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top