FIB Undip Pertama Kali Selenggarakan Acara BIPA Festival Budaya

Dokumentasi: BIPA Fest (Dani)
Semarang
(14/06/19) –
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip menyelenggarakan BIPA Festival untuk menampilkan berbagai kebudayaan dari beberapa negara asing. Acara tersebut diadakan di depan Gedung
Laboratorium
Bahasa
FIB
Undip. BIPA merupakan kepanjangan dari Bahasa Indonesia
bagi
Penutur Asing. BIPA adalah program pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia
(berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan) bagi
penutur asing yang ingin memiliki kemampuan berbahasa Indonesia.
BIPA termasuk
program yang
tergolong baru
di FIB Undip
. BIPA memiliki
tiga program; program pertama Darmasiswa (selama satu tahun) yang terdiri dari dua kelas yaitu basic dan
intermediate
.
Program kedua yaitu KNB (Kemitraan
Negara Berkembang) untuk S2 yang akan
belajar di UNDIP atau di seluruh
Indonesia.
Program ketiga yaitu kursus BIPA yakni diperuntukkan untuk mahasiswa dan karyawan Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di
Indonesia. Acara BIPA Festival ini
merupakan yang pertama kali diadakan di
FIB U
ndip.
Laura Andri
RM, SS, MA
selaku dosen dan ketua BIPA
mengatakan
bahwa
acara BIPA Fest
ival
itu
berasal dari program yang
bernama
BIPA,
atau
lembaga/departemen
di U
ndip.
“Banyak kan kita yang pakai bahasa asing tapi mereka ketika
bekerja disini harus menggunakan bahasa Indonesia. Nah, mereka harus belajar
di lembaga BIPA”
Sebagai ketua BIPA, Laura menjelaskan alasan diselenggarakannya
acara ini karena di Undip banyak sekali mahasiswa asing yang datang untuk belajar
yaitu ada 10 negara. Masing-masing mempunyai budaya yang berbeda dan mereka datang
ke Indonesia bukan sekadar belajar akan tetapi salah satunya bisa mengenalkan
budaya dari masing-masing negara mereka.

“Mereka juga belajar budaya Indonesia, jadi, tidak fair
kalau mereka hanya sekadar belajar budaya kita. Mereka juga bisa menampilkan
budaya mereka. Jadi kita di sini memberikan fasilitas untuk mewadahi mereka supaya
mahasiswa Indonesia pun mengerti kalau di negara lain pun ada banyak budaya
yang mungkin mereka tertarik untuk belajar” ujarnya, saat ditemui oleh tim
Hayamwuruk (14/06/2019).
Persiapan untuk acara BIPA Festival ini tergolong singkat,
hanya berkisar
selama empat hari. Laura menjelaskan bahwa sebenarnya acara ini sudah direncanakan dari dulu yakni sebelum bulan puasa, tapi karena terbentur puasa sehingga realisasinya baru hari Senin kemarin. Acara
BIPA Festival ini
diselenggarakan dengan kerja keras dari sebagian mahasiswa yang
mengambil
mata kuliah BIPA, tambahnya.
Rizky Devy sebagai ketua pelaksana acara mengatakan bahwa
tujuan diadakan BIPA Festival ini sebagai bentuk pengenalan budaya dari
berbagai negara asing serta menampilkan performa dan berbagi pengetahuan tentang
kebudayaan mereka masing-masing.
BIPA Festival ini diikuti dari sepuluh  negara asing yaitu Belanda, Korea, Sieera
Leone (negara di bagian Afrika Barat), Tanzania, Prancis, Burundi, Thailand,
Vietnam, Rusia, dan Tiongkok.

“BIPA Festival ini untuk menampilkan atau menunjukkan kebudayaan yang dimiliki oleh
setiap negara seperti
makanan, tarian, dan pakaian tradisional. Ini juga merupakan pertama kali diadakannya BIPA Festival,
di mana jika acara ini berhasil, InsyaAllah ditahun-tahun berikutnya
festival akan ditampilkan kembali”, ujar Devy.
Adelia, salah seorang mahasiswa asing dari Tiongkok mengatakan
bahwa acara BIPA Festival ini sangat bagus karena bisa berkumpul dengan banyak
teman dari negara lain. Selain itu bisa mengetahui dan merasakan makanan khas dari
negara lain juga.

Penampilan negara
Tiongkok
sendiri yaitu menampilkan nyanyian yang berjudul Welcome to Beijing.
Lagu
tersebut merupakan lagu simbolis karena lagu itu merupakan lagu untuk Olimpiade di Beijing
pada tahun 2008.
Selain itu di stan
kami menyajikan makanan tradisional Tiongkok
pangsit sebagaimana termasuk makanan
yang andalan
kami.”, ungkap Adelia.
Nisrina, salah satu pengunjung BIPA Festival mengatakan bahwa
acara tersebut
seru karena bias mengetahui kebudayaan dari negara-negara
lain. Selain
itu,
bi
sa mencicipi makanan khas di berbagai negara
dengan gratis.

“Menurutku sih, bagus banget kalau diadain lagi, terus juga untuk pengenalan mahasiswa sini juga kan, terus mungkin acaranya bisa dibesarin lagi sih,
jadi
lebih menarik minat temen-teman buat hadir di sini juga”
ujar
Nisrina.
Harapan dari adanya BIPA Festival ini dapat terselenggara
setiap satu tahun sekali guna untuk mengenalkan budaya baik lokal maupun asing
ke masyarakat luas. Serta BIPA festival ini dapat menjadi acara tahunan yang
terselenggara di FIB Undip.

Reporter
: Istina, Wulan, Nida.
Penulis
: Istina
Editor: Della

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top