Selebrasi Bulan Bahasa: Bentuk Pengaplikasian Peran Bahasa dalam Media

Dok. Hayamwuruk
Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia (KMSI) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) sukses menyelenggarakan acara Selebrasi Bulan Bahasa yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) FIB Undip pada Senin salam, (28/10/2019). 
Dalam sambutannya, Pembina KMSI Undip, Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., menyampaikan terima kasih kepada peserta yang telah hadir dan menekankan bahwa acara seperti ini sangat berguna terlebih untuk mahasiswa baru agar lebih mengetahui tentang acara-acara apa saja yang ada di Sastra Indonesia.
Dikatakan juga, bahwa acara ini dapat memberi manfaat bagi mahasiswa baru jika sudah menjadi senior atau pengurus KMSI. Sehingga, paling tidak bisa memiliki gambaran bagaimana proses acara semeriah ini bisa berlangsung.
Acara Selebrasi Bulan Bahasa ini menampilkan beberapa pertunjukan, yang pertama komedi tunggal oleh Asri Purwo Nugroho, seni drama tari dan musik, Dewan Pergoyangan Rakyat (DPR), dan untuk lebih menekankan tema yang diangkat yaitu “Peran Bahasa dalam Media”, dengan menampilkan Fajar Merah.
Ketua Pelaksana Bulan Bahasa, Pradipta Septi Aji menerangkan alasan terkait memilih bintang tamu Fajar Merah, yaitu karena karena penggunaan kata dalam lirik-lirik lagunya yang mengena dan bisa diterima oleh pendengarnya.
“Fajar Merah massanya lumayan banyak, di semarang sendiri Fajar Merah terkenal. Kemudian Fajar Merah juga penggunaan kata-katanya dalam lirik-lirik lagunya itu lebih ngena. Bisa diterima oleh pendengarnya,” tutur Pradipta.
Lebih lanjut, Pradipta mengatakan bahwa tujuan diadakannya Selebrasi Bulan Bahasa adalah sebagai respon terhadap fenomena yang ada di masyarakat yang semakin ngawur dalam menggunakan bahasa sekaligus sebagai bentuk pengaplikasian dari proses diskusi ketika Seminar Kebahasaan dan untuk menyebarluaskan hasil diskusi seminar. Sehingga, apabila ada peserta yang tidak mengikuti diskusi bisa mengetahui inti bahasan.
“Balik lagi ke temanya Peran Bahasa dalam Media, jadi kita menyoroti penggunaan bahasa di dalam medianya. Mau seperti apa pun penggunaan bahasa itu kita harus menghormati apa yang dipatokin atau sesuai aturan. Selebrasi itu mengangkat hasil diskusi dari seminar. Selebrasi ini mengaplikasikan apa yang sudah dihasilkan dari seminar. Dari  Seminar kita berdiskusi dari pembicara-pembicara yang cukup ternama, hasil dari diskusi itu diaplikasikan atau di selebrasikan di parade bulan bahasa ini,” imbuhnya.
Fadelia Fauziah, mahasiswi Sastra Indonesia menyambut baik kegiatan semacam ini, apalagi belakangan masyarakat banyak yang menganggap remeh terhadap penggunaan bahasa belakangan ini.
 “Jadi ini bisa dikatakan bagus banget soalnya masyarakat sekarang lebih banyak yang menganggap remeh bahasa apalagi sekarang ada fenomena Jaksel yang campur kode bahasa antara bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia yang sebenarnya tidak konsisten dan memang itu baik tapi dalam segi bahasa kurang baik karena mengurangi intensitas berbahasa indonesia di kalangan anak muda,” tutur Fadel kepada tim HayamWuruk.
Fadelia mengungkapkan kesannya ketika menghadiri acara Selebrasi Bulan Bahasa ini sekaligus memberikan masukan kepada panitia untuk penyelenggaraan ke depan yang lebih baik lagi.
“Kesanku pada acaranya itu bagus tetapi karena dari dananya juga pihak KMSI-nya kuatnya sama Fajar Merah. Alangkah lebih baiknya tidak hanya penyanyi saja tetapi ada sastrawan seperti Sapardi, Joko Pinurbo, serta bisa diselingi pembacaan puisi,” tutup Fadelia.
Perlu diketahui juga, bahwa Selebrasi Bulan Bahasa ini merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan Parade Bulan Bahasa, yaitu Seminar Kebahasaan dan Lomba Cipta Puisi yang baru pertama kali diadakan oleh Jurusan Sastra Indonesia Universitas Diponegoro.
Reporter : Cikal, Karin
Penulis : Cikal
Editor: Lukluk

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top