Warning: opendir(/home/lpmhayam/public_html/wp-content/mu-plugins): failed to open dir: Permission denied in /home/lpmhayam/public_html/wp-includes/load.php on line 977

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/lpmhayam/public_html/wp-includes/load.php:977) in /home/lpmhayam/public_html/wp-includes/feed-rss2-comments.php on line 8
Comments on: [ULASAN FILM] When Marnie Was There: Memaknai Arti Cinta dan Kasih Sayang https://lpmhayamwuruk.org/2020/03/ulasan-film-when-marnie-was-there.html Refleksi Budaya dan Intelektualitas Mahasiswa Wed, 22 Dec 2021 17:59:02 +0000 hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.5 By: Firmansyah https://lpmhayamwuruk.org/2020/03/ulasan-film-when-marnie-was-there.html#comment-236 Wed, 22 Dec 2021 17:59:02 +0000 #comment-236 Keren! Lanjut terus min update resensi nya!

]]>
By: jeanbodo https://lpmhayamwuruk.org/2020/03/ulasan-film-when-marnie-was-there.html#comment-233 Mon, 06 Dec 2021 13:18:24 +0000 #comment-233 In reply to Jean.

wah comment dungu macam apa ini.

]]>
By: krizz https://lpmhayamwuruk.org/2020/03/ulasan-film-when-marnie-was-there.html#comment-224 Wed, 27 Oct 2021 20:26:57 +0000 #comment-224 Di akhir dari ulasan tertulis nama penulis dan editor, tapi bukan itu yang ingin disampaikan. Ulasan dari awal hingga akhir sangat membuatku lebih paham alur dan makna dari film “When Marnie Was There”, karena seringkali audiens bingung untuk memahaminya dengan pendekatan bahasa, karena lebih mudah dengan pendekatan rasa/perasaan. Diatas dideskripsikan bahwa banyak hal yang harus kita pahami dari arti “Kasih Sayang” dan “Cinta” tapi mereka berdua itu luas sekali maknanya dan setiap luas itu punya masing masing arti yang mendalam, hal yang paling aku suka dari penulis adalah sadar akan pesan pesan yang disampaikan secara tersembunyi seperti “anak tidak meminta mereka dilahirkan” adalah satu pesan yang sangat dalam yang mungkin berlangsung selama-lamanya, terutama mereka yang dalam keadaan tidak normal (brokenhome). Di sisi lain penggambaran pendekatan makna cinta yang diceritakan pada film yang diartikan seperti “cinta sekedar pemuas nafsu dan kebutuhan materil” lalu bertanya kembali “apakah cinta merupakan sebuah tindakan yang mengandung dosa?” adalah hal yang juga menarik untuk dideskripsikan, sebab dalam filsafat yang aku percaya semua tindakan kita mengandung dosa, tapi karena suatu perbuatan memiliki dosa yang bisa dikatakan bernilai sangat kecil maka dosa itu bisa diabaikan, artinya perbuatan baik kita juga mengandung dosa yang mana dosa itu bisa berpindah sebagai feedback sistem (kajian ini lebih kompleks jadi cukup disini intinya). Studio Ghibli memang tidak pernah membuat audiens tidak menangis dan terharu, selalu tampil dengan porsi yang realistis dan kritis, karya indah yang megah bagi mereka yang mau menemukan makna tersembunyinya. Terima kasih sudah mereview film yang baru saja aku tonton, kata-kata dan narasinya di luar dugaan, karena aku suka dengan bahasa yang seperti ini, kedepan mohon ulasannya kembali untuk film Jepang yang lain

]]>
By: Anwar Jaelani https://lpmhayamwuruk.org/2020/03/ulasan-film-when-marnie-was-there.html#comment-211 Fri, 02 Jul 2021 07:22:12 +0000 #comment-211 In reply to Jean.

Bahasa sangat menggambarkan karakteristik seseorang.

]]>
By: Lemona https://lpmhayamwuruk.org/2020/03/ulasan-film-when-marnie-was-there.html#comment-189 Fri, 01 Jan 2021 18:15:13 +0000 #comment-189 Justru review ini memberi pandangan lain yang lebih dalam dan menurutku sangat bagus. Inilah keseruan film studio ghibli, selalu punya sesuatu yang lebih dalam, semacam pesan pesan tersembunyi dan hampir disemua filmnya seperti itu. Penonton bebas mengartikan dan menafsirkan setiap filmnya. Tentu secara superfisial pendapatmu benar, tapi pendapat penulis juga tidak salah. Tidak ada yang benar dan salah dalam hal ini. Anw, have a good day!

]]>
By: Jean https://lpmhayamwuruk.org/2020/03/ulasan-film-when-marnie-was-there.html#comment-11 Mon, 21 Sep 2020 11:40:31 +0000 #comment-11 Lmao, review dungu macam apa ini?

Fokus dari konflik di film ini adalah bagaimana Anna menghadapi rasa percaya dirinya yang rendah dan introversinya dan bagaimana Marnie sebagai sosok membantu Anna untuk menghadapi konflik internalnya dengan cara berdamai dengan dirinya sendiri. Ini film yang ditujukan untuk mereka-mereka yang terkucilkan oleh masyarakat dan komunitas tempat mereka berada, khususnya untuk anak-anak yang dikucilkan oleh kawan-kawannya.

Film ini jadi kayak semacam ajakan untuk mereka-mereka yang terkucilkan ini untuk berdamai dengan diri mereka sendiri dan agar mereka bisa menyadari kalau alasan mereka terkucilkan itu bukanlah salah mereka.

Kenapa kalian malah ngegeser seenak jidatnya esensi dari film ini pake politik identitas dungu kalian? lmao

]]>