Diponegoro Art Competition, Wadah Untuk Artist Muda Undip

Diponegoro Art Competition (DAC), kompetisi seni dua tahunan, wadah bagi mahasiswa Undip untuk menumpahkan kreativitasnya kembali digelar. Kompetisi yang dilakukan secara berjenjang ini telah menuntaskan tahap pertamanya di tingkat fakultas pada 23 Agustus lalu dan akan terus berlanjut hingga ke tingkat nasional.

Cabang karya seni yang ada di DAC adalah penulisan puisi, penulisan cerpen, penulisan lakon, lukis, desain poster, cover musik, fotografi, dan komik strip.

Panca Dewinta, Mahasiswi Sastra Inggris angkatan 2019 sekaligus Ketua Panitia DAC Fakultas FIB, menerangkan bahwa tujuan DAC adalah untuk mencari mahasiswa berbakat dalam bidang seni untuk mewakili Undip di Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) dan Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas).

“Tujuannya itu mencari wakil fakultas ke DAC tingkat Universitas, yang mana pemenang dari DAC univ akan mewakili Undip ke ajang peksimida (Pekan Seni Mahasiswa Daerah) atau bahkan peksiminas (Pekan Seni Mahasiswa Nasional),” ucapnya ketika diwawancarai oleh Hayamwuruk.

Dewinta berharap, DAC mampu menumbuhkan semangat berkompetisi mahasiswa Fakultas Budaya yang menekuni dunia seni.

“Semoga DAC mampu menggali potensi mahasiswa FIB yang merupakan kampus budaya tempat seni berakar, dan memacu semangat mahasiswa yang memiliki potensi,” katanya.

Trian Afriyan, peserta DAC yang juga mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2019 mengaku kalau DAC membuatnya termotivasi untuk terus menulis.“Sewaktu ngeliat ada pengumuman DAC, aku langsung ngerasa ‘ah ini bisa jadi kesempatan pertama saya’,” katanya.

Begitu juga dengan Vera Dwi Utami, mahasiswi Sastra Inggris angkatan 2019 yang juga seorang peserta, berpendapat bahwa ia dapat mengukur kemampuannya dalam bidang yang ia tekuni sekaligus mengisi waktu luang selama pandemi.

“Tujuan saya ikut DAC adalah untuk mengasah dan mengukur kemampuan. Karena, kalau kita ikut ajang perlombaan, kita bisa tahu dimana tingkat kemampuan kita. Selain itu, bisa juga sebagai pengisi waktu luang,” katanya.

Reporter          : Azril, Yuan

Penulis             : Yuan

Editor              : Zanu Triyono

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top