Seniman Semarang Gelar Pertunjukan Seni Lukis di Tambakrejo

Dok.Hayamwuruk

Memperingati hari Bumi, sejumlah seniman yang tergabung dalam Dewan Kesenian Semarang (Dekase) menggelar pertunjukkan seni lukis bertema “Nyawiji Mring Bumi” di Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara, pada Kamis (22/04/2021).

Aksi melukis yang dilakukan di atas perahu dan di tepi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) ini bukan tanpa alasan. Saat ditanya alasan melukis di atas perahu, Gunawan menjawab, “Lah, kalau kita di perahu, dari merasakan goyangannya ombak itu, kan, menambah spirit saya dalam mengaplikasikan rasa di kanvas itu,” ucap Gunawan, Ketua Komite Seni Rupa Dekase, saat ditemui Hayamwuruk usai melukis dengan teknik abstrak bertajuk “Nuansa”.

Dalam lukisannya, Gunawan menangkap dan melukiskan gejolak emosi yang dirasakan warga Tambakrejo, khususnya sejak tragedi penggusuran pada 2019 lalu. Sebagai seniman, ia merasa bertanggung jawab untuk merawat semangat warga.

“Dari mulai masih rumah-rumah pinggir sungai nelayan itu, ya, sampai digusur sampai sekarang itu saya tangkap hari ini. Bagaimana situasional sekarang di sini itu, ya, seperti apa yang saya gambarkan. Jadi, ada nuansa syahdu di sana, ada semangat di sana, juga berbagai macam gejolak emosional,” terangnya.

Lain dengan Gunawan, Heriwanto, seniman sekaligus guru seni rupa SMP Negeri 31 Semarang melukiskan kedekatan masyarakat nelayan Tambakrejo dengan lingkungannya di tengah hiruk-pikuk kemajuan yang ada.

“Saya pengen menyiratkan bahwa nelayan pun juga ada satu kepentingan untuk kepedulian di dalam memelihara lingkungan sekitarnya sehingga bisa sejahtera bersama hidup penuh dengan kerukunan, penuh dengan kebersamaan di dalamnya,” jelasnya

Heriwanto berpesan, khususnya kepada warga Tambakrejo, “Di manapun sisi manusia itu sendiri di dalam melestarikan bumi ini menjadikan satu hal yang begitu penting sekali untuk masa depan dan tentunya untuk para generasi mendatang, sehingga tetap harus bisa mau mencintai bumi sebagai tempat kehidupan kita,” ujarnya.

 

Reporter: Rilanda, Puspa, Lala, Sabi (magang)

Penulis: Rilanda

Editor: Airell

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top