Menjadi Musisi Independen di Era Digital

Sumber Gambar : Instagram wms_undip

Produksi musik yang dahulu terpaku pada sebuah label studio, kini beralih menjadi sistem mandiri, di mana musisi memproduksi serta mempromosikan karyanya sendiri.

Sekaranggi, seorang musisi independent soloist, pun mengakui bahwa dirinya meniti karirnya secara mandiri. Ia pun menyatakan bahwa melalui platform seperti Youtube saat ini pun sudah cukup untuk mempelajari mengenai dasar dari pembuatan musik.

“Informasi dan ilmu pengetahuan mengenai musik sudah gampang sekali diakses melalui internet. Di Youtube bisa belajar mengenai home recording, mixing, dan juga produksi musik dari rumah,” kata Sekaranggi di diskusi daring, Minggu (11/7/2021).

Sebagai seorang musisi independent soloist sejak 2018, tentunya ia memulai segala sesuatunya seorang diri. Namun, ia juga menjelaskan bahwa dalam karirnya, tak terlepas juga dari relasi serta promosi dari orang ke orang, atau yang biasa disebut sebagai komunitas. Ia juga menyatakan bahwa dalam mempromosikan karyanya, diperlukan adanya pengetahuan mengenai audiens yang ingin ia tuju.

“Membangun komunitas dulu, memang awalnya mereka-mereka saja, tetapi lama kelamaan nanti akan menyebar,” ujarnya.

“Kalau menurutku, tergantung kita itu ingin karya kita didengerin oleh siapa. Idealis kah atau ya hanya orang-orang di sekitar kita. Ketika kita udah punya sebuah karya, usahakan direkam dengan suara jernih dan layak untuk diupload di sebuah digital platform. Kemudian, pastikan pesan yang ingin kita sampaikan itu bisa sampai ke pendengar,” tambahnya

Idhar Resmadi, seorang penulis sekaligus dosen Fakultas Industri Kreatif Telkom University, juga menyetujui hal yang serupa. Ia berpendapat bahwa dalam mempromosikan suatu karya dibutuhkan adanya koneksi yang bersifat fisik.

Selain itu, ia juga beranggapan bahwa dalam era digital seperti sekarang ini, pembentukan dari sebuah komunitas akan menjadi semakin sulit lagi. Oleh karena itu musisi saat ini harus bisa mengetahui target pendengarnya.

“Kunci dalam era digital itu harus tau siapa audiensmu, belajar marketing dan juga membangun personal branding di sosial media.  Di era sekarang, peluang-peluang itu sudah cukup terbuka,” tuturnya.

Reporter: Yuan, Nita (magang)

Penulis: Yuan

Editor: Ban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top