Kekurangan Pendaftar, Panlih Pemira FIB Perpanjang Waktu Pendaftaran

Ilustrasi : Teguh Bhagaskara

Pantia Pemilihan (Panlih) Pemilihan Umum Raya Fakultas Ilmu Budaya (Pemira FIB) perpanjang waktu pendaftaran 2×24 jam hingga 28 November 2021. Hal ini akibat belum adanya pendaftar calon ketua-wakil Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB dan kurangnya calon senator delegasi. Per Jumat (26/11/21), baru 18 calon senator dan 0 calon ketua-wakil BEM FIB yang mendaftar.

“Di Perma (Peraturan Mahasiswa) kalau misal [calon] kabem-wakabem (ketua-wakil BEM) belum daftar, itu harus diperpanjang 1×24 jam. Kalau buat senator sendiri, ya, sekalian ajadeh, soalnya masih ada beberapa yang belum submit (mendelegasikan) jadi sekalian,” ujar Ketua Panlih Pemira FIB, Alex Nailal Muna (26/11/21).

Terkait perpanjangan waktu yang lebih lama 1×24 jam dari yang diatur dalam Pasal 21 ayat 1 Perma Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pemilihan Umum Raya Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Alex mengatakan hal ini dilakukan karena melihat ada waktu kosong dalam jadwal pelaksanaan pemira FIB.

“Soalnya, timeline-nya untuk besok (27/11/21) dan hari Minggu itu kita (panitia) lagi kosong juga. Maksudnya tidak ada kegiatan lain. Jadi, kita nanti buatnya dua hari,” jelas Alex kepada Hayamwuruk, Jumat (26/11/21).

Alex melanjutkan, setelah pendaftaran akan ada verifikasi dan pengambilan nomor urut 29 November, dilanjut roadshow 30 November—2 Desember, lalu debat terbuka 4–5 Desember. Kemudian masa tenang pada 9–10 Desember, di mana peserta dilarang melakukan kampanye. Baru pelaksanaan Pemira pada 11–14 Desember. “Hari Senin, tanggal 29 [verifikasi dan pengambilan nomor urut]. Kalau BEM tidak ada calonnya (pendaftar), berarti verifikasi calon senator saja,” ucap Alex.

Alex berharap bahwa Pemira FIB tahun ini ada pendaftar calon ketua-wakil BEM agar tidak menyelenggarakan Kongres Mahasiswa Istimewa (KMI). “Harapannya tidak KMI. Soalnya, ‘kan, tahun lalu udah KMI, ya. Harapannya ada yang mau daftar jadi paslon (pasangan calon) kabem-wakabem, biar kita juga ga sia-sia,” tukasnya.

Ia juga mengajak agar mahasiswa ikut memilih, mengingat Pemira FIB memiliki ketentuan suara minimum. “Jangan lupa pilih. Soalnya ada ketentuan minimal suara, 480 mahasiswa atau 15% dari total DPT (daftar pemilih tetap). Kalau kurang dari itu, [diadakan] pemilihan ulang,” tambahnya.

Reporter          : Muhsin, Ningrum

Penulis             : Muhsin

Editor              : Rilanda

*Catatan: redaksi Hayamwuruk mengunggah ulang dan meralat berita ini karena terdapat perbaikan terkait acuan peraturan mahasiswa. Tulisan sebelumnya mengacu pada Peraturan Mahasiswa No 1 Tahun 2020 tentang Pemilihan Umum Raya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro yang seharusnya Peraturan Mahasiswa No 2 Tahun 2021 tentang Pemilihan Umum Raya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Atas ketidaksesuaiannya, kami mohon maaf. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top