Panlih Pemira Perpanjang Waktu Pendaftaran Pemira Melebihi Yang Diatur Perma Dan Juknis, Panwas: Tidak Masalah

Ilustrasi : Teguh Bhagaskara

Pada (26/11/21) Panitia Pemilihan (Panlih) Pemilihan Umum Raya Fakultas Ilmu Budaya (Pemira FIB), melakukan pepanjangan pendaftaran 2 x 24 jam karena kurangnya pendaftar Pemira. Penambahan waktu pendaftaran ini melebihi yang telah diatur oleh Petujuk Teknis (Juknis) Pemira dan Peraturan Mahasiswa No. 2 Tahun 2021 tentang Pemilihan Umum Raya.

Dalam Peraturan Mahasiwa (Perma) pasal 21 ayat 1, diatur bahwa pendaftaran akan diperpanjang 1×24 jam, jika tidak ada calon Ketua – Wakil Ketua yang mendaftar. Lalu pada ayat 3 diatur juga, bila hanya ada 1 pasangan calon yang mendaftar sampai waktu pendaftaran habis, maka akan ada perpanjangan waktu 1×24 jam.

Terkait hal ini, Ketua Senat FIB Dwi Suranti mengatakan bahwa persoalan teknis akan dikembalikan lagi kepada Panlih selaku pemilik wewenang.

“Sebenernya, hal-hal teknis seperti itu dikembalikan lagi ke Juknis Pemira-nya. Kalau juknis mengatur 2×24 jam (penambahan waktu pendaftaran), itu tidak masalah, itu menjadi wewenangnya panlih,” tutur Dwi.

Merujuk pada Juknis Pemira, bagian “Petunjuk Teknis (Juknis) tentang Aklamasi Pemira Mahasiswa FIB Undip 2021” angka 1, hanya mengatrur perpanjangan waktu 1×24 jam jika hanya ada 1 (satu) pasangan calon yang mendaftar. Juknis ini tidak mengatur terkait perpanjangan waktu bila tidak ada satu pun pasangan calon yang mendaftar.

Ketua Panitia Pemilihan, Alex Nailal Muna, mengatakan bahwa penambahan waktu yang melebihi yang diatur oleh Juknis dan Perma adalah karena tidak adanya larangan terkait itu.

“Aku pikir awalnya kaya tidak ada larangan buat (menambah waktu) 2 hari, dan biar kita (bisa) maksimalin aja. Timeline kita, ‘kan, kosong tanggal 28, jadi kenapa tidak dipadatkan saja,” jelas Alex.

Hayamwuruk mencoba mengonfirmasi terkait kebijakan di luar Junkis. Alex mengatakan bahwa Junkis bisa diubah dengan kesepakatan Panlih.

“Karena, pada dasarnya, Juknis memang bisa diubah atas kesepakatan Panlih,” katanya.

Mengenai hal ini, Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Pemira Iva Yuliana mengatakan bahwa hal ini tidak masalah.

“Aku sendiri, selaku Panwas, its okay, tidak apa-apa (bila melakukan pertambahan waktu di luar yang diatur oleh Juknis dan Perma). Tidak masalah menurutku kalau masih dalam keputusan bersama. Karena memang jadwalnya diatur bersama-sama. Jadi kalau misalkan mau diubah sedikit atau mungkin ada perpanjangan pendaftaran, selama masih dalam kesepakatan bersama, itu tidak apa-apa,” ucap Iva.

Selain itu, Iva juga mengatakan bahwa penerimaan pengaduan Pemira baru bisa dilaksanakan setelah verifikasi dan pengambilan nomor urut.

“Besok (30 November 2021), setelah pengambilan nomor urut. Sekarang ini belum bisa (melakukan pengaduan),” tambahnya.

Senada dengan Iva, Ketua Komisi 4 Senat FIB, Daffa Firdauz, mengatakan bahwa komisi 4 tidak mempermasalahkan keputusan Panlih. Hal ini karena Perma tidak mengharuskan perpanjangan 1×24 jam. Sehingga boleh saja jika melebihi waktu yang diatur Perma.

“Komisi 4 tidak mempermasalahkan keputusan Panlih. Di Perma tidak dituliskan secara langsung bahwa perpanjangan harus 1×24 jam, artinya boleh-boleh saja bila Panlih ingin memperpanjangnya lebih dari 1×24 jam. Sepaham saya Perma tidak melarang itu,” ujar Daffa.

Hayamwuruk mencoba meminta keterangan Tim Yudisial Pemira, mengenai keputusan perpanjangan waktu yang di luar peraturan Junkis dan Perma. Namun, Tim Yudisial menolak menjawab.

Reporter          : Muhsin

Penulis             : Muhsin

Editor              : Restutama

*Catatan: redaksi Hayamwuruk mengunggah ulang dan meralat berita ini karena terdapat perbaikan terkait acuan peraturan mahasiswa. Tulisan sebelumnya mengacu pada Peraturan Mahasiswa No 1 Tahun 2020 tentang Pemilihan Umum Raya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro yang seharusnya Peraturan Mahasiswa No 2 Tahun 2021 tentang Pemilihan Umum Raya Fakultas Ilmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top