Pihak Rektorat Ubah Persyaratan LKMM-TM 2021 Sepihak, Dirmawa: Prosedur Harus Sesuai Ditjen Dikti

Sumber Gambar: Instagram @lkmmtmundip

Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Madya (LKMM-TM) 2021 Universitas Diponegoro (Undip) kembali menarik perhatian. Terdapat pelanggaran kesepakatan forum oleh panitia pihak rektorat yakni Direktur Akademik Kemahasiswaan dan Alumni Hanifa M. Denny terkait persyaratan peserta LKMM-TM 2021. Hal ini diketahui lewat pesan WhatsApp yang beredar berbentuk jarkom (jaringan komunikasi) oleh Hanifa, Selasa, (26/10/21).

Dalam kesepakatan awal antara panitia dengan pihak universitas, terdapat 13 syarat yang harus dipenuhi calon peserta LKMM-TM 2021, beberapa di antaranya: tes uji kepantasan dan kelayakan (fit and proper test), menulis artikel ilmiah, merancang grand design organisation (GDO), dan membuat analisis sosial. Namun, menurut Hanifa dalam jarkomnya, ke-13 syarat tersebut tidak sesuai dengan syarat resmi Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Ditjen Dikti).

“Setelah kami evaluasi jalannya perekrutan calon peserta LKMM [-TM], ternyata 13 syarat yang ada di link terdahulu tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan [Ditjen] Dikti,” tulis Hanifa pukul 21.37 WIB.

Selain perihal persyaratan, pihak universitas pun mengalihkan rekap pendaftar  LKMM-TM ke Wiwik Sulistyowati selaku supervisor Pengembangan Minat, Penalaran, dan Prestasi Mahasiswa. Padahal, sudah menjadi kesepakatan forum bahwa pendaftaran peserta LKMM-TM hanya melalui satu media, yakni Google Form yang dikelola oleh panitia pihak mahasiswa dalam naungan bidang Keorganisasisan dan Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (KPSDM BEM Undip).

Berbagai pelanggaran tersebut Hayamwuruk ketahui lewat jarkom kedua yang beredar namun berasal dari grup WhatsApp peserta LKMM-TM 2021. Di dalamnya tertulis hasil pertemuan sebagai upaya panitia pihak mahasiswa untuk mengklarifikasi kepada rektorat. “Ada beberapa kejadian yang mendadak di luar kesepakatan forum yang telah terbangun sebelumnya,” tulis salah satu panitia kepada peserta, Rabu (27/10/21).

Setelah mencoba meminta konfirmasi perihal jarkom yang beredar ke berbagai pihak terkait, Hayamwuruk diundang klarifikasi via Zoom (29/10/21) pukul 19.15 WIB. Pertemuan dihadiri Direktur Akademik Kemahasiswaan dan Alumni Hanifa M. Denny, penanggung jawab LKMM-TM 2021 Sutopo, Kepala Bidang KPSDM BEM Undip Achmad Rezaldy, dan Wakil Ketua BEM Undip Oktavia Nugraheni.

Hanifa mengatakan terdapat kesalahan alur perekrutan peserta LKMM-TM 2021. Seharusnya, alur berangsur dari Wakil Rektor 1 yang membuat surat kepada dirmawa dengan bantuan Biro Akademik Kemahasiswaan (BAK), kemudian dirmawa mengirim surat permintaan kepada wakil dekan 1 setiap fakultas untuk merekomendasikan peserta LKMM-TM.

“Persyaratan kami (pihak rektorat) betulkan karena saya juga salah, karena sebetulnya dari awal itu Bunda (Hanifa) harus mengurusi pendaftaran (LKMM-TM 2021) tetapi kita karena sibuk malah meminta bantuan kepada para mahasiswa (panitia) dan itu (ke-13 syarat) secara peraturan dikti bukan seperti itu,” ujar Hanifa.

Merujuk Panduan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa oleh Ditjen Dikti, syarat untuk mendaftar LKMM-TM seharusnya: pernah mengikuti LKMM tingkat dasar (TD), mahasiswa aktif semester III dan IV, aktif sebagai pengurus organisasi mahasiswa, IPK minimal 2,75, mengirim curriculum vitae, dan melampirkan surat rekomendasi dari pimpinan perguruan tinggi dalam hal ini fakultas bidang kemahasiswaan. Oleh karenanya, pihak rektorat segera mengganti syarat penerimaan peserta LKMM-TM 2021 tersebut.

Sebelum adanya perubahan persyaratan, total terdapat 30 peserta dengan hanya 9 peserta yang memiliki surat rekomendasi fakultas. Otomatis, ada 21 peserta yang belum memenuhi kriteria. “Nah, ini ada kesalah pahaman ketika Bunda mengatakan syarat 13 itu gugur. Dikiranya [Okta]via, Dzaky, dan Achmad (Panitia pihak mahasiswa), itu orang-orang yang masuk di Google Form itu digugurkan padahal ngga. Kami hanya minta mereka memenuhi syarat yang ditentukan [ditjen] dikti,” katanya.

Hingga dimulainya rangkaian kegiatan LKMM-TM 2021 pada Senin, (1/11/21), total terdapat 36 peserta dan seluruhnya telah memiliki surat rekomendasi fakultas, dengan 6 peserta tambahan sesuai alur standar prosedur penerimaan milik ditjen dikti.

Namun, Yusuf Rausyan Fikri, salah satu peserta asal Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) menyayangkan perubahan persyaratan tersebut. Menurutnya, tahap LKMM-TD memiliki lebih banyak persyaratan dibandingkan dengan LKMM-TM tahun ini, “Rasionalnya, kualitas maupun kuantitas alur seleksi lebih naik level,” katanya ketika diwawancarai via WhatsApp (31/10/21).

Ia juga kurang menyetujui adanya penambahan peserta melalui alur seleksi baru yang diubah dirmawa sesuai ditjen dikti. “Saya kurang sepakat karena dalam proses menjadi peserta, [LKMM-]TM pun berbeda dengan kawan-kawan yang dari awal mengikuti tahapan yang cukup panjang,” terangnya.

Selain itu, ia merasa panitia dari pihak mahasiswa kurang mengawal penuh pelaksanaan LKMM-TM 2021 ini. Hal ini menurutnya terbukti lewat adanya miskomunikasi yang terjadi. “Saya coba menilai panitia penyelenggara bagian dari BEM [Undip], di proses seleksi [LKMM-]TM saya tidak mendapatkan informasi A1 (informasi yang diberikan langsung kepada pihak terlibat) tentang kejadian yang sedang terjadi, saya hanya mendengar dari simpang siur publik,” pungkasnya.

Terlepas dari ketegangan yang terjadi, LKMM-TM 2021 tetap berjalan terhitung sejak Senin, (1/11/21) hingga Rabu, (3/11/21).

*Hayamwuruk telah mencoba memintai keterangan lebih lanjut kepada beberapa panitia pihak mahasiswa LKMM-TM 2021, Ketua Bidang KPSDM BEM Undip, dan wakil ketua BEM Undip. Namun hingga berita ini terbit, beberapa pihak tersebut tak kunjung memberikan keterangan.

Reporter: Muhsin Sabilillah, Rilanda
Penulis: Muhsin Sabilillah
Editor: Rilanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top