Ulasan Buku: Atomic Habits

Sumber Gambar: Goodreads.com

“Tiada seribu langkah, tanpa satu langkah kecil yang memulainya.” kiranya itu sebaris kalimat yang mendefinisikan apa itu Atomic Habits dalam buku ini.

Seseorang yang ingin memperbaiki diri, kebanyakan hanya berfokus akan hasil dan ganjaran yang akan ia dapatkan. Seseorang mengira, apabila ia ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik, ia perlu memerlukan perubahan besar pada dirinya. Padahal, pada dasarnya, perubahan-perubahan nyata dan hebat yang akan kita temukan ialah gabungan ratusan bahkan ribuan hal-hal kecil yang kita lakukan sebelumnya. Dalam buku ini, James Clear menegaskan bahwa perubahan hal-hal kecil yang dianggap remeh atau bahkan sering tidak kita hiraukan justru merupakan salah satu faktor yang berperan besar dan akan tumbuh menjadi hal-hal luar biasa dalam hidup.

Membuat perbedaan ke arah lebih baik 1% sehari, seperti contoh memulai hari dengan meminum air putih, rutin menimbang berat badan, merapikan kamar setelah bangun dari tidur, dan proses kecil lainnya, tetapi proses 1% itu akan menentukan siapa kita sekarang dan siapa kita nanti apabila kita mempraktikkan hal itu terus-menerus.

“Permasalahannya, pemenang dan pecundang memiliki tujuan yang sama.”

Kutipan di atas merupakan salah satu kutipan yang tertera di buku ini dan cukup menyadarkan saya bahwa, ya, betul, pemenang dan pecundang memiliki tujuan yang sama. James Clear menjelaskan bahwa yang membedakan antara winners dan losers ialah sistem yang mereka ampu. Seorang pemenang, ia akan terbiasa bersemangat dalam mengerjakan hal yang sama berulang-ulang, memperbaiki diri sedikit demi sedikit dengan konsisten, ia juga harus jatuh cinta akan kebosanan. Berbeda dengan pecundang, ia hanya akan bergairah ketika mendapatkan hasrat, lalu bosan ketika hasrat menurun, dan pada akhirnya ia hanya akan mencari alasan untuk melewatkannya.

Pada buku ini, Clear membagi “bagaimana cara menciptakan kebiasaan baik dan bagaimana mempertahankannya” menjadi empat bab besar, yakni:

Hukum ke-1: Menjadikannya Terlihat

Pada kaidah pertama ini, menjadi terlihat ialah dengan menghubungkan sebuah kebiasaan baik dengan sebuah petunjuk. Ini bisa tergantung situasinya, apabila seseorang ingin menurunkan berat badan, maka apabila ia melihat lift, ia akan menggunakan tangga saja bukan menggunakan lift. Menjadikan sebuah konteks menjadi petunjuk ialah salah satu tahap untuk memulai kebiasaan ini. Begitu kebiasaan terbentuk, mustahil kita akan melupakannya, dan jadikan itu sebagai pengendalian diri.

Hukum ke-2: Menjadikannya Menarik

Inti dari kaidah kedua ini adalah perlunya kita membuat kebiasaan yang telah kita mulai sebelumnya menjadi sebuah kebiasaan yang menarik, karena sesungguhnya pengalaman yang menyenangkahlah yang akan memotivasi kita untuk melakukan kebiasaan itu terus-menerus. Contoh sederhananya sebagai berikut, merujuk ke kebiasaan menggunakan tangga alih-alih lift, kita bisa membuatnya menyenangkan dengan menggabungkan hal itu dengan hobi kita: tiap saya pergi ke kantor dengan menggunakan tangga alih-alih lift, setelah pulang kerja saya akan mendapat ganjaran bisa menonton satu video terbaru grup musik idola saya.

Hukum ke-3: Menjadikannya Mudah

Pada kaidah ketiga ini, kita perlu menciptakan sebuah kebiasaan menjadi mudah. Salah satu yang dapat kita lakukan ialah menciptakan lingkungan tempat melakukan kebiasaan baik menjadi nyaman dan tanpa hambatan. Biasanya kita malas merapikan kantor dan meja kerja kita setiap hari, padahal tujuan merapikan kembali tiap kali menggunakan sebuah ruangan bukan hanya untuk kebersihan setiap kegiatan berakhir, tetapi juga untuk menyiapkan dan memudahkan kegiatan yang akan datang. Intinya, kita perlu merancang hidup kita supaya aksi-aksi dan kegiatan baik yang paling penting adalah aksi-aksi yang paling mudah dikerjakan.

Hukum ke-4: Menjadikannya Memuaskan

Sebuah proses akan terlihat memuaskan apabila kita memiliki perasaan bahwa kita mengalami kemajuan. Nah, dengan ini kita perlu membuat pemantauan akan kebiasaan dan proses kita. Ini bisa ditandai mulai dari penandaan pada kalender, atau mencatatat perkembangan latihan kita. Pemantauan kebiasaan ini memberikan kepuasan kepada kita karena meyediakan bukti tentang kemajuan kita.

Dengan empat kaidah di atas ialah untuk membiasakan kebiasaan baik, begitu pula dengan membuang kebiasaan buruk, lakukan keempat hukum di atas namun dalam metode kebalikannya, yakni 1) menjadikannya tidak terlihat, 2) menjadikannya tidak menarik 3) menjadikannya sulit 4) menjadikannya tidak memuaskan.

James Clear memberikan banyak sekali contoh dan perumpamaan dalam buku ini yang mudah dipahami sambil menjelaskan mengenai tahapan memperbaiki kebiasaan hidup. Mengajarkan kepada pembaca bahwa meraih hal luar biasa tidak harus bergantung pada hasrat dan ganjaran, tetapi sistem. Clear juga menegaskan bahwa kerugian dalam membiasakan kebiasaan baik ada di masa sekarang, sedangkan kerugian kebiasaan buruk akan ada di masa mendatang.

Penulis: Vatrischa
Editor: Rilanda

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top