Pelantikan Dekan Baru

Surat Undangan Pelantikan Dekan (Doc. Hawe)

Oleh: Ayu Mumpuni dan Fakhrun Nisa

            Masa kepemimpinan baru di Fakultas Ilmu Budaya
akan segera dimulai. Dekan terpilih akan menapaki langkahnya sebagai pemimpin
fakultas yang baru tahun ini.
Kamis, 15 Januari 2015 merupakan hari berakhirnya masa jabatan dekan
FIB  periode sebelumnya, Dr. Agus Maladi
Irianto, M.A..
Di
hari itu pula
,
pihak universitas
 menggelar prosesi
pelantikan pejabat-pejabat di lingkungan Universitas Diponegoro, salah satunya
adalah
pelantikan dekan  dari
tiap-tiap fakultas di Undip.
            Rencana pelantikan dekan pada
awalnya akan diselenggarakan setelah terpilihnya rektor baru pengganti Prof.
Nasir
, yang menjadi rektor terpilih pada pemilihan rektor
bulan September namun “diculik” dan diangkat sebagai Menteri Riset, Teknologi
dan Pendidikan Tinggi pada kabinet Indonesia Hebat, Jokowi-JK.
.
Akan tetapi
,
mengingat
kinerja dekan-dekan terpilih yang
harus segera diefektifkan,
maka pelantikan dekan dan pejabat-pejabat lainnya di lingkungan Undip pun  harus segera
dilaksanakan. Usulan ini diputuskan
dalam
rapat Senat Universitas
melalui
persetujuan Menteri Ristek dan Dikti .
Saat ditemui pada 12 Januari lalu di ruangan PSA (Pusat Studi Asia) gedung B
FIB,
Yeti Rochwulaningsih yang menjabat sebagai
sekertaris Senat
FIB
dan anggota Senat Universitas memaparkan bahwa keputusan
dilantiknya dekan belum bisa dipastikan. “Jadinya gimana ya kita belum tahu,
mudah-mudahan saja apa yang diputuskan Undip itu mendapat persetujuan dari
menteri sehingga benar-benar bisa dilaksanakan tanggal 15 januari itu.”
Keputusan untuk melantik para dekan terpilih di tiap
fakultas juga tidak diketahui oleh beberapa mahasiswa FIB. Beberapa mahasiswa
tersebut hanya mendengar selentingan kabar yang
memberitahukan bahwa pertengahan bulan ini akan
dilantik dekan terpilih.
            Redyanto Noor, dekan terpilih
Fakultas Ilmu Budaya mengaku sudah mendengar rencana pelantikan dirinya
pada tanggal tersebut, sejak seminggu yang lalu.
“Secara apa ya, lisan itu ya, kita dari mulut ke mulut itu seminggu yang lalu.
Tetapi kan itu kan hanya wacana. Saya baru dap
at undangan pelantikan hari ini, ya
sekarang ini.” Jelasnya saat ditemui

(14/01)

oleh Tim Hayamwuruk
di depan ruang teater FIB Undip sembari membuka dan menunjukkan surat undangan.
           
            Pelantikan dekan yang lebih awal ini
menurut Redyanto Noor merupakan sebuah pertimbangan yang diambil untuk
menghindari kevakuman
di tiap-tiap fakultas karena kosongnya kepemimpinan.
Kekosongan jabatan dekan akan  berakibat pula pada penyusunan program kerja
tahunan yang dilaksanakan
di awal tahun..
            Prosesi pelantikan pada dasarnya
bukanlah satu-satunya tahapan yang menjadikan seorang dekan bisa aktif bekerja
menjalankan program-program yang telah dirancangnya, akan tetapi surat
keputusan pengangkatan yang dikeluarkan menjadi salah satu syarat terpenting
yang menjadikan seorang dekan bisa mulai menjalankan program kerjanya.
Pak Redy, begitu dekan FIB terpilih sekaligus dosen Sastra Indonesia
ini sering disapa
mengutarakan
,
“Yang penting itu surat keputusannya, bukan pelantikannya. Pelantikan kan hanya
upacara saja, resepsi saja, s
eperti
menikahi itu yang penting akad nikahnya. Pelantikan, serah terima jabatan, itu
kan kapan saja bisa, yang penting kan SK, surat keputusan pengangkatan yang
punya kekuatan hukum.”
            Redyanto Noor sebagai salah satu
dekan yang akan dilantik tidak mengetahui kapan surat keputusan tersebut
dikeluarkan.
Dia hanya
mengetahui surat tersebut
akan diberikan
saat prosesi pelantikan
, dan baginya
surat keputusan
itulah
yang menjadi pedoman dirinya untuk bekerja menjadi seorang
pemimpin di FIB.
Pelantikan
Dekan dan pejabat-pejabat di lingkungan Undip akan diselenggarakan di hall
gedung Rektorat. Prosesi pelantikan dikabarkan akan dilakukan oleh Prof. Sudharto
sebagai rektor
yang
masa jabatan
nya
telah
diperpanjang selama enam bulan ke depan
semenjak masa kepemimpinannya habis
.
Hal ini
seperti yang diutarakan oleh Yeti, “Rektor yang
sekarang ini dan nggak masalah,
rektor kan sudah diperpanjang masa jabatannya, itu kan termasuk rektor yang aktif
ya, bukan yang melaksanakan tugas, bukan. Karena diperpanjang, jadi sisi
legalitas hukum sah, tidak cacat hukum. Sah-sah saja.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top