
Maring Institute bersama beberapa organisasi dan lembaga kolektif di Semarang berkolaborasi menggelar acara musik bertajuk Kumpul Kekuatan pada Sabtu (20/9/2025) di Auditorium Imam Barjo, Universitas Diponegoro (Undip), Pleburan. Acara ini bertujuan untuk kembali mengumpulkan kekuatan berbagai elemen masyarakat sipil pasca beberapa aksi demonstrasi belakangan ini yang sempat menimbulkan trauma.
Selain mengundang band-band lokal Semarang, Kumpul Kekuatan juga turut mendatangkan band-band dari luar Semarang seperti Sukatani dan Majelis Lidah Berduri.
Merah (bukan nama sebenarnya -red) dari Maring Institute menjelaskan bahwa pemilihan band dilakukan berdasarkan kesamaan prinsip.
“Kita memilih penampil atau performer ini dengan menilai prinsip yang mereka pegang sama dengan prinsip yang kita kerjakan, bahwa band-band ini selalu berkomitmen terhadap isu sosial dan politik,” terangnya.
Ia juga menambahkan alasan di balik tajuk Kumpul Kekuatan adalah untuk menyadarkan dan mengajak publik membangkitkan kepercayaan diri kembali.
“Jadi kumpul kekuatan adalah cara untuk kita bicara kepada kekuasaan dan kepada publik bahwa kita bertahan, kita memperkuat dan mempererat solidaritas, kita saling memperketat jaga warga, dan kita saling menjaga api satu sama lain di kelompok ini,” ujarnya.
Acara yang berlangsung pada pukul 20.00 itu rupanya sempat mengalami kendala dalam perizinan. Merah mengungkapkan bahwa seharusnya acara dimulai sejak pukul tiga sore, tetapi perizinan untuk menggunakan venue baru keluar pukul lima sore. Pada akhirnya, izin bisa didapatkan setelah tim berupaya menyampaikan bahwa sebagai masyarakat sipil, mereka berhak atas suatu acara penyampaian pendapat dan berekspresi.
Vivi, salah satu penonton dari Magelang turut menyampaikan pesannya kepada publik untuk selalu menyuarakan kebenaran.
“Terus suarakan tentang kebenaran, tentang kemanusiaan, karena (meski ditutupi -red) nanti kebenaran juga pasti akan terungkap,” tegasnya.
Reporter: Lia, Irsyad
Penulis: Lia
Editor: Marricy