Doa-doa Kebahagiaan Lewat Pameran My Little World

Dok. Hayamwuruk/Nevissa

Artotel Gajahmungkur Semarang menggelar pameran dengan menggandeng seniman asal Yogyakarta, Sri Lestari Pujihastuti pada Jumat, (25/10/2024). Seniman yang akrab dipanggil Bu Menteri oleh kawan senimannya itu menjelaskan bahwa ia memilih My Little World atau Dunia Kecilku (jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia) sebagai tajuk pemerannya. 

Ia memvisualisasikan tema yang ia bawa lewat 19 lukisan dengan gadis kecil bernama Betty sebagai tokoh utamanya. Tak hanya gadis kecil, Pujihastuti turut menambahkan peri-peri kecil yang menari-nari bahagia di sekeliling tumbuhan pada karyanya. Menurut penuturannya dalam konferensi pers, Dunia Kecilku menceritakan tentang bagaimana dunia masa kecil begitu indah dan memberikan kesan menyenangkan.

“Sebuah imajinasi saya sendiri di dunia sendiri. Bahwa masa kecil penuh kegembiraan, kebahagiaan, dan tidak banyak masalah. Yang penuh dengan peri-peri kecil dan mereka bisa bahagia. Ibaratnya dunia kecil seorang seniman yang dituangkan lewat kanvas.“ tutur Pujihastuti dalam kegiatan ‘My Little World Exhibition by Sri Lestari Pujihastuti’ di Artotel pada Jumat, 25 Oktober 2024. 

Ditanya kesan selama proses pembuatan karyanya, Pujihastuti menjelaskan tak ada kesan khusus pada  salah satu karyanya karena pada dasarnya semua karya yang ia hasilkan memerlukan usaha dan waktu yang tidak singkat. 

“Semua berkesan. Kecil-kecil, rumit, detail (proses pembuatan,-red) sehingga perlu proses yang lama.”

Dari ke 19 karya yang diboyong ke Arotel Gajahmungkur Semarang,  karya lukisan bertajuk “Perjalanan ke Rumah Nenek” paling mencuri perhatian karena berukuran paling besar. Butuh waktu hampir satu bulan ia menyelesaikan karya nya itu. Pujihastuti menceritakan bahwa inspirasi dari lukisan tersebut ia peroleh ketika perjalanan pulang menuju rumah mertuanya di Kedungjati. 

“Ini sebuah cerita perjalanan ke rumah mertua. Jalannya berkelok dikelilingi oleh hutan-hutan. Namun, semakin kesini semakin nggak ada(hutan).” ujar Pujihastuti.

Dalam konferensi pers yang berlangsung selama tiga puluh menit, Pujihastuti berpesan kepada para penikmat seni yang hadir agar menikmati dan meresapi dengan hati karya seni yang dipamerkan. 

“Untuk menikmati karya benar-benar dirasakan. Dapatnya rasa di karya itu nanti seperti apa. Coba dirasakan coba diperhatikan.” jelasnya. 

Ditemui di tempat yang sama, Eko Sugianto, Staf Marketing Communication Artotel Gajahmada Semarang, menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini memang kerap diselenggarakan di Artotel. Menurutnya tidak hanya sebagai nama saja, seni juga menjadi branding dari Artotel itu sendiri. Oleh karena itu gelaran karya seni sering ditampilkan khususnya di ArtSpace dengan menggandeng seniman. 

“Kegiatan ini memang sering dilakukan rutin tiga bulan sekali di Artotel. Nanti dari kita (Artotel ed-) mengirimkan nama dan karya seni seorang seniman ke pusat (Jakarta), kemudian ditentukan oleh art director apakah karya ini layak untuk dipamerkan atau tidak.”

Sebagai penutup dalam konferensi pers, Pujihastuti berpesan kepada para seniman khususnya para seniman perempuan untuk tidak ragu dalam berkarya. 

“Mari berkarya. Jangan takut. Kita tuangin. Kita punya ide keluarin saja.” pungkasnya.

 

Penulis : Fajri
Editor : Farhan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top