Mini Bazar Ramadan di SLB Negeri Semarang Latih Kemandirian dan Keterampilan Siswa

Dok. Hayamwuruk/Titin

Penulis: Titin

Reporter: Titin

Editor: Arya

Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang menggelar mini bazar Ramadan pada Selasa (10/03/2026) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan Fest yang melibatkan siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan berbagai jenis ketunaan. Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk belajar bertransaksi sekaligus memeriahkan puncak Ramadan Fest.

Nisa, Guru di SLBN Semarang, menjelaskan bahwa rangkaian Ramadan Fest diawali dengan kegiatan keagamaan hingga mini bazar dan sedekah.

“Nanti ada semacam kegiatan kerohanian, Islam maupun Nasrani. Materinya dari guru kelas dan guru mapel yang ada. Puncaknya ada mini bazar dan berbagi sedekah untuk petugas kebersihan dan keamanan di sekolah,” tutur Nisa.

Nisa turut menjelaskan bahwa bazar tersebut merupakan wadah bagi siswa menjual berbagai pernak-pernik yang telah mereka buat selama kegiatan keterampilan.

“Bazar ini sebenarnya untuk memeriahkan puncak kegiatan Ramadan. Anak-anak sebelumnya membuat berbagai pernak-pernik, lalu dijual di sini. Selain itu, anak-anak juga berlatih jual beli,” ujarnya.

Dalam bazar tersebut, siswa menjual berbagai produk, seperti amplop lebaran, dompet lebaran, stiker bertema Ramadan, gantungan kunci, sayuran segar, minyak goreng, hingga mainan anak-anak.

Nisa menuturkan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana perkembangan keterampilan siswa. “Mereka belajar hitung-menghitung juga. Nanti sisa untungnya juga untuk mereka,” katanya.

Antusiasme juga datang dari para orang tua yang turut memeriahkan bazar. Nisa mengaku tidak menyangka banyak orang tua yang hadir dan membeli produk yang dijual siswa.

“Saya pikir hanya anak-anak dan guru saja, ternyata orang tua juga ikut memeriahkan. Alhamdulillah terima kasih sekali,” ucapnya.

Salah satu orang tua siswa, yang kerap dipanggil Mama Jamal, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi anak-anak untuk belajar sosialisasi dan memahami transaksi uang.

“Ya, bagus. Soalnya anak-anak ini kan jarang ada yang paham cara transaksi uang, belajar sosialisasi gimana ya,” katanya.

Ia mengaku senang melihat anaknya mencoba berjualan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman berharga bagi anak untuk lebih mandiri di masa depan.

“Mudah-mudahan bisa buat pengalaman dia, supaya bisa mandiri dari cara itu. Besok kalau gak bisa kerja, bisa jualan. Buat motivasi itu,” tutur Mama Jamal.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top