Pimnas dan Sensitivitas Mahasiswa Undip

Oleh: Diah Wahyu A
Reporter: Novia
Rochmawati, Dinni Ariska
“Pimnas itu apa sih?” tanya salah
seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip saat diwawancarai oleh Tim Hayamwuruk  terkait Pimnas yang akan diselenggarakan
di Undip pada 25-28 Agustus mendatang. Sebelumnya kami bertanya apakah dia mengetahui
bahwa tahun 2014, Undip terpilih menjadi tuan rumah Pimnas (Pekan Ilmiah
Mahasiswa Nasional) yang ke-27. Ketidaktahuan mahasiswa Undip ternyata cukup
tersebar luas, terbukti saat kami bertanya kepada mahasiswa FIB.
 Dari
17 mahasiswa, hanya ada 3 mahasiswa yang tahu perihal salah satu hajat Dikti tersebut.
Kalo dari fakultas kita emang belum  ada ini sih, setahu kita, fakultas
kita pasif” tutur Finda, Mahasiswi Sastra Inggris 2011, saat ditanya perihal
sosialisasi Pimnas di FIB
.

Description: C:UsersuserDesktop2014-03-18 13.12.33.jpgUsai mewawancarai mahasiswa FIB, kami pun berusaha
mewawancarai mahasiswa Undip non-FIB.
Saat kami
menelusuri Gedung PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) Undip, kami bertemu dengan dua
mahasiswa Fakultas Teknik yang ternyata tahu mengenai Pimnas tersebut. Kami
juga bertanya kepada
13
mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian

(FPP)
, dan mendapati 7
mahasiswa yang mengetahui bahwa Undip akan menjadi tuan rumah Pimnas.
Bernardeta atau yang kerap disapa Deta mengungkapkan
bahwa, sebagaian besar  mahasiswa FPP
tahu-menahu mengenai event ini, terlebih karena Pembatu Dekan III FPP,
sering mensosialisasikannya pada beberapa kesempatan. Senada dengan Deta, Nurul
Aini Fadilah juga mengungkapkan bahwa sudah banyak rekan-rekan di fakultasnya
yang mengetahui perihal tersebut. “Sudah banyak yang tahu sih, tapi
sosialisasinya memang kurang”, papar mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
yang tahun ini PKMnya turut didanai Dikti. 
Kurang tersebarnya informasi mengenai Pimnas, ditepis oleh Drs.
Warsito, SU selaku Pembantu Rektor
III,
“sudah itu, sudah ada di koran, sudah dimasukkan web”. Warsito juga
optimis  bahwa jika waktu pelaksanaan
Pimnas sudah dekat, nanti
nya
para mahasiswa akan tahu dengan sendirinya, “ya nanti kan ada spanduk, tau
sendiri lah nanti”. Hal ini selaras dengan yang diungkapkan oleh  Mujid F. Aminselaku Pembantu Dekan III FIB, gaung Pimnas
kurang terdengar karena memang waktu pelaksanaannya yang masih lama. “ya,
karena masih agak jauh, kan masih Agustus
September
jadi ya belum ada sosialisasi. Kan itu tugasnya universitas nanti” jelasnya.

Pandangan
yang sama juga disampaikan Bambang Sulistiyanto yang merupakan ketua pelaksana
Pimnas ke-27. Bambang sepakat bahwa informasi ini sudah tersebar luas di
berbagai media. ketidaktahuan mahasiswa ini dikarenakan kurangnya sensitivitas
mahasiswa terhadap kampusnya sendiri. “Pimnas itu sudah berkali-kali muncul di
internet, website. Ini jarang di lihat kenapa? Merasa tidak butuh, sementara
mereka yang memang butuh, atau sensitif pasti tanya.” Namun, lelaki yang juga
merupakan Pembantu Dekan III FPP ini juga tidak menampik bahwa ketidakpekaan
mahasiswa disebabkan pula karena akses ke website Undip bisa dibilang lamban.
Hal itu lah yang menjadi alasan mahasiswa malas mengakses informasi terkait
Undip.
Untuk mengatasi hal itu pun pihak panitia Pimnas juga
telah membuat official website sendiri dengan alamat
http://pimnas27.undip.ac.id/.
Kurang pekanya beberapa mahasiswa
Undip terhadap kegiatan Pimnas ini juga nampak pada ajang desain maskot yang
diadakan oleh Undip.
Mengenai lomba
desain maskot yang saat ini sedang dicanangkan,
Bambang
merasa kecewa karena
sejauh
ini (17/3)
lebih banyak peserta
luar Undip yang berpartisipasi daripada mahasiswa Undip sendiri. Menurutnya
kebanyakan mahasiswa Undip saat ini
kurang peka dalam
menyikapi berbagai hal di sekitar mereka. Beliau juga mengkritik bahwa
mahasiswa sekarang lebih suka menjalani gaya hidup dalam keglamoran ala
selebriti. Namun setelah
diklarifikasi, lomba maskot diikuti oleh 66 peserta, 42 peserta berasal dari
Undip dan 24 peserta umum (24/3).

Lelaki berkacamata ini
menambahkan bahwa pihak Undip akan mensosialisasikan acara ini lebih lanjut
melalui Liasion Organizer (LO).  LO  diambil dari mahasiswa yang mempunyai
komitmen untuk turut serta membantu terselenggaranya Pimnas. Pendaftaran LO ini
pun akan segera dibuka dan diperuntukkan untuk seluruh mahasiswa Undip yang
lolos seleksi. Tentunya LO ini harus paham betul seluk beluk Pimnas, Undip dan
Semarang secara umum. Karena LO ini lah yang nantinya yang bertugas sebagai
panitia dan menmpublikasikan kegiatan serta memandu para peserta agar nyaman dengan
kegiatan Pimnas.

Persiapan Undip
Bicara tentang Pimnas, sebenarnya Pimnas
merupakan puncak dari ajang kompetisi karya
ilmiah mahasiswa berskala nasional yang diselenggarakan di perguruan tinggi
pilihan Ditjen Dikti. Proses terpilihnya Universitas Diponegoro sebagai tuan
rumah Pimnas dijelaskan oleh
Warsito,
“Yang mencalonkan diri membuat proposal, terus fasilitas yang ada, fasilitas ya
termasuk ruang kuliah, terus tempat untuk pembukaan, terus panitianya,
pendanaan, transpostasi dan lain sebagainya”.

Kesiapan Undip tersebut
tidak menjadi alasan tunggal mengapa Undip dipilih menjadi tuan rumah tahun
ini, menurut Warsito ada poin lain yang menjadikan Undip terpilih, “dipandang
layak to, dari berbagai sudut
pandang, yang menentukan kan dari Dikti, setelah dia  datang ke Undip, datang ke UPI kan terus
sidang di Dikti sana, mereka berdiskusi terus Undip dipilih. Mesti ada kriteria
sendiri dari Dikti sana, kita nggak ngerti.”

Dalam hal persiapan
Undip menjadi tuan rumah, menurut Warsito bisa dikatakan sudah sangat siap.
Saat kami mengorek informasi darinya, kami mendapat info bahwa ruang yang
digunakan untuk untuk menampung 3500 peserta nantinya akan ditempatkan di
Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomika dan Bisnis , Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Gedung Prof.Soedharto, dan indoor
stadium. Beliau juga mengatakan bahwa untuk pelaksanaannya nanti Undip akan
bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Gubernur, Walikota, Akademi
Kepolisian (Akpol),  PTN dan PTS di
Semarang. Dukungan ini ada dalam berbagai bentuk,
salah satunya acara pembukaan
akan dimeriahkan
oleh m
arching band dari Akpol.

Dalam hal akomodasi,
Warsito menyampaikan bahwa dananya nanti diperoleh dari dikti dan undip. Dana
Rp 8 Miliar dari Dikti nanti digunakan untuk berbagai macam hal
seperti transportasi dan akomodasi.
Dari terlaksananya
Pimnas nanti, PR III Undip berharap bahwa Undip akan sukses dalam
penyelenggaraan dan sukses dalam Pimnas. Namun tidak ada target untuk meraih
posisi tertentu nantinya, yang penting berusaha semaksimal mungkin untuk lolos.
Harapannya semua mahasiswa Undip dapat melihat pameran yang digelar nanti.

Untuk saat ini Undip
sedang membuat desain
maskot Pimnas yang spanduknya sudah tergelar di perempatan Teknik Sipil-Peternakan. Persiapan lain yang sedang
dilaksanakan adalah rapat persiapan pembentukan panitia, pengisi acara dan
proses perekrutan LO
.  Bambang menghimbau
agar mahasiswa Undip yang tidak masuk ke dalam ajang Pimnas untuk turut
mensosialisasikan dan ikut berpartisipasi dalam memeriahkan ajang Pimnas ke-27
ini. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top