Menunggu Dekan Baru

Oleh: Iqbal
Firmansyah
Reporter:
Farida
Sukma D.
& El
ly R.
Beberapa bulan lagi, Fakultas Ilmu Budaya (FIB),
Universitas Diponegoro (Undip) akan memiliki dekan baru. Hingga Saat ini,
proses pemilihan calon dekan sudah memasuki tahap sosialisasi tata tertib
pemilihan calon dekan kepada bakal calon dekan. Berdasarkan Time Schedule
Pemilihan Calon Dekan, pada tanggal 21 Agustus yang lalu telah diadakan
pertemuan ant
ara
Panitia Pemilihan Dekan (PPD) dengan Bakal Calon (Balon) Dekan FIB. Panitia
mengundang para bakal calon dekan untuk menerima penjelasan mengenai tata
tertib, tahapan-tahapan, serta jadwal rangkaian proses pemilihan calon Dekan
FIB.
“Maksudnya kita jelaskan tata tertib rangkaian
proses pemilihan calon dekan di FIB ini, termasuk tahapan-tahapannya dan
jadwalnya,” ujar Yeti Rochwulaningsih selaku Ketua PPD FIB Undip, saat ditemui
tim Hayamwuruk  di ruang PSA (Pusat Studi
Asia) FIB Undip, Selasa (2/9/2014).
Pertemuan yang  digelar
di ruang sidang FIB pada Kamis (21/8/2014) yang lalu , dihadiri oleh seluruh
bakal calon dekan, kecuali Muh. Abdullah. Ia berhalangan hadir lantaran sedang melaksana
kan tugas kelembagaan.
Namun sebelumnya ia telah terlebih dahulu menyampaikan permohonan izin
untuk tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut.
Selain dijelaskan mengenai tata tertib, dalam forum
tersebut, bakal calon dekan juga
menyampaikan beberapa hal yang menyangkut mekanisme pemilihan calon dekan.
Salah satunya adalah desakan agar Panitia Pemilihan Dekan segera melakukan
sosialisasi. Mereka meminta pihak panitia segera melakukan sosialisasi
mengingat BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) FIB sudah mengekspose di website. “Kan BEM FIB sudah mengekspose,
kok PPD belum gitu, waktu itu belum
mengekspose di website-nya FIB secara
detail, padahal BEM FIB kan sudah melakukan e-vote.”
Ujar Yeti,  mengulang komentar salah satu
bakal calon.
Namun Yeti menyampaikan, hal itu dikarenakan para
bakal calon dekan belum menyerahkan file foto, sehingga panitia tidak bisa
segera mengekspose. ”Itu semua, waktu itu ada kendala juga untuk tidak segera
mengekspose, karena foto. Kita minta filenya itu belum dikirim dari para
kandidat”,  tutur Yeti menjelaskan.
Terlepas dari itu semua, apa yang disampaikan para
bakal calon hanya sekadar masukan kepada panitia, karena segala aturan mengenai
pemilihan calon dekan telah ditetapkan sebelumnya oleh pihak Senat Fakultas.
“Soal tata cara itu sudah baku, artinya mereka (bakal calon dekan) tinggal
menerima informasi itu, tapi PPD juga terbuka untuk mendapat masukan-masukan.”
kata Yeti.
Di forum itu juga disampaikan tentang rencana sosialisasi
tahap berikutnya yang melibatkan mahasiswa, dosen serta tenaga kependidikan
FIB. Para calon diminta menyiapkan materi yang nantinya akan dipaparkan di
hadapan warga FIB. Secara teknis Yeti menjelaskan, penyampaian program akan
dipisah antara mahasiswa dengan dosen dan tenaga kependidikan. Sosialisasi di hadapan
dosen dan tenaga kependidikan akan dilaksanakan di ruang tertutup, yaitu ruang
A.3.11 dengan alokasi waktu selama dua jam.
Sementara sosialisasi untuk mahasiswa akan
dilaksanakan di tempat terbuka dan dengan alokasi waktu yang lebih lama, yaitu
selama tiga jam, yang nantinya akan lebih banyak diisi dengan diskusi dan
tanya-jawab. “Nanti di ruang terbuka situ, iya crop circle itu, di luar, karena jumlahnya kita pengennya banyak, supaya para calon juga
tahu nanti apa yang dipikirkan para mahasiswa, apa yang diinginkan gitu, kita
berikan waktu dengan mahasiswa itu tiga jam.”  jelas Yeti.
Lebih lanjut, Yeti menceritakan bahwa beberapa saat
yang lalu dia baru saja menerima surat edaran dari rektor Undip. Di dalamnya
berisi himbauan, agar pemilihan dekan fakultas di lingkungan Undip,
dilaksanakan setelah pemilihan rektor. Seperti diketahui bahwa pemilihan Rektor
Undip akan dilaksakan pada 29 September 2014, sedangkan pemilihan Dekan FIB
akan dilaksanakan sehari sesudahnya, yaitu 30 September 2014. Hal itu tidak
menjadi masalah mengingat pelaksa
naan
pemilihan Dekan di FIB sudah sesuai dengan himbauan dari rektor tersebut.
Namun dia memiliki kekhawatiran apabila pemilihan
rektor mengalami kemunduran. Jika terjadi pengunduran jadwal pemilihan rektor,
maka bukan tidak mungkin pemilihan Dekan FIB 
juga mundur. “Kalau ini sesuai jadwal nggak masalah, kita kan setelah
pemilihan rektor. Tapi kalau sampai nanti pemilihan rektornya mundur, kita ya
mundur, karena memang kronologisnya begitu.” Ungkap Yeti.
Untuk mengantisipasi mundurnya jadwal pemilihan
rektor, Yeti selaku Ketua PPD FIB, harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan
pihak Senat Fakultas. Hal itu dikarenakan PPD tidak memiliki kewenangan untuk
memajukan atau memundurkan jadwal pemilihan dekan. “Kita harus mengantisipasi
begitu, soalnya kan segala sesuatu bisa terjadi, yang penting setelah pemilihan
rektor. Kalau pemilihan rektor nggak berubah, kita nggak berubah. Kan bukan
kewenangan PPD untuk memajukan atau memundurkan, tapi itu kewenangan senat,
jadi PPD nanti melaporkan ke senat.” Ungkapnya.
Ia juga menyatakan, dalam waktu dekat, akan segera
mengadakan rapat dengan pihak Senat Fakultas te
rkait terbitnya surat edaran dari
rektor tersebut.
Wanita yang akrab disapa Bu Yeti ini berharap,
pelaksanaan pemilihan calon dekan kali ini dapat menghasilkan dekan yang baik
dan dapat memuaskan semua pihak. Dalam menjalankan tugasnya, PPD selalu
memiliki prinsip untuk menyelenggarakan pemilihan calon dekan secara damai,
penuh kekeluargaan, dan dapat menggembirakan semua pihak. “Jadi kita berusaha
menghindari situasi faksional apalagi konflik, untuk apa. Kalau ada masalah
kita selesaikan secara baik-baik.” Harapnya.
Sementara itu, Ketua BEM FIB Undip, Dinar Fitra
Maghiszha menghimbau kepada segenap mahasiswa FIB agar turut berperan aktif
dalam memberikan masukan kepada Panitia Pemilihan Dekan maupun Senat Fakultas,
meskipun mahasiswa tidak terlibat langsung dalam pemilihan dekan. “Kita,
walaupun bukan, walaupun nggak dapet suara, walaupun kita hanya bisa bicara,
walaupun kita memang, apa namanya hanya bisa menonton dari bawah saja, kita
harus bergerak, bergemericik. Elemen paling bawah itu harus bergemericik untuk
bisa memberi semacam kejutan bagi yang di atas.” Ujarnya bersemangat.
Mahasiswa Jurusan Sejarah angkatan 2011 itu memiliki
harapan tersendiri terhadap Dekan FIB yang baru nantinya. Ia berharap dekan
yang baru dapat lebih mendekatkan diri terhadap semua elemen yang ada di
FIB,  tidak hanya mahasiswa, namun juga
dosen, karyawan bahkan para alumni. Ia juga menekankan akan pentingnya
komunikasi. “Siapapun aja dekan terpilihnya, aku rasa, sosok itulah yang memang
harus lebih dekat dengan semua elemen, bukan mahasiswa saja elemen itu, mahasiswa,
karyawan, dosen/pengajar setingkat, dan para alumni juga. Keterkaitan dengan
alumni, kedekatan komunikasi yang paling baik. Lalu memusyawarahkan dan
mentransparansikan semua agenda-agenda yang ada di fakultas. Ke semua elemen itu
tadi.” Katanya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top