Pesan Rektor untuk Tim 1 KKN 2017

Senin pagi (9/1), sekitar pukul 08.00 WIB, ribuan mahasiswa mulai memadati lapangan Widya Puraya untuk mengikuti upacara pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Universitas Diponegoro. Rektor Undip, Yos Johan Utama, turun langsung sebagai pembina upacara.
sumber foto : http://krjogja.com/photos/a99252d984daf1dec756cb805f19ae39
Dalam sambutannya, ada tiga hal yang dipesankan rektor ke para peserta KKN. “Yang pertama, jaga diri sendiri,” tuturnya. Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan diri lantaran terjadinya insiden kecelakaan yang dialami mahaaiswa KKN Undip beberapa pekan lalu. Selanjutnya, ia berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga kesehatan. Karena, ia melanjutkan, periode KKN ini bertepatan dengan musim penghujan.
Terakhir, mantan dekan Fakultas Hukum ini juga menghimbau seluruh peserta untuk selalu menjaga nama baik almamater. “Anda semua harus menjadi teladan yang baik, terutama dalam berlalu lintas. Tidak usah gagah-gagahan. Gagah tapi ujungnya tinggal nama, ” pungkasnya yang disambut tawa lirih peserta upacara.
Terkait dengan kejadian kecelakaan lalu lintas yang dialami peserta KKN beberapa waktu lalu, pihak Rektorat  akhirnya mengambil kebijakan baru yakni peniadaan masa survei pra-KKN. Sebagai gantinya, masa survei ditangguhkan sampai minggu pertama di lokasi KKN dengan konsekuensi masa KKN diperpanjang hingga 42 hari lamanya. Selain itu, pemberangkatan seluruh peserta KKN kini difasilitasi oleh kampus berupa bus dan truk untuk mengangkut sepeda motor.
Hal ini serupa dengan pernyataan Edy Prasetyo, ketua P2KKN (Pusat Pelayanan KKN). Saat diwawancarai Hayamwuruk, dirinya tak menampik bahwa fasilitas pemberangkatan itu diadakan karena insiden kecelakaan Desember lalu. “Dari pihak Pak Rektor mengambil diskresi. Karena di Peraturan Rektor itu kan yang terakhir ada diskresi, bisa Pak Rektor melakukan itu,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa fasilitasi ini bisa jadi diteruskan hingga tahun-tahun mendatang dengan alasan keselamatan. Namun, saat ditanyai soal berapa kisaran anggaran untuk membiayai lebih dari 100 armada bus, ia mengaku tak tahu. “Aku nek anggaran ora reti. Kebijakan pimpinan. Tapi pasti banyaklah.”
Fasilitasi pemberangkatan 3.668 mahasiswa yang terbagi dalam 34 tim kecamatan ini bukan tanpa kendala. Koordinasi sangat diperlukan mengingat banyaknya hal-hal teknis. “Pasti kita ribet mulai dari pendataan sampai keberangkatan. Bahkan untuk teknis pemberangkatan kemarin diskusi alot hampir dua jam,” ungkap Aziz, Koordinator Kecamatan Bansari Temanggung. Namun, meski demikian, ia mengaku banyak terbantu oleh arahan dosen KKN. (HW/Deviana)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top