2 Mahasiswa Penolak Omnibus Law Dituntut 3 Bulan Penjara

Dok. Hayamwuruk

Sidang pidana lanjutan mahasiswa penolak Omnibus Law kembali digelar di Pengadilan Negeri Semarang pada Kamis (22/04/2021). Agenda sidang pada kali ini ialah pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada 2 terdakwa yang berinisial IAH dan MAM.

Kedua terdakwa dituntut 3 bulan penjara. JPU menilai terdakwa terbukti melanggar pasal 216 ayat 1 KUHP. Terdakwa dianggap tidak mematuhi perintah aparat saat aksi demonstrasi menolak Omnibus Law (7/10/2020) lalu.

Namun, menurut keterangan saksi yang dihadirkan tim kuasa hukum kedua terdakwa di sidang sebelumnya menyatakan, pendemo yang hadir saat itu tidak mungkin mendengar perintah aparat karena suara teredam oleh orasi massa aksi.

“Sehingga apa yang disampaikan oleh polisi pada saat itu tidak bisa terdengar dengan baik bahkan tidak tersampaikan kepada para pendemo terutama kedua mahasiswa ini,” ujar Listyani, kuasa hukum kedua terdakwa.

Sebelumnya, kedua terdakwa sempat dijerat pasal 170, 406 juncto 55, 212 juncto 55, dan 216  KUHP. Namun berkat saksi yang dihadirkan tim kuasa hukum, jaksa mengurangi tuntutan.

“Jadi kami berhasil dengan saksi kami. Tinggal besok kita mematahkan yang pasal 216 [KUHP],” jelasnya.

Sidang kedua terdakwa akan dilanjutkan pada Kamis (29/04) dengan agenda pleidoi oleh tim kuasa hukum. “Kami masih optimis sebetulnya, bahwa kedua terdakwa ini benar-benar tidak bersalah dan tidak melakukan tindak kriminal,” tuturnya.

 

Reporter: Rilanda, Lala, Puspa, Sabi (magang)

Penulis: Rilanda

Editor: Airell

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top