Pledoi 4 Mahasiswa Penolak Omnibus Law, Kuasa Hukum: Pasal 216 Tidak Tepat

Sumber Gambar : Dok. Hayamwuruk

Sidang pidana dengan agenda pembacaan pleidoi empat mahasiswa penolak Omnibus Law digelar di Pengadilan Negeri Semarang pada Selasa (04/05/2021). Selain masing-masing terdakwa, tim kuasa hukum juga menyampaikan pledoi atas para kliennya.

Ignatius Rhadite dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang selaku pendamping hukum IRF dan NAA mengatakan bahwa pasal 216 KUHP tidak semata-semata sebatas tidak mematuhi imbauan, namun juga disertai oleh tindakan yang menyerang martabat polisi atau adanya perbuatan yang melawan hukum.

“Jadi, bukan hanya serta merta dia pelanggar atau tidak mengindahkan imbauan,” kata Rhadite.

Radhite menambahkan bahwa perkara yang sedang dipersidangkan merupakan sebuah error in person atau salah orang.

“Si polisi tuh melakukan laporan jam 3 ya atas peristiwa yang terjadi pukul 1. Nah, sedangkan dalam surat dakwaan, dijelaskan oleh JPU nih bahwasanya, terjadi tindak pidana itu dilakukan sekitar jam 15.30. Jadi kita menganggap bahwa upaya ini dibuat-buat dan gak tepat untuk disidangkan. Jadi kita mempermasalahkan laporan polisi yang error in person atau cacat lah ya,” jelasnya.

Senada dengan Rhadite, Rino Daelami Kuncoro, dari LKBH (Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum) Garuda Yaksa selaku pendamping hukum IAH dan MAH, menilai bahwa pasal 216 KUHP tidak tepat dan tidak dapat dikenakan pada kedua kliennya.

“Besar harapan kami, Majelis Hakim sependapat dengan kami dan mengabulkan untuk membebaskan kedua terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum,” ujar Rino.

Pada persidangan sebelumnya, keempat mahasiswa yang berinisial IRF, NAA, IAH, dan MAH dituntut 3 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum karena dianggap melanggar pasal 216 KUHP.

Agenda sidang lanjutan terhadap keempat terdakwa mahasiswa akan diadakan pada Selasa, 25 Mei 2021.

 

Reporter : Rilanda, Yuan, Ningrum (magang)

Penulis : Yuan

Editor : Airell

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top