Ratusan Orang Ikuti Vaksinasi Covid-19 di Laboratorium Sentral RSND

dok. LPM Hayamwuruk

Ratusan orang mengikuti vaksinasi Covid-19 di Laboratorium Sentral Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND), Kamis (5/8/2021). Program vaksinasi ini direncanakan akan berjalan selama 5-13 Agustus 2021 yang ditujukan untuk mahasiswa dan tenaga didik Universitas Diponegoro (Undip) serta warga sekitar Tembalang. 

Farmaditya Eka Putra, selaku ketua pelaksana program vaksinasi Covid-19  di Laboratorium Sentral RSND, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi dosis pertama ini menargetkan sekitar 3.500 orang, baik dari mahasiswa, tenaga didik, dan juga warga.

“Sehari saat ini 400 (orang), tapi akan kita tingkatkan sesuai dengan kesiapan kita karena kan memang baru pertama, kita juga harus menghindari kerumunan,” kata Farmaditya.

Bagi mahasiswa dan tenaga didik, cukup melakukan pendaftaran melalui akun Single Sign On (SSO). Sementara untuk warga, dapat menghubungi ke pihak RSND melalui whatsapp.

“Untuk masyarakat umum kita buka, tapi sangat terbatas. Kalau memang ada, sampai saat ini kita batasi dulu. Jadi, kita anjurkan ke sentra vaksin di luar Undip karena untuk Undip aja ini kurang,” terang Farmaditya.

Calon peserta vaksin perlu memperhatikan beberapa persyaratan yang ditetapkan, yakni: belum pernah mendapat vaksin sama sekali; jika penyintas Covid-19, sudah negatif selama 3 bulan; berusia minimal 12 tahun atau lebih pada saat pendaftaran; diprioritaskan bertempat tinggal di Semarang; dosen bersama keluarga inti; tendik bersama keluarga inti; mahasiswa; serta masyarakat umum.

Ia juga menegaskan bagi yang sudah terdaftar di SSO segera registrasi di pedulilindungi.id agar mempercepat proses pendaftaran. Adapun setelah peserta mendaftarkan diri, mengambil nomor urut di RSND, skrining, suntik, dan terkahir observasi. 

Jenis vaksin yang digunakan pada pelaksanaan vaksinasi ini ialah Sinovac. Farmaditya juga mengatakan bahwa program vaksinasi ini akan ada dua tahap. “Kita sebenarnya dua (tahap) dosis, tapi sampai saat ini dosis pertama dulu,” ujarnya.

Terkait kuota vaksin yang tersedia, Farmaditya menerangkan bahwa hal tersebut berada dalam kewenangan pemerintah. “Selama kita bisa usahakan, kita usahakan. Tapi, permasalahan kuota, kan, bukan kewenangan kita. Dari Kementerian (Kesehatan) dan sesuai kuota yang ada,” tuturnya.

Reporter: Lala, Raihan

Penulis: Raihan

Editor: Airell

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top