Subsidi Kuota Internet dan UKT Dilanjutkan

Ilustrasi: Rizky

Pemerintah melanjutkan program bantuan kuota internet dan uang kuliah tunggal (UKT) tahun ini. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan pemerintah mendengarkan keluhan dan masukan dari masyarakat yang membutuhkan dukungan agar bisa memastikan anak-anak Indonesia tetap belajar di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu dengan kerjasama dan dukungan antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Agama, Kemendikbud-Ristek akan meresmikan kelanjutan bantuan kuota data dan bantuan uang kuliah Tunggal atau UKT tahun 2021,” kata Nadiem dalam konperensi pers secara daring, Rabu (4/08/2021).

Nadiem menyampaikan, pada September hingga November 2021, Kemendikbud-Ristek akan menyalurkan Rp. 2,3 triliun untuk kelanjutan bantuan kuota data internet bagi 26,8 juta siswa, mahasiswa, guru, dan dosen.

Besaran bantuan untuk peserta didik PAUD sebesar 7 GB/ Bulan, peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah 10 GB/ Bulan. Kemudian untuk tenaga pendidik PAUD dan pendidikan dasar dan menengah memperoleh 12 GB/ Bulan. Sementara untuk mahasiswa dan dosen memperoleh 15 GB/ Bulan.

Nadiem menjelaskan tujuan adanya bantuan kuota internet ini ialah untuk mendukung proses pembelajaran. Kemendikbud-Ristek memberikan fleksibilitas umum untuk mengakses semua laman dan aplikasi, kecuali yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan yang tercantum pada situs resmi bantuan kuota data internet.

“Jadi, ada beberapa aplikasi yang sifatnya tidak untuk pendidikan yang kita keluarkan dari pemakaian, tapi di luar itu kita memberikan fleksibilitas sebesar mungkin bagi pengguna kuota ini,” katanya. 

Bantuan kuota ini, kata Nadiem, akan disalurkan pada 11-15 September, 11-15 Oktober, dan 11-15 November 2021. Kuota data ini akan berlaku selama 30 hari sejak diterima.

Jenis bantuan yang dilanjutkan berikutnya adalah bantuan UKT. Nadiem mengatakan pemerintah mendengar banyak sekali keluhan mahasiswa yang terdampak ekonomi selama pandemi Covid-19.

Ia menyampaikan, mulai September 2021, Kemendikbud-Ristek akan menyalurkan Rp. 745 miliar untuk lanjutan bantuan UKT bagi mahasiswa yang terdampak Covid-19. Bantuan UKT diberikan at cost atau sesuai dengan besaran UKT dengan batas maksimal 2,4 juta Rupiah per mahasiswa. 

“Jika besaran UKT ini lebih besar dari (batas maksimal) itu, di dalam sekolah atau prodi tertentu, maka selisih UKT tersebut dengan batas maksimal Rp 2,4 juta menjadi kebijakan perguruan tinggi sesuai dengan kondisi mahasiswa,” ujar Nadiem.

Ia juga menambahkan, bantuan UKT ini diberikan kepada mahasiswa yang sedang aktif kuliah. “Bukan penerima bantuan lainnya, seperti KIP kuliah atau beasiswa Bidikmisi, itu berarti sudah dibantu. (Bantuan UKT) ini adalah untuk mahasiswa yang belum menerima bantuan untuk pembayaran UKT dan kondisi keuangan keluarganya membutuhkan bantuan untuk semester ganjil tahun 2021,” terang Nadiem.

Untuk mekanisme pendataan penerima bantuan UKT, lanjut Nadiem, mahasiswa yang membutuhkan bantuan mendaftarkan diri langsung ke pimpinan perguruan tinggi masing-masing. “(Bantuan UKT) ini sama prosesnya sama yang sebelumnya. Lalu kemudian pemimpin perguruan tinggi mengajukan penerima bantuan UKT ke Kemendikbud-Ristek. Untuk penyaluran bantuan ini, kami akan memulai menyalurkan bantuan UKT  secara langsung ke perguruan tinggi masing-masing,” ujarnya.

 

Reporter: Airell, Juno 

Penulis: Airell

Editor: Ban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top