Rektor Undip Jadi Saksi Ahli, Sidang Gugatan terhadap Ganjar Pranowo berakhir Walk Out

dok. LPM Hayamwuruk

Sidang gugatan warga Desa Wadas terhadap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam polemik pembangunan Bendungan Bener pada Kamis (19/8) di Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang diwarnai aksi walk out oleh penggugat karena kehadiran saksi ahli Yos Johan Utama, selaku Rektor Universitas Diponegoro (Undip) yang dinilai menyalahi prosedur dalam PP No. 53 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS)

 

Mulanya, sidang  berlangsung dengan pertanyaan mengenai identitas saksi ahli pihak tergugat (Ganjar Pranowo). Saat itu, Yos Johan Utama memberikan dokumen (biografi dan surat tugas) untuk kesaksiannya pada sidang itu. Namun, tim hukum penggugat (warga Wadas) keberatan dengan dokumen yang diberikan Yos Johan Utama kepada hakim.

 

Menurut Ashadi, salah-satu kuasa hukum warga Wadas, saksi ahli seharusnya memiliki surat tugas yang disetujui oleh jabatan di atasnya. Sedangkan, surat tugas yang diberikan Yos kepada majelis hakim adalah surat yang dikeluarkan wakil rektor atas nama rektor Undip itu sendiri. 

 

“Saksi ahli kan adalah rektor Undip. Di sini, kami kan menanyakan surat tugas karena rektor itu kan jabatan tertinggi di kampus. Berarti kan atasannya dia kan adalah menteri atau paling ngga dirjen,” ujar Ashadi.

 

Selain itu, menurut Ashadi, seharusnya kasus Suteki, Guru Besar Fakultas Hukum (FH) Undip jadi preseden. Sebab, pada 28 November 2018, Suteki dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum dan Ketua Senat FH Undip karena melanggar PP No. 53 mengenai Disiplin PNS melalui SK Rektor Nomor: 586/UN7.P/KP/2018. Saat itu Suteki hadir sebagai saksi ahli Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di PTUN Jakarta namun tidak memiliki izin dari atasannya (rektor Undip).

 

“Karena kan dengan kejadian Prof. Suteki itu seharusnya sudah jadi preseden di Undip berarti standarnya, ya, begitu. Setiap siapa pun di lingkungan Undip untuk menjadi saksi berarti harus izin atasannya,” ujarnya.

 

Namun, keberatan itu ditolak oleh hakim dan sidang tetap dilanjutkan dengan syarat penggugat tidak boleh menanyakan apapun kepada saksi ahli. Karena itu, tim kuasa hukum dan seluruh pihak penggugat memutuskan untuk keluar dari ruang sidang dan sidang tetap dijalankan sampai selesai.

 

“Sidang tetap berlanjut, dia tetap diperiksa sebagai ahli. Tapi kami mohon keberatan kami dicatatkan oleh panitera dalam berita acara sidang. Artinya nanti ketika kasus ini misalnya ada upaya hukum lain, akan kami jadikan juga pertimbangan. Kan itu dicatatkan, resmi (keberatan kami),” lanjutnya.

 

Ashadi mengatakan, pihaknya akan melaporkan Yos Johan Utama ke Inspektorat Jendral Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) karena dianggap sebagai tindakan indisipliner sebagai rektor Undip. “Nah, itu akan kami laporkan seperti itu. Nanti kita ga tau sikapnya inspektorat seperti apa jadi belum tahu. Yang jelas kita dalam waktu dekat akan membawa masalah ini ke sana,” lanjutnya.

Reporter: Qanish, Rilanda

Penulis: Qanish

Editor: Aa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top