Kasus Munir Menuju Kedaluwarsa, Kamisan Semarang: Tetapkan sebagai Pelanggaran HAM Berat!

Sumber Gambar : Dok. Aksi Kamisan Semarang

Puluhan massa yang tergabung dalam Aksi Kamisan Semarang menggelar aksi pada Kamis (9/9/2021) sore, di Kawasan Kota Lama Semarang, sebagai peringatan 17 tahun pembunuhan pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib yang belum selesai terungkap. 2022 atau satu tahun lagi, kasus pembunuhan Munir akan memasuki masa kedaluwarsa.

Berdasarkan Pasal 78 Ayat (1) butir 4 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, penuntutan pidana hapus setelah 18 tahun untuk kejahatan yang diancam pidana mati atau seumur hidup.

Salah satu pegiat Kamisan Semarang, Raihan Fudloli mengatakan, pada aksi kali ini, Kamisan Semarang juga menggalang tanda tangan masyarakat guna meminta pemerintah menetapkan kasus Munir sebagai pelanggaran HAM berat.

“Karena jika suatu kasus ditetapkan sebagai pelanggaran HAM berat tidak ada kedaluwarsa, hal ini diatur secara lex specialis pada UU Pengadilan Hak Asasi Manusia,” tutur Fudloli.

Bagi dirinya, sosok Munir menjadi pengingat untuk berbuat baik dan istikamah dalam melakukan sesuatu. ”Almarhum Munir mengajarkan untuk berpegang prinsip melalui keberpihakan,” tutur lelaki yang akrab disapa Pudol ini.

Sejumlah massa aksi mengenakan topeng berwajah Munir. Melalui simbolik seperti itu, Kamisan Semarang berupaya untuk menyampaikan pesan pengingat bahwa “Munir” tetap ada dan terus berlipat ganda. “Selain itu, juga untuk mengingatkan khalayak masyarakat tentang seorang Munir itu sendiri,” kata Fudloli.

Massa aksi juga melakukan doa bersama dan tabur bunga untuk mengenang kematian Munir. Karena pandemi belum berakhir, massa aksi tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak antar peserta.

Fudloli berharap kasus pembunuhan Munir agar segera diusut tuntas siapa pelaku pembunuhan dan pihak intelektual di balik peristiwa tersebut. “Mengingat satu tahun lagi kasus ini akan kedaluwarsa, perlu ditetapkan dulu kasus ini sebagai pelanggaran HAM berat agar kasus pembunuhan Munir dapat dilanjutkan,” tuturnya.

 

Reporter: Airell

Penulis: Airell                                                       

Editor: Raihan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top