Undip Bersiap Uji Coba Perkuliahan Tatap Muka Terbatas

Ilustrasi : Jae, Nita

Sehubungan dengan turunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah provinsi dan kabupaten/kota, Universitas Diponegoro (Undip) akan adakan uji coba kuliah tatap muka terbatas dengan metode hybrid yang dilaksanakan setelah Ujian Tengah Semester (UTS) semester gasal Tahun Akademik 2021/2022.

Budi Setiyono selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan menjelaskan saat ini Undip tengah mempersiapkan uji coba kuliah tatap muka terbatas dengan keputusan akhir berada pada rektor.

“Undip masih mematangkan rencana untuk melaksanakan uji coba kuliah tatap muka terbatas dengan keputusan akhir di tangan rektor. Dengan menggunakan metode hybrid, kombinasi luring dan daring dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga kampus (mahasiswa, dosen, tendik) serta masyarakat sekitarnya,” katanya saat dihubungi Hayamwuruk Senin (20/09/2021).

Budi juga menambahkan bahwa kuliah hybrid akan dilaksanakan oleh seluruh fakultas dan program studi (prodi) di Undip. Selain itu, setiap prodi nantinya akan menawarkan dua sampai tiga mata kuliah yang dapat diikuti secara hybrid.

Lebih lanjut, Budi menambahkan bahwa terdapat beberapa syarat khusus bagi mahasiswa yang melakukan kuliah tatap muka atau aktivitas di kampus:

  1. Dalam keadaan sehat;
  2. Sudah mendapatkan vaksinasi, minimal vaksinasi Tahap 1;
  3. Mendapatkan izin orang tua, dibuktikan dengan surat pernyataan (format terlampir);
  4. Mahasiswa dari luar daerah/luar negeri wajib memastikan diri dalam keadaan sehat,melakukan karantina mandiri selama 14 hari atau melakukan tes swab, atau sesuaiperaturan/protokol yang berlaku di daerah setempat.

Mengenai jaminan keamanan dan kesehatan selama uji coba kuliah hybrid, Undip akan terus memperketat protokol kesehatan serta jika ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di fakultas atau sekolah, maka dekan diwajibkan untuk menghentikan perkuliahan tatap muka sampai keadaan dinyatakan aman.

Persiapan kuliah hybrid juga dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Alamsyah , Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, mengatakan bahwa pihak FIB sudah melakukan persiapan dan pembahasan mengenai pengadaan kuliah hybrid, termasuk dari segi mekanisme, prasarana, dan sumber daya manusianya.

“Prinsipnya, FIB sudah siap jika diminta untuk mengadakan kuliah luring (hybrid). Hanya saja kita masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak Rektorat,” pungkasnya saat dihubungi Hayamwuruk, Senin (20/09/2021).

Sukarjo Waluyo, Ketua Program Studi (kaprodi) S1 Sastra Indonesia membeberkan bahwa Prodi Sastra Indonesia sudah mempersiapkan untuk uji coba kuliah hybrid pada bulan Oktober.

“Intinya, kalaupun ada kuliah offline, akan diadakan secara hybrid dengan kehadiran 25% mahasiswa. Jika di dalam kelas tersebut ada 60 mahasiswa, maka yang masuk 15 orang,” ungkapnya saat dihubungi Hayamwuruk. Senin (20/09/2021).

Sukarjo menejelaskan bahwa prodi Sastra Indonesia telah diminta untuk mengirimkan tiga mata kuliah (matkul) untuk rencana pengadaan uji coba tersebut.

“Kita ada tiga matkul; Kritik Sastra, Kebudayaan Jawa, serta Pengkajian Drama dan Sinetron. Namun secara teknis belum tahu, karena menunggu SOP dan Surat keputusan Rektorat Undip,” katanya.

Hal serupa juga dikatakan Dhanang Respati Puguh, ketua prodi S1 Sejarah. Pihaknya sudah diminta untuk mempersiapkan pengadaan kuliah hybrid.

“Berdasar informasi yang pernah saya dengar, Undip akan melaksanakan hybrid learning. Prodi telah mendapat informasi tentang hal tersebut dan diminta untuk menyiapkan dua mata kuliah yang dilaksanakan dengan hybrid learning,” ungkapnya saat dihubungi Hayamwuruk Senin, (20/09/2021).

 Dhanang menjelaskan bahwa pemilihan dua mata kuliah yang ditawarkan oleh prodi Sejarah akan dikembalikan lagi kepada dosen yang bersedia melaksanakan uji coba perkuliahan hybrid.

 

Reporter: Andriv, Ningrum

Penulis : Ningrum

Editor: Lala

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top