Pemira Perdana HMPS Ilpus Hasilkan Satu Paslon Melawan Kotak Kosong

Ilustrasi : Teguh Bhagaskara

Pendaftaran Pemilihan Raya (Pemira) perdana Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan (HMPS Ilpus) Undip sejak 18-23 November 2021 hanya menghasilkan satu pasangan calon (paslon) ketua-wakil bernomor urut satu, Nitzana-Muhammad Fairuzulhaq. Oleh karenanya, paslon tunggal tersebut akan melawan kotak kosong bernomor urut dua di pemungutan suara pada 14 Desember mendatang.

Wahyu Nugroho Jati, ketua panitia pemilihan (Panlih) Pemira HMPS Ilpus tahun ini menyampaikan, alasan kurangnya pendaftar karena pemira baru pertama kali digelar di HMPS Ilpus. “Karena ini pemira pertama juga, ya, untuk Ilpus, jadi kami (panlih) masih memperbaiki sistem sehingga mahasiswa Ilpus belum concern banget terhadap pemira pertama ini. Selain itu, memang minat mahasiswa Ilpus itu sendiri saya rasa masih sedikit kurang untuk mau bergabung dengan HMPS Ilmu Perpustakaan,” jelasnya kepada Hayamwuruk saat diwawancarai via WhatsApp, Jumat (27/11/21).

Menurutnya, durasi pendaftaran cukup untuk mempersiapkan pemberkasan bakal calon ketua-wakil. “Untuk durasi pendaftaran itu dimulai tanggal 18-22 November [dan] satu hari extend. Saya rasa, durasi waktu sudah cukup apabila ada paslon yang ingin mendaftar karena kita (panlih) merilis juknis (petunjuk teknis) pada tanggal 15 November dan sosialisasi tanggal 16 November,” ujarnya.

Adanya paslon tunggal tidak menutup kemungkinan akan tingginya perolehan suara yang diterima kotak kosong. Terkait hal tersebut, Wahyu mengatakan, “Apabila suara kotak kosong lebih banyak dibandingkan paslon maka akan dilakukan musyawarah besar untuk menunjuk ketua dan wakil ketua HMPS Ilmu Perpustakaan,” katanya.

Wahyu memaparkan, rangkaian kegiatan mendatang ialah kampanye oleh calon ketua-wakil pada 26-29 November lewat platform Instagram, TikTok, dan WhatsApp. “Dalam pamflet yang mereka (paslon) sebarkan itu berisi tentang GDO (Grand Design Organisation) yang sudah mereka buat, dan kampanye media ini dibuat sekreatif mereka tanpa ada aturan yang memaksa, hanya saja mereka perlu melaporkan setiap kegiatan kampanye media yang mereka lakukan kepada panwas,” paparnya.

Kemudian dilanjut uji publik pada 1 Desember dengan menghadirkan panelis yang akan mengajukan beberapa pertanyaan dan studi kasus. “Karena ini hanya terdiri dari satu paslon maka tidak ada debat melainkan uji publik. Pada uji publik ini mereka akan menampilkan semaksimal mungkin dari pemaparan GDO mereka, lalu akan ada panelis yang akan memberikan pertanyaan dari apa yang sudah mereka paparkan,” ucap Wahyu.

Puncaknya, pemungutan suara akan digelar 14 Desember mendatang lewat platform Microsoft Forms yang terintegrasi langsung dengan SSO (Single Sign On) dan Microsoft Teams.

Reporter: Andriv, Regina
Penulis: Regina
Editor: Rilanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top