
Senator Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) 5 telah melaksanakan Musyawarah Mahasiswa (Muswa) Istimewa ketiga pada Kamis, (4/12/2025) di Joglo Besar FIB Undip. Hasil dari Muswa Istimewa tersebut salah satunya adalah penetapan calon tunggal Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (Kabem dan Wakabem) FIB Undip atas nama Daffa Alifrizky Medi dan Alvito Praba.
Esty selaku Ketua Senator mengatakan bahwa pengajuan Daffa dan Alvito sudah diajukan pada sidang Muswa hari pertama oleh Wakil Ketua Himpunan (Wakahim) Sejarah, M Alman Azhar sebagai salah satu peserta penuh. Setelah penetapan, Esty menambahkan bahwa nantinya akan diadakan uji publik oleh calon Kabem dan Wakabem FIB Undip serta pemungutan suara pada tanggal 13 Desember 2025.
Pemungutan suara terhadap calon Kabem dan Wakabem FIB Undip tahun 2025 nantinya tidak akan ada opsi kotak kosong. Pemungutan suara akan dilakukan secara langsung dari peserta penuh, Esty mengungkapkan hal tersebut dikarenakan batas waktu Pemilihan Raya (Pemira) sudah terlewat. Namun, mahasiswa umum tetap diperbolehkan untuk menyampaikan pendapatnya pada uji publik nanti.
“Jadi nggak ada voting oleh (mahasiswa –red) secara umum. Namun, mahasiswa umum boleh menyampaikan pendapatnya (saat uji publik –red) ataupun punya hak bicara gitu,” ungkap Esty.
Sebelum ditetapkan sebagai Kabem dan Wakeben FIB 2025 dalam Muswa Istimewa, Daffa dan Alvito sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk mencalonkan diri melalui proses Pemira. Namun, Daffa yang saat itu sedang menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa (HM) Sejarah periode 2024-2025 sedang menjalankan Kongres Mahasiswa Istimewa. Daffa mengungkapkan bahwa kongres tersebut mengharuskan adanya ketua dan wakil bagi HM sejarah. Alhasil, ketika Daffa mendaftarkan diri pada tanggal 26 November 2025 tidak bisa karena belum menjalani pemutihan, sehingga Daffa tidak bisa mendapatkan surat rekomendasi dari himpunan.
“Kita sangat ingin untuk mengikuti pemira tahun ini. Namun, saya pribadi ada kendala, bukan kendala yang besar sebenarnya. Namun kendala yang tidak bisa ditinggalkan. Oleh Karena itu, tanggung jawab saya sebagai ketua himpunan untuk mencari calon ketua himpunan yang baru. Jadi tidak bisa ditinggalkan pada tanggal 25 dan 26 November tersebut. Jadi saya tidak mendapatkan surat rekomendasi dari himpunan,” ungkap Daffa.
Terkait dengan proses selanjutnya Daffa berharap bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk dan menyelesaikan Grand Design Organization (GDO) tepat waktu, serta menjalankan uji publik. Dia juga berharap saat pemungutan suara, dirinya bisa terpilih dan mampu menjalankan amanah sebagai Ketua BEM periode selanjutnya.
Senada dengan Daffa, Alvito juga berharap pada uji publik mendatang, bisa menyampaikan gagasan substantial yang akan digunakan untuk menjalankan kepemimpinan BEM FIB kedepannya.
“Saat uji publik harapanku nanti sama-sama bisa bermain substantif, karena mungkin nanti harapannya apa yang disampaikan di uji publik akan digunakan sebagai gagasan-gagasan untuk menjalankan BEM FIB,” ungkap Alvito.
Reporter: Diaz dan Wildan
Penulis: Diaz
Editor: Cattleya