Selamatkan Gunung Ungaran dan Telomoyo: Warga Satu Suara Tolak Proyek Geotermal

Dok.Hayamwuruk/Alim

Rapat pembentukan kepengurusan Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo digelar di kediaman Havid Sungkar, Minggu (6/9/2026). Forum ini diikuti oleh warga sekitar, aktivis lingkungan, budayawan, akademisi, advokat, hingga mahasiswa yang menolak rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Gunung Ungaran dan Telomoyo, Kabupaten Semarang.

Dalam pemilihan ketua, tiga nama diajukan sebagai kandidat, yaitu Budi, Ndaru dari Sumowono, dan Havid Sungkar dari Ungaran. Melalui musyawarah mufakat, peserta forum menunjuk Havid yang juga dikenal sebagai Ketua DPD Geram (Dewan Pengurus Daerah Gerakan Rakyat Anti Madat ) Jawa Tengah untuk memimpin aliansi pergerakan ini. 

“Hari ini sudah mufakat, saya ditunjuk sebagai Ketua Aliansi untuk kepengurusan tim formatur,” ujar Havid.

Ia menegaskan arah perjuangan aliansi ke depan tetap satu, yaitu menolak proyek tersebut.

“Awal kita menolak dulu, jangan sampai hal itu terjadi,” katanya. 

Aliansi ini merupakan gagasan Andi Hermawan, wirausahawan asal Ungaran yang berdomisili di Jakarta. Hal ini dikarenakan keresahan Andi terhadap proyek geotermal yang akan dilaksanakan. Selain itu, Andi mengatakan penolakan terhadap proyek geotermal sebenarnya sudah lama muncul di berbagai komunitas, tetapi selama ini bergerak sendiri-sendiri dengan skala kecil, sehingga ia rasa perlunya pola pergerakan yang lebih terstruktur dan masif.

“Penolakan itu sebenarnya udah masif dari kelompok komunitas-komunitas. Makanya, saya inisiatif bagaimana ini penolakan bisa terakomodir, pola pergerakannya bisa lebih terstruktur dan masif,” kata Andi, yang juga membandingkan situasi ini dengan gerakan penolakan geotermal di Maluku Utara yang gagal karena masyarakat setempat bergerak terlambat.

Dasar penolakan aliansi turut dijelaskan Ricky Ananta yang menegaskan sikap tersebut berpijak pada data dan kajian, bukan sekadar emosi. Ia menyinggung Pasal 33 UUD 1945 tentang kekayaan alam yang seharusnya dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat, sekaligus menyampaikan kekecewaan warga Kabupaten Semarang atas pernyataan pejabat Dinas ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) Provinsi Jawa Tengah yang dinilai mendahului kondisi di lapangan. Padahal, Pemkab Semarang baru menerima sosialisasi resmi dari PLN (Pembangkit Listrik Negara)  dan PT Geo Dipa pada Jumat (4/9/2026), dua hari sebelum forum ini digelar.

“Jadi kita melakukan gerakan ini dasarnya adalah data dan kajian yang nantinya akan kita lakukan. Kita akan menggandeng seluruh instrumen, elemen yang ada di masyarakat, baik itu akademisi, politisi, pegiat sosial, pegiat budaya, dan lain sebagainya,” ujarnya. 

Forum turut dihadiri perwakilan Pemkab Semarang yang diwakili Plt. Kesbangpol, yang menyampaikan bahwa proyek di Gunung Ungaran untuk sementara ditangguhkan, sedangkan di Telomoyo tetap dilanjutkan. Namun, aliansi menilai alasan penangguhan yang dikaitkan dengan agenda pemilihan kepala desa di wilayah terdampak tidak menjawab substansi keberatan warga.

“Kalau kami menolaknya karena berbagai latar belakang, ada dari budaya, cagar budaya, pertanian, kelestarian alam, sampai dari sisi ekonomi,” ujar Andi.

Wulan, warga Ungaran Barat yang telah 23 tahun menetap di Kabupaten Semarang, turut hadir mewakili kelompok pemerhati lingkungan dan budaya. Ia menilai penolakan ini sebagai bentuk pencegahan dini sebelum proyek benar-benar berdampak.

“Sebelum proyek itu dimulai, kita meminimalisir karena kalau proyek itu memang benar-benar sudah dimulai, pasti nanti akan ada dampaknya,” ujarnya, sembari menyayangkan minimnya sosialisasi resmi kepada warga terdampak.

Ke depannya, aliansi berencana melengkapi data dan kajian tandingan, mengirim surat resmi ke sejumlah pemangku kepentingan mulai dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Bupati Semarang, Gubernur Jawa Tengah, hingga Kementerian ESDM untuk melakukan audiensi. Jika jalur tersebut tidak membuahkan hasil, Andi menegaskan aliansi tidak menutup kemungkinan mengambil langkah yang lebih besar.

“Aliansi punya komitmen, slogannya menolak secara mutlak tanpa kompromi,” tegasnya.

Reporter: Alim, Indira, Susan, Sania

Penulis: Nandana

Editor: Arolla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top