[OPINI] Ayo Budayakan Pakai BMW!

Dok. postkotanews.com
Ayo Budayakan Pakai BMW!
Oleh: Della Cintya Raisma

Di era modern
seperti saat ini perkembangan teknologi selalu berkembang dari berbagai bidang.
Salah satunya pada bidang transportasi. Bidang transportasi paling banyak
digunakan oleh sebagian besar masyarakat dunia untuk
beraktivitas
sehari-hari. Transportasi entah itu darat, laut maupun udara beroperasi 24 jam
setiap harinya.

Di Indonesia, terdapat banyak pengguna transportasi darat seperti
motor, mobil, bus dan yang lain. Bahkan berjuta-juta kendaraan berlalu lalang
terutama pada hari efektif
, seseorang akan melakukan
suatu kegiatan. Lalu apa jadinya jika setiap harinya semua kendaraan itu
membutuhkan bahan bakar sebagai daya. Akankah persediaan
bahan bakar kita akan selalu ada setelah beberapa tahun kedepan atau justru
berbanding terbalik? Itulah yang menjadi persoalan di Indonesia untuk
memikirkan bagaimana langkah kedepannya.

Hampir setiap jiwa rata-rata penduduk Indonesia memiliki kendaraan
pribadi. Bahkan ada satu orang jiwa yang memiliki lebih dari satu kendaraan.
Jika ekspor-impor mobil dan motor terlalu bebas untuk diperjualbelikan, apakah
dampaknya hanya berimbas pada bahan bakar saja?. Pasti semakin banyak kendaraan
yang ada akan menambah dampak-dampak lain juga. Salah satunya menyebabkan lalu
lintas rawan macet dan tingkat kecelakaan meningkat. Memang setiap individu
tidak dilarang untuk memiliki sesuatu sebgai kebutuhan atau hanya untuk
memenuhi kepuasan saja. Terserah setiap individu akan memilih cara pandang yang
mana. Namun yang perlu digarisbawahi bukan hanya persoalan kebebasan dan
kemampuan daya beli. Tetapi bagaimana negara menciptakan suasana yang terib dan
aman, terutama dalam berlalu lintas. Maka, pemerintah perlu menciptakan suatu
peraturan baru akan hal itu. Bisa dengan membatasi jumlah kendaraan setiap
keluarga atau individu, membuat inovasi transportasi ramah lingkungan atau
menambah armada transportasi umum.

Bandingkan
dengan negara seperti Jepang dan Korea Selatan, yang mayoritas adalah negara
pemroduksi teknologi dan transportasi canggih. Seperti di negara Korea Selatan
kebanyakan masyarakat  menerapkan BMW
(Bus, Metro and walk) yang berati bus, kereta dan berjalan kaki. Karena warga
Korea Selatan sering menggunakan transportasi umum dan berjalan  kaki daripada menggunakan kendaraan pribadi
khususnya motor. Orang berjalan kaki di Korea pun menjadi suatu kebiasaan oleh
banyak orang dan dijadikan pola hidup sehat. Maka, tidak heran orang Korea
memiliki usia lebih lama daripada rata-rata usia di Indonesia. Alasan mengapa
orang Korea jarang mengendarai sepeda motor; Pertama, mengendarai motor merupakan
sesuatu yang tidak umum. Ada yang menganggap orang yang mengendarai sepeda
motor dianggap sebagai orang nakal dan sebagainya, tetapi itu hanya menurut
pendapat orang Korea saja. Namun banyak juga warga Korea yang menggunakan
sepeda motor, kurir antar makanan, barang dan yanng lain agar pengiriman lebih
cepat dan efisien. Kedua; karena iklim di Korea yang selisihnya sangat berbeda
jauh. Jika musim dingin bisa mencapai minus 15 derajat celcius. Jika musim
panas, bisa mencapai 39 derajat cecius, sungguh panas bahkan melebihi panas
Indonesia. Hal itu yang menjadi rawan untuk pengendara bermotor. Jika musim
salju, jalanan akan licin dan jika musim panas suhu sangatlah ekstrem. Ketiga;
jika terjadi kecelakaan langsung mengenai tubuh pengendara dibandingkan
menggunakan mobil yang tidak langsung terkena tubuh pengendara. Alasannya
adalah, di Korea lampu rambu-rambu lalu lintas disana, jika sudah menyala lampu
hijau, maka lampu merah selanjutnya juga akan jijau. Hal tersebut yang memacu
sering terjadinya kecelakaan jika pengendara tidak berhati-hati, pengendara
terus menancap gas karena lampu hijau menyala. Keempat; harga kredit untuk
membeli mobil itu relatif gampang. Itulah mengapa orang Korea jarang yang
menggunakan sepeda motor.

Dari sedikit
cuplikan yang terjadi di negara lain bisa dijadikan pelajaran bagi kita. Bukan
bermaksud untuk menyamakan akan kondisi iklim, atau budaya Indonesia dan negara
lain. Pasti setiap negara memiliki kondisi yang beebeda-beda dan tidak dapat
disamakan. Tetapi alangkah baiknya jika di negara kita juga diterapkan sistem
BMW seperti di Jepang, Korea atau negara lain. Agar nantinya masyarakat tidak
selalu bergantung pada kendaraan pribadinya, akan tetapi beralih pada
transportasi umum dan budaya jalan kaki. Dampak akan selalu ada pada segala
bidang jika suatu kelompok masyarakat mengubahnya secara perlahan. Jika
perubahan itu mendekati baik maka akan menjadikan dampak yang positif.
Sebaliknya, jika pola masyarakat justru menambah populasi kendaraan pribadi dan
tidak memikirkan bahan bakar minyak yang tersedia, maka dampak yang didapatkan
justru berdampak negatif bagi kita. Jadi akankah kita masih bisa menikmati
bahan bakar minyak untuk 30 tahun yang akan datang?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top