Peringati Hari Bumi, Walhi Jateng Gelar Pameran Foto di Tambakrejo

Dok. Hayamwuruk/ Mushin

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jawa Tengah (Walhi Jateng) menggelar pameran foto bertajuk “Wajah Kota Semarang” di Kampung Nelayan Tambakrejo, Tanjung Mas, Kota Semarang pada Kamis (22/21/2021). Pameran foto yang bertema “Nyawiji Mring Bumi” dilaksanakan untuk memperingati hari Bumi yang bertepatan pada 22 April.

Foto-foto yang dipamerkan membahas seputar ruang terbuka hijau (RTH) dan bencana ekologis. Pameran foto ini berlangsung sampai 24 April 2021.

Iqbal Alma GhossanAltofani dari Walhi Jateng menjelaskan bahwa foto-foto yang dipajang di dalam tenda bersumber dari berbagai pihak, mulai dari dokumentasi Walhi Jateng, warga Semarang, dan juga dari wartawan.

Jumlah foto yang dipamerkan hingga saat ini mencapai kurang lebih 40 foto, namun besar kemungkinan untuk bertambah karena dari Walhi Jateng masih menerima berbagai dokumenatsi dari berbagai pihak.

Iqbal mengungkapkan bahwa pameran foto ini bermaksud untuk menunjukkan potret lain dari kota Semarang. “Kota Semarang terkenal dengan kota “atlas”, pariwisata dan lain sebagainya, terutama prestasi pemerintah. Cuman, lantas dilupakan bahwa ada banyak persoalan yang memang terjadi di Semarang,” katanya.

Melalui pameran ini, Iqbal mengajak masyarakat kota Semarang untuk merefleksikan perubahan yang terjadi di kota Semarang. Salah satunya yakni kejadian penggusuran Tambakrejo pada 2019 lalu.

Tak hanya itu, Iqbal menyebut perubahan juga terjadi di daerah Mijen. Saat ini, kata Iqbal, Mijen telah berubah karena pembangunan secara besar-besaran, padahal sebelumnya daerah tersebut merupakan hutan yang menjadi daerah resapan air. Akibatnya, terjadinya banjir yang melanda kota Semarang, seperti kejadian pada awal Februari lalu.

Salah satu foto yang ditampilkan pada pameran ini adalah tempat pembuangan akhir (TPA)  Jatibarang. Foto itu menggambarkan permasalahan sampah yang ada di kota Semarang.

Dalam sehari, kata Iqbal, Semarang dapat menghasilkan 1.200 ton sampah dan diprediksi dua tahun lagi akan terjadi kelebihan muatan di TPA Jatibarang. 

“Pameran ini, kan, ditunjukkan agar membuat pemerintah Semarang untuk mengingat dan jangan menutup mata dan telinga terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di Semarang, misalnya yang terjadi di Tambakrejo ini. Untuk masyarakat Semarang, lebih merefleksikan dari tahun ke tahun perkembangan kota Semarang itu seperti apa, apakah semakin menurun atau semakin membaik,” ujar Iqbal.

 

Reporter: Lala, Rilanda, Puspa, Sabi (magang)

Penulis: Lala          

Editor: Airell

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top