Review Film Dignitate: Romansa Anak SMA yang Terjerat dalam Kisah Kelam Keluarga

Sumber Gambar : MD Pictures

Judul               : Dignitate

Tahun              : 2020

Durasi              : 1 jam 49 menit

Sutradara         : Fajar Nugros

Dignitate, begitulah judul film besutan sutradara Fajar Nugros yang tayang perdana pada 23 Januari 2020 di bioskop Indonesia. Sebelumnya, film ini merupakan adaptasi dari cerita Wattpad yang ditulis oleh Hana Margareth dan sukses merebut hati banyak pembaca, hingga akhirnya dilayarputihkan. Tak cukup sampai di sana, film Dignitate belakangan ini menjadi perbincangan hangat kaum milenial sebab dirilis pada kanal YouTube “Drama Indonesia Terbaru” pada September lalu.

Film ini mengisahkan cerita dua anak SMA, Alfi (diperankan oleh Al-Gazhali) dan Alana (diperankan oleh Caitlin Helderman). Kisah Alfi dan Alana yang memiliki keluarga dengan sejuta kasih sayang namun tak saling pengertian. Dunia seolah terasa sempit karena telah mempertemukan mereka berdua. Tapi yang jelas, selalu ada nilai moral yang dapat dipetik dalam kisah ini.

Dignitate dalam bahasa Inggris berarti bermartabat sesuai dengan alur cerita yang disuguhkan. Kisah berawal ketika Alana pindah sekolah dan mendapat tempat duduk di samping Alfi, sosok lelaki yang dingin dan pintar di kelasnya. Dalam bagian pembuka film ini, penonton akan disuguhkan dengan humor-humor anak SMA sehingga terasa mengalir seperti air saja. Buat kalian yang memiliki selera humor retceh sudah pasti akan menikmati film ini. Masa pengenalan dan pendekatan memang begitu, sedikit malu-malu tapi aslinya banyak mau tahu.

Meski dalam film Dignitate berpusat pada tokoh Alfi dan Alana, tentu tidak bisa diabaikan sisi narasi yang mendukung alur cerita. Isu-isu dibalik narasi film ini pun akhirnya muncul satu per satu, mulai dari kisah paling dekat dengan anak SMA (sebut saja kenakalan remaja), adik dan kakak yang tidak akur, masalah kesehatan mental, cara pengasuhan orang tua yang terkesan berlebihan, sampai pada kisah kematian yang seolah terpaksakan.

Keluarga menjadi salah satu isu yang sangat penting dalam film ini. Tentang Alana yang memiliki mama (single parent) over protecive. Masa lalu Alana lah yang membuat mamanya bersikap demikian. Tujuannya bagus namun dirasa cara yang dilakukan kurang tepat (seperti kebanyakan orang tua dalam mendidik anaknya). Keluarga Alfi, dengan papa yang sudah meninggal akibat ulah kakaknya, Regan, dan menjadikan dua bersaudara (Regan dan Alfi) tersebut tidak akur. Jika dilihat dari judulnya, Dignitate, maka salah satu tujuan dari cerita ini adalah untuk mengembalikan martabat keluarga Alfi yang telah dihancurkan oleh Regan karena buta akan kasih sayang yang diberikan oleh orang tuanya.

Sekalipun banyak pesan yang dapat kita ambil dalam film ini, saya sedikit kecewa dengan kisah yang mungkin belum terselesaikan secara tuntas. Pertanyaan-pertanyaan seperti apa yang sebenarnya membuat Alana begitu takut dengan Regan? Apa Regan benar-benar telah memperkosa Alana sebelum memperkosa Sabhita?, dan dalam pikiran saya seolah Regan terpaksa untuk mengakhiri hidupnya dengan “berulah” lagi ketika dalam masa tahanan. Sebab merasa tak pernah melakukan kebaikan dalam hidupnya, maka satu-satunya cara yang ia pilih adalah “berulah” lagi dan mendonorkan matanya untuk adiknya, Alfi.

Dignitate, film yang dikemas dengan bahasa ringan, menyoal kehidupan remaja masa kini, dan plot twist yang tak terduga mampu membawa penonton bercucuran air mata.

 

Penulis: Iva Yuliana (Magang)                             

Editor: Aa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top