Pendikar FIB: dari Games hingga Edukasi KS

Sumber Gambar: Gisza Irsyad Ardhinta

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan Pendidikan Karakter (Pendikar) yang berlangsung selama tiga hari, yakni 18-20 Agustus 2022. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya, Pendikar kali ini diselenggarakan secara tatap muka di area FIB.

Pendikar sendiri merupakan salah satu acara kaderisasi wajib yang harus diikuti mahasiswa baru Undip setiap tahunnya. Biasanya Pendikar diselenggarakan bersamaan dengan Orientasi Diponegoro Muda (ODM).

Terdapat berbagai materi yang dibawakan oleh dosen-dosen Undip sesuai kapasitasnya. Salah satu materi tersebut adalah tentang etika yang juga membahas persoalan kekerasan seksual di lingkup kampus. Materi ini dibawakan oleh Laura Andri, dosen Sastra Indonesia Undip.

Dalam penyampaian materinya, Laura berkata bahwa kekerasan seksual dapat terjadi kepada semua orang, baik perempuan maupun laki-laki. Kepedulian satu sama lain menjadi cara untuk melawan hal tersebut.

Pentingnya penyintas untuk berbicara, baik kepada teman yang dipercayai ataupun lembaga yang menaungi kekerasan seksual turut disampaikan oleh Laura.

“Kamu ada di sini kemudian menghadapi hal yang berkaitan dengan kekerasan seksual baik dilakukan oleh teman, dosen atau siapapun yang ada di lingkungan kampus, kamu harus bicara,” ujarnya ketika diwawancarai Hayamwuruk pada Jumat (19/08/2022).

Penyelenggaraan yang bersifat tatap muka juga membuat rangkaian acara semakin beragam. Alih-alih sekadar pembawaan materi yang kaku dan formal, panitia Pendikar juga menyelingi acara dengan rangkaian gim.

Rangkaian gim ini dimaksudkan melatih mahasiswa untuk berkolaborasi dengan yang lain, ataupun mengorganisir temannya. Hasilnya, mahasiswa antusias dengan jalannya acara Pendikar seperti yang dikatakan Rizki Gumilang, mahasiswa baru Ilmu Perpustakaan.

“Seru dan banyak materi baru. Materi yang saya suka mengenai emosi itu lumayan seru, kayak kita belajar mengelola emosi. Pendikar ini ada games-gamesnya,” ucapnya

Hal yang senada juga diungkapkan Crystal Jove, mahasiswa baru Sastra Inggris. Menurutnya, materi Pendikar sangat penting karena bermakna dan membekas seperti act of kindness.

“Hal yang terpenting yang harus diperjuangkan dalam hidup ini bukan kekayaan, martabat, atau kedudukan sosial melainkan kebahagiaan yang bersumber pada diri sendiri bukan dari orang lain,” kata Crystal.

Terselenggaranya acara ini bukanlah tanpa tujuan. Nurhayati selaku Dekan FIB Undip menjelaskan bahwa Pendikar bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa baru bahwa Undip mempunyai punya standar tersendiri dalam mencetak lulusan mahasiswa.

“Kita [Undip] kan punya kredo yang namanya Complete (Communicator, Professional, Leader, Entrepeneur, Thinker, dan Educator). Nah itu dikenalkan di Pendikar. Untuk bisa menjadi lulusan yang Complete, apa yang harus kamu lakukan selama menjalani perkuliahan ini. Goalnya disana,” tutup Nurhayati.

Reporter: Lala, Faiq, Raihan
Penulis: Andriv
Editor: Raihan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top