Usai Dua Tahun Absen, Panggung GSG FIB Kembali Diramaikan Pentas Inaugurasi

Sumber gambar: Dok. Hayamwuruk/Nur Ithrotul Fadhilah

Sabtu (20/8/22), ratusan mahasiswa baru (maba) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) angkatan 2022 menggelar pentas inaugurasi di Gedung Serba Guna (GSG) FIB sebagai puncak Orientasi Diponegoro Muda (ODM) FIB. Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB usai pembekalan terakhir materi pendidikan karakter (pendikar).

“Untuk hari ini sendiri rangkaian acaranya pagi itu kurang lebih jam 9 kita ada pemberian materi terakhir di pendikar terus setelah itu disambung dengan persiapan maba (mahasiswa baru), dan setelah itu ada penampilan-penampilan pentas seni dari para maba,” ujar Shiva, ketua pelaksana ODM FIB 2022, kepada Hayamwuruk (20/8/22).

Menurutnya, acara ini merupakan bentuk apresiasi dan relaksasi untuk maba yang telah menempuh materi pendikar selama tiga hari sejak 18-20 Agustus. “Dan untuk bentuk bonding juga para maba dengan teman-teman lainnya,” tutur Shiva.

Inaugurasi berlangsung meriah, setiap program studi (prodi) menampilkan suatu pentas yang beragam, mulai dari bernyanyi yang ditampilkan oleh prodi Sejarah dan Sastra Indonesia, drama yang dibawakan prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang (BKJ) dan Antropologi, lalu prodi Ilmu Perpustakaan dan Sastra Inggris yang menampilkan tarian dan medley (cara penyajian musik dengan teknik menyambung satu lagu dengan lagu lain).

Prodi Ilmu Perpustakaan memilih menampilkan Tari Tortor. Hawwa, maba Ilmu Perpustakaan mengungkapkan, alasan memilih tarian tersebut karena mudah dihapal, lantaran mepetnya persiapan dan sulitnya koordinasi akibat kampus tidak mengizinkan pertemuan di luar.

“Sebenernya kita cari yang sekiranya mudah dihafal, jadi kita pilih Sinanggar Tullo (musik pengiring Tari Tortor) sama medley-nya. Buat lagu modern karena biar ngeramaiin akhirnya,” terangnya.

Acara tampak disambut antusias oleh penontonnya dan memberi kesan meriah. “Kalau hari ini kesan pesannya seru banget, karena setelah duduk, pegel berhari-hari. Lebih fresh kalau nari meski waktunya mepet,” lanjut Hawwa.

Adham Rafiandana, maba Sastra Indonesia, mengapresiasi acara ini. “Adanya pentas seni ini bagus, jadi orang-orang pada tahu kemampuan atau bakat yang ada di mahasiswa-mahasiswa baru di FIB ini. Acaranya seru, tidak membosankan. Tadi banyak yang keren-keren,” ungkapnya.

Ia berharap, ke depannya solidaritas mahasiswa FIB dapat terus terbangun. “Terus juga banyakin acara kayak gini,” tutupnya.

Reporter: Faiq, Lala, Raihan
Penulis: Faiq
Editor: Rilanda

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top