
Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia (KMSI) menggelar acara Forum Diskusi Sastra Indonesia (Fordisa), di Crop Circle (CC) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro pada Sabtu (24/5/2025).
Fordisa merupakan sebuah wadah diskusi terkait topik yang relevan dengan kesusastraan, yang telah dilaksanakan dua kali oleh KMSI. Berbeda dengan pelaksanaan pertama, Fordisa kali ini terbuka untuk masyarakat umum.
Azzahra, Ketua Hubungan Masyarakat (Humas) Biro Kurasi, mengatakan bahwa Fordisa bertujuan untuk meningkatkan minat diskusi mahasiswa.
“Tujuan dari Fordisa sendiri ini tuh kayak nanamin minat diskusi mahasiswa Sastra Indonesia khususnya di era kini, sekarang tuh biasanya mahasiswa-mahasiswa kayak kurang suka diskusi,” jelasnya.
Fordisa pertama kali dilaksanakan secara tertutup oleh anggota internal Biro Kurasi pada Sabtu (17/5/2025) dengan membedah puisi “Aku” karya Chairil Anwar.
Pada Fordisa kali ini, diskusi diisi dengan membedah lagu “Kopi Dangdut” karya Fahmi Shahab.
Satria Akbar selaku pemateri menyampaikan bahwa acara ini penting untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia.
“Mungkin kita ingin beda sendiri, ingin mempunyai identitas sendiri, kenapa mengambil (materi lagu dangdut -Red) ini karena sekarang lagi musimnya genre-genre Barat yang masuk ke mereka (pengunjung -Red), biar dangdut ini enggak hilang dimakan zaman, kita juga harus melek, kita anak-anak muda juga harus melek tentang budaya kita,” ungkapnya.
Vindianti, salah seorang peserta, mengaku mendapat wawasan lebih dalam terkait ilmu kesusastraan melalui acara ini. Ia juga berharap, agar Fordisa selanjutnya mengundang lebih banyak audiens.
“Harapanku semoga Fordisa berkelanjutan, nggak berhenti di satu periode saja. Terus harapannya semoga lebih aktif lagi, lebih rame lagi, dan lebih bisa membawa manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.
Reporter: Diaz, Ijas, Lia, Damar
Penulis: Nevissa Sabrina
Editor: Marricy