Poster ‘Garudaku Kafir’ dan Kaitannya Dengan Acara Seminar BEM FISIP Undip


Wakil
Rektor I Universitas Diponegoro (Undip), Muhammad Zainuri mengatakan poster
bertuliskan ‘Garudaku Kafir’ berkaitan erat dengan rencana seminar, yang akan
digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik (FISIP), pada (20/5).

Hal
tersebut dikatakan Zainuri dalam konferensi pers di Gedung Widya Puraya Undip,
pada Jumat (19/05).

“Kegiatan
seminar ini direncanakan akan dilaksanakan tanggal 20, tapi belum ditetapkan
(BEM FISIP) tanggal 20,”ujarnya Zainuri.
Zainuri
menambahkan pelaku pemasangan sudah melakukan beberapa kali rapat (dengan BEM
FISIP), namun kesepakatan tidak dilaporkan kepada BEM FISIP.

“Ketika
rapat beberapa kali sudah timbul kesepakatan kesepakatan, namun kesepakatan
yang diselenggarkan tidak dilaporkan di BEM (FISIP),”ucap Zainuri

Dalam
melakukan penempelan poster, pelaku  yang
berinisla AM tidak menyertakan perizinan, berupa stempel dari BEM maupun Senat
(FISIP).

“Secara
kegiatan ada dibawah BEM (FISIP), tetapi ketika melakukan inisiatif penempelan
itu menjadi inisiatif perseorangan,” ucap Zainuri

Pemasangan Poster

Zainuri
menuturkan, insiden pemasangan poster bertepatan dengan 
pelaksanaan SBMPTN,
pada Selasa (16/05).

Ketika
ditemui oleh tim Hayamwuruk, Joko Siswanto, Pihak Keamanan FISIP Undip membenarkan
kejadian tersebut bertepatan ketika pelaksanaan SBMPTN. Setelah diketahui
perihal pemasangan poster tersebut, banyak polisi datang ke FISIP, untuk
melakukan klarifikasi.

“Pas tes SBMPTN ini polisi polsek ,
polrestabes semarang do rene (pada
kesini), ada polisi 7 nan neng kono
(disana). Aku ditekoni (ditanyain), di jak melu mubeng (diajak melakukan
penyisiran ke kampus fisip),” ucapnya.


Mengenai
insiden yang terjadi di FISIP, Daya Nikamatu Romah, Mahasiswa jurusan
Administrasi Bisnis 2015 berpendapat, poster tersebut dibuat untuk menarik
massa. “Kalau dari aku pribadi lihat itu cuman buat narik massa buat acarannya
di FISIP itu, tapi mereka salah menggunakan lambang pancasila sama penggunaan
kata-kata Garudaku Kafir” ujarnya.

Atas
kejadian ini, Zainuri mengatakan pelaku pun mengakui penyesalannya dan meminta
maaf atas perbuatannya.

(HW/Ulil, Ummi) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top