Kamisan Undip Ajak Mahasiswa Suarakan Pentingnya HAM dalam Berdemokrasi di Kampus

Dok. LPM Hayamwuruk

Sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang mengatasnamakan diri sebagai Kamisan Undip mengampanyekan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap mahasiswa selama tahun 2020. Kampanye ini berupa pemasangan sejumlah poster dan tulisan di Taman Inspirasi, Undip, pada Kamis (17/12/2020).

Salah satu peserta, Burhan (bukan nama sebenarnya), mengatakan bahwa aksi ini adalah yang pertama kali. Acara ini menyoroti soal hak-hak berdemokrasi, poster-poster yang ditampilkan sebagai gambaran kejadian yang terjadi di kampus dalam setahun ini.

“Mulai dari teman-teman Aliansi Suara Undip aksi dan ada ancaman represifitas, kayak mulai konsolidasi dicari orang-orangnya. Kalau temen-temen tau di H+1, Aliansi Suara Undip mendapat ancaman sebuah chat pressure akademik,” ujarnya.

Selain poster, massa Kamisan Undip juga menampilkan boneka orang-orangan sawah sebagai bentuk simbolis. Boneka tersebut, kata Burhan, menunjukkan tidak beraninya mahasiswa dalam memegang poster tuntutan.

“Karena kita selama ini siapa yang megang poster, siapa yang bersuara selalu ditanya jurusan mana dan lain-lainnya,” ungkapnya.

Burhan juga menuturkan, bahwa pada 24 Desember nanti, Kamisan Undip akan menyelenggarakan panggung seni secara daring. “Jadi rangkaian musik dan pembacaan puisi untuk merefleksikan tahun ini penuh dengan pembungkaman demokrasi,” tuturnya.

Terakhir, Burhan berpendapat bahwa HAM harus terus disuarakan. “Yang terpenting jangan takut bahwasanya kalian semua bersama-sama menyuarakan. Jangan sampai tidak ada lagi yang menyuarakan haknya karena akan terus dipressure atau terus disetir birokrasi,” pungkasnya.

Reporter: Airell, Lala

Penulis: Airell Lutfhan Ababiel

Editor: ZanuTriyono

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top